Pelajaran 8: Tuhan atas Sumber Daya Kita

Tuhan atas Sumber Daya Kita

(Lukas 12, 1 Timotius 5)

Kehidupan Rohani – Mengalami Yesus Kristus sebagai Tuhan:  Pelajaran 8

 

Copr. 2005, Bruce N. Cameron, J.D.  Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain.  Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran.  Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian

 

Pendahuluan:  Tatkala membaca judul seperti “Tuhan atas Sumber Daya Kita,”  kita berpikir:  “Oh tidak, lagi-lagi himbauan untuk memberikan lebih banyak uang.”  Setia kepada Allah bukanlah sekedar ihwal uang (meski sebenarnya merupakan bagian darinya), itu menyangkut semua karunia dan talenta kita.  Mari selami pelajaran kita dan lihat apa kata Allah soal sumber daya kita!

 

1.      Perkataan Kita

1.      Baca Lukas 12:8-9.  Menurut saudara apa artinya “mengakui” Yesus?

1.      Apa yang Yesus janji akan dilakukanNya jika kita mengakui Dia di hadapan orang lain?  (Kita mempunyai gambaran ini dalam Ibrani 8 tentang Yesus berdiri bagi kita di sorga.  Ia menjadi pengantara mewakili kita sebagaimana Imam Besar menjadi pengantara atas nama bangsa Israel pada Hari Raya Pendamaian.)

1.      Jika Yesus menjadi Pengantara mewakili kita di sorga, apa yang diajarkan tentang hal yang Ia inginkan dari kita ketika Ia berujar bahwa kita harus “mengakui” Dia di hadapan orang lain?  (Sebagian dari “tugas” kita dalam kehidupan adalah menyatakan Yesus sebagai sumber dari kuasa rohani dan sumber dari keselamatan kita.  Kita perlu mengakui apa yang Yesus telah dan sedang lakukan untuk kita.)

2.      Akankah mengakui Yesus menyangkut lebih dari perkataan kita?

1.      Jika saudara mengatakan, “ya, menyangkut lebih dari perkataan,”  hal apa lagi yang terkait?

2.      Akankah hal itu menyangkut tidak hanya apa yang kita katakan, tapi bagaimana kita mengatakannya?

2.      Kepunyaan Kita

1.      Baca Lukas 12:15.  Sejauh mana pernyataan itu berlaku dalam hidup saudara?

2.      Baca Lukas 12:16.  Apa yang menjadi sumber dari panen yang bagus?  (Alkitab menunjuk tanah sebagai sumbernya, bukannya si petani.)

1.      Apa sumber dari uang saudara?  Sejauh mana “salah saudara” sehingga saudara memiliki uang?  (Sebuah buku menarik, The Bell Curve, mengungkapkankan bahwa pekerjaan saudara adalah indikator dari kepintaran saudara.  Pekerjaan-pekerjaan yang memberi pendapatan tinggi umumnya dipegang oleh orang-orang yang pintar.)

1.      Kendali apa yang kita punyai atas kepintaran kita?  (Tak ada, bila yang dibicarakan adalah kepintaran yang diwariskan.  Seperti petani dalam perumpamaan ini, banyak dari kekayaan keluarga tidak berada dalam kendali kita.)

3.      Baca Lukas 12:17-19.  Apa yang salah dengan rencana petani ini?

1.      Salahkah membangun lumbung yang lebih besar untuk menyimpan panen yang melimpah?

2.      Salahkah memikirkan masa pensiunan kita nanti?

3.      Salahkah hidup dengan tenteram?

4.      Salahkah makan, minum dan bersuka ria?

4.      Baca Lukas 12:20.  Apakah petani ini bodoh karena menyiapkan hari esok namun berakhir dengan meninggal pada malam itu?

1.      Apa yang menggusarkan Allah di sini?  Atau, adakah Allah sekedar mengatakan bahwa hidup itu tak dapat ditebak?

5.      Baca Lukas 12:21.  Apa saran saudara yang seharusnya dilakukan oleh petani ini untuk menjadi kaya di hadapan Allah?  (Kesalahan dari petani ini adalah memikirkan dirinya sendiri ketika ia memikirkan apa yang akan dilakukannya dengan harta miliknya.  Kematian petani ini menunjukkan betapa sia-sianya harta milik.)

6.      Dalam Lukas 12:22-28, Yesus mengajarkan bahwa Allah memelihara kita jadi kita tidak perlu cemas akan hari esok.  Allah akan memelihara kita.  Baca Lukas 12:29-30.  Apa artinya “jangan mempersoalkan” apa yang akan kita makan atau minum?

7.      Baca Lukas 12:30-31.  Apakah kita dijanjikan untuk memperoleh kekayaan materi?

1.      Jika demikian, apakah ini berlaku hanya di surga? (Sepertinya memiliki kecukupan di dunia juga dijanjikan.)

8.      Baca Lukas 12:32-34.  Apakah Yesus mengatakan agar hari ini kita (artinya saudara) menjual harta milik kita dan memberikannya kepada orang miskin?

1.      Akankah kita lantas jadi miskin?

2.      Baca Kisah 2:44-45.  Adakah gereja mula-mula mengikuti nasehat Yesus?

1.      Apakah umat Kristen mula-mula menjual segala kepunyaan mereka?

9.      Baca Kisah 2:46.  Apa yang ayat ini katakan tentang sejauh mana mereka menjual segala kepunyaan mereka?  (Kepunyaan utama mereka, rumah mereka, tidak dijual.  Tidak tampak oleh saya bahwa Yesus mengatakan agar kita menjual segala yang kita punyai.  Ia memberitahu kita agar rela menjual kepunyaan kita untuk mempercepat kerajaanNya.)

1.      Buku Word Pictures in the New Testament  [Gambaran Kata dalam Perjanjian Baru], mengarahkan perhatian kita kepada masa depan dari umat Kristen di Yerusalem ini yang hidup berkomuni.  Baca Roma 15:25-26.  Sepertinya para orang kudus di Yerusalem memiskinkan diri untuk mana Paulus senantiasa memintakan dukungan dari umat Kristen non-Yahudi.

10.  Akan sangat menolong jika membaca keseluruhan pasal dari 2 Korintus 9.  Latar belakangnya adalah sebuah permintaan lagi untuk menolong orang-orang kudus yang miskin di Yerusalen.  Mari fokus pada 2 Korintus 9:6-9.  Apa kewajiban kita untuk menjual kepunyaan kita menurut Paulus?  (Allah tidak memaksa kita untuk menjual barang milik kita.  Rupa-rupanya Paulus berkata bahwa jika hati kita selaras dengan kehendak Allah, kita akan sedia memberi untuk mempercepat kerajaanNya.  Hasil dari sikap memberi ini adalah bertambahnya berkat-berkat bagi kita.)

11.  Surat Paulus kepada Timotius memberinya nasehat praktis dalam men-supervisi jemaat di Epesus.  Mari kita baca nasehat Paulus soal kewajiban orang Kristen terhadap janda-janda miskin.  Baca 1 Timotius 5:3-4 dan 1 Timotius 5:7-8.  Apa barisan pertama dari dukungan bagi orang tua yang miskin?  (Keluarga langsung.)

12.  Baca 1 Timotius 5:9-11.  Prinsip apa yang kita dapati di sini ihwal memberi uang kita kepada orang miskin?  (Paulus nampaknya mengajarkan bawa memberikan uang non-darurat kepada orang miskin, sekedar karena mereka miskin, adalah salah.  Gantinya sekedar menyerahkan uang, kita perlu memikirkan kehidupan orang tersebut.  Dalam 1 Timotius 5:11-15 Paulus menasehatkan kita untuk memikirkan dampak dari dukungan kita bagi kehidupan rohani dari orang yang kita tolong.)

13.  Baca Imamat 19:9-10.  Apa yang ayat ini ajarkan kepada pemilik ladang?  (Pemilik hasil ladang berhak atas yang terbaik dari yang ditanamnya.  Namun, ia tidak berhak sampai butir terakhir.  Dari keberlimpahannya, ia perlu meninggalkan sedikit untuk orang miskin dan orang asing.)

1.      Bagi mereka yang mengetahui sedikit mengenai bertani, jenis tanaman apa yang tumbuh di pinggir ladang?  (Di hari-hari saya sebagai anak lelaki yang senang memetik buah beri, saya perhatikan bahwa bagian pinggir ladang kurang produktif adanya.)

1.      Apakah ada prinsip Alkitabiah yang dapat ditarik dari fakta tersebut?

2.      Prinsip apa yang diajarkan dalam Imamat 19:9-10 soal menolong orang miskin? (Orang miskin dan orang asing perlu bekerja.  Bukan bekerja untuk menanam atau memanen, tapi mereka harus bekerja untuk mengumpulkan sisa.  Sang pemilik tidak disuruh untuk menuai panen yang tersisa, menaruhnya dalam keranjang, dan mengirimkan keranjang-keranjang itu ke rumah orang miskin.)

14.  Baca Imamat 27:30.  Apa lagi yang Allah tuntut atas kepunyaan kita?  (Allah menghendaki sepersepuluh dari pendapatan kita.)

1.      Baca Bilangan 18:21.  Apa maksud persepuluhan?  (Untuk menyokong mereka yang berada pekerjaan pelayanan.)

15.  Baca Ulangan 26:12.  Sistem persepuluhan dalam kitab Bilangan dan Ulangan mempunyai kompleksitas yang belum saya pahami.  Beberapa komentator menganjurkan ini sebagai persepuluhan “kedua”, dan bukan persepuluhan tahunan yang disebutkan di atas.  Alasan saya untuk menyelidiki ayat ini adalah untuk menentukan apa yang ayat ini ajarkan kepada kita soal hubungan kita dengan orang miskin.  Pelajaran tambahan apa yang kita pelajari di sini?  (Ingat pokok sebelum ini soal orang miskin mempunyai kewajiban untuk bekerja tatkala mengumpulkan sedikit dari ladang sang petani?  Di sini kita temukan instruksi untuk memberikan kepada orang miskin agar mereka memiliki cukup untuk dimakan.)

3.      Waktu Kita

1.      Baca Lukas 12:35-37.  Sumber daya apa yang sedang Yesus bicarakan di sini? (Waktu kita.)

2.      Baca Lukas 12:42-46.  Bagaimana seharusnya kita menggunakan waktu kita menurut anjuran Yesus?  (Dengan produktif.) 

3.      Baca 1 Petrus 4:10-11.  Sumber daya apa lagi, selain perkataan, uang dan waktu yang kita miliki?  Apa kewajiban kita berkenaan dengan sumber daya lain ini?

4.      Sobat, sudahkah engkau menjadikan Allah Tuhan atas sumber dayamu?  Maukah engkau menjadikanNya Tuhan hari ini?

4.      Penggalian Berikutnya:  Tuhan atas Bait Tubuh Kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: