Pelajaran 9: Tuhan atas Bait Tubuh Kita

Tuhan atas Bait Tubuh Kita

(1 Korintus 6 & 10)

Kehidupan Rohani – Mengalami Yesus Kristus sebagai Tuhan:  Pelajaran 9

 

Copr. 2005, Bruce N. Cameron, J.D.  Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain.  Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran.  Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian

 

Pendahuluan:  Berapa kali sudah saya dengar seseorang berkata, “Tubuhmu adalah bait Allah?” Apa artinya?  Apakah berarti saya harus jogging?  Apakah berarti kripik kentang harus enyah dari menu saya karena saya tidak bisa jadi terlalu gemuk?  Haruskah saya mengenakan sabuk pengaman waktu mengendarai mobil?  Haruskah saya hindar dari mengemudikan mobil kecil atau terbang dalam pesawat pribadi?  Umumnya orang-orang yang menggunakan frase ini berbicara tentang merokok dan minum, bukan jogging.  Apakah frase ini mengkonversikan soal kesehatan, keamanan, kebugaran dan pertarakan dari perkara praktis menjadi perkara rohani?  Mari selami pelajaran kita dan lihat apa yang sebenarnya diajarkan Alkitab tentang tubuh kita sebagai bait Allah!

 

1.      Bait:  Badaniah atau Rohaniah?

1.      Baca 1 Korintus 6:19-20.  Aspek apa dari tubuh saya yang menjadikannya sebuah “bait?” (Paul mengatakan bahwa Roh Kudus tinggal di dalam kita.)

1.      Artinya apa?  Apa seperti kehamilan? Bagaimana Roh Kudus masuk ke dalam kita? (Baca 1 Korintus 12:13.  Kita dapati bahwa kita minum Roh Kudus! Tak pelak lagi, saudara perlu perhatikan baik-baik label kandungan nutrisi! Kalau saja produsen minuman tau mengenai kemungkinan ini!)

2.      Baca 1 Yohanes 3:21-24.  Apakah kita juga diam dalam tubuh orang lain? (Mudah-mudahan tidak ada yang terganggu dengan kata-kata saya yang terdengar pandir, tapi maksudnya sangat serius.  Paulus menggunakan istilah badaniah untuk menjelaskan hal yang  nyata-nyata rohaniah dan mental belaka.  Kita tidak secara badaniah tinggal di dalam Allah dan Ia tidak secara  badaniahtinggal di dalam kita.  “Diam di dalam” merujuk kepada kehidupan yang selaras dengan kehendak Allah. Kita dibantu dalam mengetahui kehendak Allah melalui Roh Kudus-Nya.)

3.      Mari kembali ke 1 Korintus 6:19-20 dan fokus pada ayat 20.  Apa alasan bagi tubuh kita dipenuhi oleh Roh Kudus? (Kita telah dibeli dengan sebuah harga – Yesus mati gantikan kita.  Allah memiliki bangunan bait kita.)

1.      Apakah ini perkara rohaniah atau perkara badaniah? (Kematian Yesus sudah tentu bersifat badaniah.  Tatkala Paulus membicarakan tubuh kita, ia tentulah bicara baik badaniah maupun rohaniah.  Namun, penekanannya ada pada rohaniah.)

2.      Konteks Bait

1.      Kita tidak bisa sepenuhnya mengerti pembicaraan Paul ihwal tubuh kita sebagai bait kecuali kita mempelajari konteks dari perkataannya.  Mari kita lakukan hal itu sekarang.  Baca 1 Korintus 6:12-13. Dalam Alkitab The New International Version – NIV, frase “Segala sesuatu halal bagiku” dituliskan di antara tanda kutip.  Bahasa Gerikanya tidak memiliki tanda kutip.  Apa yang para penterjemah NIV sedang kemukakan kepada kita? (Komentar Eksposisi Alkitab – The Bible Exposition Commentary (di antara komentar lainnya) menjelaskan bahwa “Segala sesuatu halal bagiku” adalah ujaran yang lazim di Korintus – kota tempat tinggal orang-orang yang  disurati Paulus.  Paulus sementara mengulangi sebuah ujaran yang lazim, bukan apa yang ia percayai.)

1.      Apa jawaban Paulus terhadap “Segala sesuatu halal bagiku?” (Menariknya, Paulus tidak mengatakan “Itu bohong.”  Gantinya, ia menambahkan bahwa bukan semuanya bermanfaat bagi kita dan beberapa perkara bisa berujung menjadi tuan kita.)

2.      Frase apa lagi yang dicantumkan di antara tanda kurung di dalam 1 Korintus 6:12-13? (NIV mencantumkan “Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan” di antara tanda kutip.)

1.      Artinya apa? (Artinya bahwa perut kita didesain untuk makan. Semacam (tapi berlawanan) dengan ungkapan logika, “Jika Allah bermaksud agar kita merokok, Ia akan menciptakan kita dengan cerobong asap.”)

2.      Poin apa yang dibuat oleh ungkapan bangsa Korintus ini?  (The Bible Exposition Commentary menerangkan bahwa orang-orang Korintus sedang membahas sex. Sebagaimana alamiahnya makan, mereka berargumen bahwa tubuh kita diciptakan untuk berhubungan sex – dan karenanya adalah kehendak Allah bahwa kita memuaskan dorongan ini dan menggunakan tubuh kita sebagaimana Allah telah mendesainnya.)

1.      Apakah argumen ini terdengar sekarang kini?  (Betul sekali.  “Allah menciptakan saya seperti ini, jadi apa yang saya lakukan adalah apa yang Ia inginkan.”)

3.      Baca 1 Korintus 6:13-15. Apa pemikiran Paulus mengenai argumen bahwa desain tubuh kita membuktikan bahwa kita secara alamiah diciptakan untuk sex tanpa batasan? (1. Paulus mengingatkan mereka bahwa penghakiman sedang mendatangi:  Allah akan membinasakan baik perut dan makanan. 2. Penciptaan tubuh kita menunjukkan bahwa kita dimaksudkan untuk melayani Allah.  Paulus mengingatkan kita bahwa Yesus telah melepaskan kita dari dosa dan memberikan hidup kekal bagi kita.)

4.      Mari lanjutkan.  Baca 1 Korintus 6:15-17.  Topik apa yang sementara dibicarakan Paulus tatkala ia mengatakan tubuh kita adalah “anggota Kristus” dan bait? (Paulus sedang membahas percabulan.)

1.      Pusatkan pada ayat 16.  Poin historis apa yang diangkat Paulus? (Paulus mengingatkan kita (Kejadian 2:4; Matius 19:5) bahwa Allah menciptakan sex, dan Ia juga memberi kita instruksi bagaimana penggunaannya.  Sex itu unik di mana hidup direproduksi.)

1.      Tengok kembali 1 Korintus 6:14,17.  Mengapa Paulus berbicara mengenai membangkitkan Yesus (dan kita) dari kematian dan kita disatukan dengan Yesus? Apa hubungannya hidup baka dengan percabulan? (Sex adalah cara di mana manusia memberikan hidup.  Paulus mengingatkan kita bahwa sebagai orang Kristen, Yesus telah memberi kita hidup baru.  Logikanya adalah demikian:  Mengapa saudara mau bersatu untuk hidup baru dengan pelacur, sementara saudara sudah disatukan dengan Yesus untuk hidup baka? Kedua konsep tersebut secara fundamental berseberangan.)

3.      Menyerangi Bait:  Percabulan

1.      Baca 1 Korintus 6:18-20.  Ketika Paulus mengingatkan bahwa tubuh kita adalah bait bagi Roh Kudus, apakah ia sedang membicarakan jogging, menjadi gemuk, merokok, minum atau mengenakan sabuk pengaman? (Tidak.  Paulus mengatakan bahwa “setiap dosa lain” adalah di luar tubuh.  Satu-satunya dosa melawan tubuh kita adalah percabulan.  Tinjauan kita atas konteks dari ayat-ayat ini dengan jelas menunjukkan bahwa Paulus sedang membicarakan percabulan.)

 

1.      Saya kerap bertanya-tanya mengapa gereja begitu keras dalam soal perselingkuhan.  Kebanggaan, arogansi, keserakahan akan membuat saudara aman-aman saja di bangku gereja, tapi berselingkuhlah dan saudara akan dipecat dari gereja.  Apakah hal itu tepat?  (Ya.  Paulus menetapkan percabulan sebagai dosa kategori khusus.  Hal itu merusak proses hidup baru.  Gantinya memelihara proses ini untuk “istri (suami) masa mudamu,” kita membaginya dengan seorang asing.  Hal ini terutama sekali melukai hati Allah karena Ia memberi kita hidup baru dan Ia “diam” di dalam kita.)

2.      Jika saudara adalah Setan, dan saudara tahu bahwa percabulan amat sangat melukai Allah, godaan apa yang akan saudara tekankan?

1.      Sementara saudara memandang dunia sekeliling, seberapa kuat desakan amoralitas?

3.      Perhatikan bagaimana 1 Korintus 6:18 diawali.  Dikatakan “jauhkahlah” dari percabulan.  Bagaimana, sebagai hal praktis, akan saudara terapkan nasehat tersebut dalam hidup saudara?

4.      Karena saya meyakini “kebenaran dalam ajaran,” ada dua poin tentang 1 Korintus 6:18 yang saya perlu bagikan.  Bahasa Gerika dengan tepat telah menterjemahkan “Setiap dosa yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya” berlawanan dengan “setiap dosa lain.”  Bagaimanapun, saya pikir terjemahan yang kita gunakan dengan tepat telah mencantumkan kata “lain,”  karena itulah makna yang Paulus tuliskan.  Kedua, sebagian kecil komentator meyakini bahwa awal dari ayat ini adalah suatu contoh lain dari Paulus yang mengutip ungkapan populer bangsa Korintus.  Jika betul bahwa “setiap dosa [lain] yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya” adalah sebuah ujaran bangsa Korintus, dan bukan pandangan Paulus, maka hal itu akan sungguh mendiskonto kesimpulan kita bahwa keamanan dan kesehatan adalah perkara praktis, bukan soal moral.  Saya menyinggung pandangan minoritas ini sekedar agar pembaca dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang cukup.  Menurut hemat saya pandangan minoritas tersebut salah.

2.      Baca Matius 15:16-20.  Yesus mengatakan bahwa percabulan timbul dari hati – dan sepertinya membandingkannya dengan apa yang masuk ke dalam tubuh.  Apakah ada konflik antara ajaran Yesus dan ajaran Paulus? (Tidak.  Yesus sepakat dengan Paulus bahwa dosa, secara umum, bukanlah tentang tubuh.  Yesus mengatakan bahwa sumber dari percabulan adalah pikiran kita.  Paulus menambahkan bahwa itu adalah satu-satunya dosa melawan tubuh kita.)

3.      Kali berikut jika seseorang mengingatkan saudara bahwa tubuh saudara adalah “bait Allah” ketika ia membicarakan diet, kesehatan, kebugaran, sabuk pengaman, etc., apa yang akan saudara katakan?  (Mereka perlu lebih banyak belajar Alkitab! (Kita semua juga, bukan?) Diet, kesehatan, kebugaran, sabuk pengaman adalah buah pikiran yang hebat, tapi hal-hal tersebut bukanlah masalah “bait” yang dibahas Paulus dalam 1 Korintus 6

4.      Bait Orang Lain

1.      Dalam 1 Korintus 10 Paulus menuliskan bahwa orang-orang Korintus harus menetapkan hati mereka pada perkara-perkara yang benar.  Satu hal yang harus mereka hindari adalah penyembahan berhala.  Mari kita ambil nasehat Paulus dengan membaca 1 Korintus 10:23-24.  Paulus kembali mengulangi pernyataan lazim bangsa Korintus ini, tapi ia menambahkan elemen baru pada apa yang ia ajarkan dalam 1 Korintus 6.  Elemen baru apakah ini?  (Bahwa dalam memutuskan perbuatan apa yang berterima kepada kita, kita perlu memikirkan dampaknya bagi sesama orang Kristen.)

2.      Baca 1 Korintus 10:25-27.  Paulus berkata bahwa orang-orang Korintus tidak perlu khawatir apakah daging yang mereka beli atau disajikan kepada mereka ketika bertamu sudah dipersembahkan kepada berhala.  Mengapa? (Paulus sebelumnya telah mengatakan bahwa berhala itu nonsens 1 Korintus 10:19-20), dan karenanya kita tidak perlu khawatir daging tersebut telah dipersembahkan sebagai korban bagi berhala.  Allahlah pemilik semua daging – bukannya berhala.)

3.      Baca 1 Korintus 10:28-29.  Hati nurani siapa yang dilindungi?  (Hati nurani orang lain.)

1.      Prinsip apa yang Paulus ajarkan kepada kita? (Bahwa meskipun kita tahu bahwa tindakan tertentu tidaklah dosa, kita harus menghindar diri dari melakukannya di hadapan orang lain yang berpikir bahwa tindakan tersebut adalah dosa.)

4.      Baca 1 Korintus 10:31-33.  Menurut Paulus, apa hubungannya makan dan minum dengan dosa? (Ia mengemukakan bahwa apabila kita memutuskan apa yang harus kita makan dan minum, faktor utamanya adalah apa dampaknya bagi sesama orang Kristen.)

1.      Adakah “makan … atau … minum … untuk kemuliaan Allah” suatu ajaran tentang diet dan kesehatan? (Tidak. Itu adalah soal memberi perhatian pada pandangan sesama orang Kristen.)

5.      Sobat, Allah meminta kita untuk menjaga tubuh kita bebas dari percabulan.  Akankah saudara memutuskan untuk menjauhkan diri dari dosa ini?

5.      Penggalian Berikutnya:  Tuhan atas Pekerjaan Kita

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: