Pelajaran 7: Tuhan atas Hubungan Kita

Tuhan atas Hubungan Kita

(2 Petrus 1, Epesus 5 & 6)

Kehidupan Rohani – Mengalami Yesus Kristus sebagai Tuhan: Pelajaran 7

 

Copr. 2005, Bruce N. Cameron, J.D. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian

 

Pendahuluan: Berapa banyak penyesalan dalam hidup saudara bertalian dengan hubungan yang retak? Berapa banyak sukacita dalam hidup saudara berasal dari hubungan baik? Minggu ini kita mempelajari bahwa memiliki hubungan baik dengan orang lain berasal dari pertumbuhan rohani. Sementara kita bertumbuh secara rohani, kita harus membuat lebih sedikit kesalahan dalam hubungan kita dengan orang lain. Mari terjun ke dalam pelajaran kita!

 

1.      Membangun Hubungan Kita

1.      Baca 2 Petrus 1:1-2. Petrus mengharapkan karunia dan damai bagi mereka yang ia surati. Menurut saudara, apa yang ia maksudkan dengan karunia dan damai? (Komentar dari Adam Clarke mengatakan bahwa ‘karunia’ adalah kemurahan Allah dan ‘damai’ adalah hasil dari kemurahan Allah yang dinyatakan dalam hidup kita lewat berkat-berkat rohani dan badani.)

 

1.      Pengaruh apa yang diberikan oleh hubungan kita dengan orang lain terhadap damai kita?

2.      Baca 2 Petrus 1:3. Apa kata Petrus tentang bagaimana kuasa ilahi sampai kepada kita? (“Oleh pengenalan kita akan Dia.”)

1.      Seberapa pentingkah setia belajar Alkitab? (Sepertinya Petrus mengatakan bahwa mempelajari Alkitab, yang menolong kita memahami Allah lebih baik, adalah saluran oleh mana kuasa ilahi sampai ke dalam hidup kita.)

3.      “Supaya olehnya,” kata Petrus, kita dapat “mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.” Apa maksud “olehnya” yang disebut Petrus? (Lihat kembali 2 Petrus 1:3. Ia sementara merujuk kepada kuasa Allah “yang mulia dan ajaib.”)

1.      Bagaimana kuasa Allah yang mulia dan ajaib menolong tingkah laku kita? (2 Petrus 1:3 mengajarkan bahwa kuasa Allah yang mulia dan ajaib “memanggil kita.” Oleh mempelajari kuasa Allah yang mulia dan ajaib kita ditarik kepada cara hidup yang lebih baik. Ini yang membawa kita kepada titik di mana kita (2 Petrus 1:4) mengambil bagian dalam kodrat ilahi dan luput dari kejahatan di sekeliling kita.)

4.      Baca 2 Petrus 1:5. Sejauh ini, Petrus terdengar agak abtrak dalam ajarannya. Pokok-pokok apa yang ia berikan dalam ayat ini? (Katanya, saudara percaya Yesus? Saudara ingin luput dari kejahatan dunia? Bagus. Cobalah lakukan hal-hal yang baik dan belajar lebih jauh tentang jalah Allah.)

5.      Baca 2 Petrus 1:6. Jika saudara mengunjungi pusat kebugaran untuk melatih otot, mereka akan membawa saudara kepada berbagai peralatan latihan dan memberitahu saudara untuk menggunakan setiap alat untuk memberi manfaat pada bagian tubuh tertentu atau aspek tertentu dari kesehatan saudara. Apakah Petrus menggunakan pendekatan yang sama? (Sepertinya demikian.)

1.      Dapatkah kehidupan Kristen kita ditingkatkan dengan memusatkan pada aspek tertentu dari karakter kita – dan melakukan sedikit “latihan otot karakter?”

1.      Bagaimana hal ini bisa cocok dengan kebenaran oleh iman? (Perhatikan bahwa Petrus memulaikan daftarnya (2 Petrus 1:5) dengan iman. Sebelum sampai pada titik ini, Petrus mengatakan bahwa pengetahuan memberi kita “kuasa ilahi.” (2 Petrus 1:3). Kita mulai dengan kebenaran oleh iman, namun kemudian oleh mengenal Allah lebih baik, kita mengetahui bagian-bagian dari hidup kita yang perlu “dilatih.”)

2.      Oke. Pertama-tama saudara menggunakan peralatan latihan rohani yang membentuk penguasaan diri, lalu alat untuk ketekunan lalu alat untuk kebajikan. Praktisnya, bagaimana saudara akan melakukan hal ini? (Jika kita mempelajari 2 Petrus 1:3-5, Petrus menekankan pengenalan akan Allah dan janji-janji Allah yang akan menolong kita untuk “mengambil bagian dalam kodrat ilahi.” Belajar Alkitab dan Roh Kudus membuat kita siaga terhadap masalah-masalah dalam hidup kita dalam bidang pengendalian diri, ketekunan dan kebajikan. Lalu kita bersandar pada janji Allah untuk membantu kita “menambahkan” kualitas-kualitas ini pada kehidupan kita.)

6.      Baca 2 Petrus 1:7. Hal-hal terakhir apa yang perlu ditambahkan pada kehidupan Kristen kita? (Kasih akan saudara-saudara dan kasih akan semua orang.)

1.      Apa pengaruh kasih akan saudara-saudara terhadap hubungan baik? (Hal itu harus menjadi kunci kepada hubungan baik.)

2.      Pelajaran kita minggu ini adalah tentang menjadikan Allah sebagai Tuhan atas hubungan kita. Apakah Petrus mengatakan bahwa merupakan jalan panjang untuk memiliki hubungan Kristen yang benar dengan orang lain? Apa diperlukan beberapa ciri pembawaan? (Ya, saya pikir demikian.)

1.      Jika saudara memahami Petrus dengan benar, mengapa hubungan yang baik (“kasih akan saudara-saudara dan kasih akan semua orang”) berada pada akhir daftar? (Sebagai contoh, penguasaan diri adalah hal penting bagi memiliki hubungan yang baik dengan orang lain. Melihat dan mengerjakan berbagai aspek dari karakter kita ini seharusnya menjadikan kita lebih toleran dan mengasihi mereka yang belum “melihat terang” atas ketekunan dan kesalehan.)

7.      Baca 2 Petrus 1:8. Apakah saudara sedang putus asa? Akankah kita sanggup memiliki hubungan yang tepat dengan orang lain hanya jika kita sudah dewasa dalam kekristenan? (Jalan memang panjang, tapi kita tidak perlu mengatakan “Saya tidak bisa memiliki hubungan yang baik karena saya belum dewasa dalam kekristenan.” Meskipun Petrus berkata kapada kita untuk “menambahkan” (2 Petrus 1:5) tiap-tiap kualitas ini kepada kualitas yang mendahuluinya, 2 Petrus 1:8 menunjuk kepada pemilikan tiap-tiap kualitas ini “dalam menambahkan ukuran.” Kita tidak hanya harus bermitra dengan Roh Kudus untuk menambahkan ciri pembawaan yang kurang pada kita, kita juga harus berupaya untuk membangun seluruh ciri ini sekaligus. Kasih akan saudara-saudara dan kasih akan semua orang haruslah menjadi tujuan sejak hari pertama. Dalam pusat kebugaran rohani kita, kita harus melatih semua “kelompok otot rohani” ini.)

2.      Hubungan Perkawinan

1.      Baca Kejadian 2:24. Apa makna dari seorang “laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya?”

1.      Apa ini hanya berlaku untuk laki-laki? Haruskah perempuan juga meninggalkan ayah dan ibunya? (Hasilnya adalah “satu daging,” karenanya secara logis, perempuan juga harus meninggalkan orang tuanya.)

2.      Adakah “meninggalkan,” merujuk kepada jarak geografis, hubungan atau keduanya? (Perkawinan tidaklah seperti sepak bola atau gulat beregu. Itu bukanlah olah raga beregu. Laki-laki dan perempuan yang baru menikah haruslah hidup sendiri dan merekonsiliasi perbedaan-perbedaan mereka tanpa “bantuan” dari “regu” keluarga. Jika problema-problema dihadapi oleh pasangan tersebut “satu lawan satu” kedua mereka akan termotifasi untuk berkompromi. Tapi, jika “mama” atau “papa” bergabung dalam perselisihan di sisi “anak” mereka, sang anak tidak akan memiliki alasan untuk berkompromi dan pasangannya (yang sekarang kalah suara) akan menjadi getir. Kasihlah orang tuamu, tapi singkirkan mereka dari perselisihanmu.)

2.      Baca Epesus 5:28. Apa nasihat ini hanya untuk para lelaki? Apa nasihat ini hanya untuk perkawinan? (“Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri” adalah satu dari wawasan ilahi paling penting dalam Alkitab. Ini adalah jenis pengetahuan yang kata Petrus memberi kita kuasa ilahi. Menunjukkan kebajikan dan kasih haruslah dimulaikan dengan pasangan saudara, dilanjutkan dengan keluarga dan meluas kepada orang-orang di sekitar saudara. Jika saudara kasar dan mementingkan diri terhadap pasangan saudara, saudara akan mengalami hal yang sama. Jika saudara baik dan kasih terhadap pasangan saudara, saudara akan mengalami hal yang sama.)

3.      Hubungan Keluarga

1.      Baca Epesus 6:1-3. Apakah ini sebuah instruksi untuk patuh pada semua orang tua? (“Orang tua” di sini memiliki penyebut penting: “di dalam Tuhan.” Ini mengasumsikan kemungkinan adanya orang tua yang tidak saleh dan anak-anak yang saleh. Dalam situasi ini, jika orang tua memberikan perintah yang bertentangan dengan perintah Tuhan, penurutan tidak dibutuhkan.)

1.      Mengapa anak-anak penurut akan lebih panjang umur dan mempunyai kehidupan yang lebih baik dari pada anak-anak yang tidak menurut? (Orang tua yang dijelaskan di sini memiliki dua keuntungan penting dalam hidup. Pertama, mereka memiliki pengertian tentang kehendak Allah. Kedua, mereka memperoleh manfaat dari pengalaman. Karena orang yang saleh mengasihi anak-anaknya, mereka akan memberi anak-anaknya arahan yang dimaksudkan untuk menjadikan kehidupan anak-anaknya lebih baik.

1.      Sudahkan saudara melihat kebenaran dari ayat ini dijalankan dalam kehidupan orang lain? (Saya senantiasa melihat hal ini. Anak-anak penurut memiliki kehidupan yang lebih baik dan tidak banyak tekanan.)

2.      Baca Epesus 6:4. Kewajiban apa yang diletakkan di atas orang tua? (Mengajar dan menjadi teladan kehendak Allah.)

1.      Bagaimana orang tua yang saleh membuat gusar anak-anaknya? (Oleh melangkah melampaui kehendak Allah. Ulangan 4:2 adalah sebuah contoh di mana Allah memberitahu pengikut-pengikutnya untuk tidak menambahi atau mengurangi perintah Allah. Orang tua perlu mengajarkan seluruh instruksi Allah kepada anak-anaknya, tapi jangan coba-coba menjadikan keinginan pribadi sebagai tuntutan Allah.)

4.      Hubungan Masyarakat

1.      Baca Ulangan 5:21 dan Ulangan 23:25. Apa yang ayat-ayat ini ajarkan soal hak milik pribadi di dalam masyarakat?

2.      Baca Kisah 2:41-45. Bagaimana orang Kristen mula-mula memperlakukan milik pribadi?

 

1.      Adakah garis yang bisa ditarik antara ayat2 dalam buku Ulangan dan tindakan yang dicatat dalam buku Kisah? (Orang miskin tidak memiliki klaim pribadi atas kepunyaan orang kaya. Namun, hati yang bertobat ‘tidak erat’ menggenggam harta milik.)

  1.  
    1. Sobat, kita telah pelajari bahwa jika saudara ingin meningkatkan hubungan dengan orang lain, saudara perlu meningkatkan pengenalan dan hubungan dengan Allah. Sediakah saudara mengikat diri untuk belajar firman Allah tiap hari?

  1. Penggalian Berikutnya: Tuhan atas Sumber Daya Kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: