Pelajaran 6: Tuhan atas Doa Kita

Tuhan atas Doa Kita

(Mazmur 103, Roma 8, Yohanes 14, 1 Yohanes 5)

Kehidupan Rohani – Mengalami Yesus Kristus sebagai Tuhan:  Pelajaran 6

 

Copr. 2005, Bruce N. Cameron, J.D.  Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain.  Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran.  Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian

 

Pendahuluan:  Bila saya akan membawakan sanggahan di hadapan seorang hakim,  saya ingin mengetahui beberapa hal mengenai hakim tersebut.  Bagaimana sikap sang hakim terhadap pengacara?  Bagaimana sikap sang hakim terhadap kasus-kasus sejenis?  Bagaimana kira-kira keringanan yang sang hakim akan berikan kepada klien saya?  Minggu ini pelajaran kita adalah tentang doa.  Allah yang bagaimana yang kita hampiri?  Bagaimana sikapnya terhadap kita?  Bagaimana kira-kira keringanan yang akan Ia berikan kepada kita?  Apa yang telah dijanjikanNya?  Mari kita selami dan temukan!

 

1.      Sikap Allah Terhadap Kita

1.      Baca Mazmur 103:11.  Seberapa besarkah kualitas yang mendasari sikap Allah terhadap kita? (Kasihnya besar bagi kita.)

1.      Apakah kasih Allah sama bagi semua orang?  (Mazmur mengatakan bahwa bagi orang yang takut akan Dia, Allah memiliki kasih yang khusus.)

2.      Baca Mazmur 103:13.  Semasa remaja di bangku sekolah,  saya mempunyai seorang guru Alkitab yang menceritakan tentang orang-orang yang berbalik kepada Allah sebagai hasil dari kecelakaan mobil yang mengerikan.  Hal itu membuat saya sedikit cemas soal bagaimana kira-kira kasih Allah dimainkan dalam hidup saya.  Apa yang ayat ini ajarkan kepada para orang tua tentang sikap Allah?  (Jika saudara orang tua yang mengasihi, maka saudara akan yakin bahwa Allah akan memperlakukan saudara sebagaimana saudara memperlakukan anak-anak saudara.  Ini memberi saya sejumlah besar penghiburan tatkala saya teringat pada pelajaran “kecelakaan mobil”)

3.      Baca Mazmur 103:14.  Apa bagian penting dari pengasihan Allah terhadap kita? (Ia tahu bahwa kita manusia.  Sebagian dari pengasihan kita terhadap anak-anak kita timbul karena kita tahu mereka lemah dan tanpa pengalaman.)

4.      Baca Amsal 3:11-12.  Apa yang termasuk dalam pengasihan Allah terhadap kita? (Disiplin.)

1.      Mengapa Allah mendisiplin kita?  (Ia mengasihi kita dalam cara yang sama seperti seorang “ayah kepada anak yang disayangi.”)

2.      Pernahkah saudara berpikir bahwa Allah menyayangi saudara?

3.      Apa kewajiban kita jika kita didisiplin?  (Kita perlu memiliki sikap yang benar terhadap hal itu.  Kita perlu ingat bahwa Allah lakukan hal ini karena kasihnya kepada kita.  Kita harus menarik pelajaran dan tidak marah.)

 

5.      Baca Roma 8:28.  Apa tujuan Allah bagi hidup kita?  (Bekerja untuk kebaikan kita.)

1.      Apa yang seharusnya menjadi tujuan hidup kita?  (Mengasihi Allah dan menjawab “maksud”  Allah bagi hidup kita.)

6.      Baca Roma 8:31-32.  Apa yang pernah Allah lakukan yang membuat kita yakin akan kasihNya dan kerelaanNya memberi?  (Allah menyerahkan PutraNya bagi kita. Ini menerangkan berapa besar sikapNya terhadap kita.)

1.      Kita berhenti sejenak.  Baru saja kita pelajari bahwa Allah mempunyai hubungan “Bapa/anak” dengan kita.  Pikirkan apa yang terjadi dengan AnakNya sendiri.  Haruskah saya kembali mencemaskan cerita guru Alkitab saya mengenai “kecelakaan mobil berbuahkan keselamatan?

2.      Yesus Pengantara Kita

1.      Baca Roma 8:33-34.  Mengapa Yesus mati bagi kita?  (Jawaban lebih lanjut adalah bahwa Yesus membayar penalti bagi dosa kita agar kita tidak perlu membayar penalti tersebut.)

1.      Apa peran Yesus bagi kita?  (Ia Pengantara kita)

2.      Apa peran Setan? (“Setan” adalah jawaban tak tertulis atas pertanyaan “Siapakah yang akan menghukum?”)

1.      Sementara saudara memikirkan peran Allah dan peran Setan, di sisi manakah saudara ingin berada?

2.      Roma 8:34 menyatakan bahwa Yesus berada di sebelah kanan Allah dan menjadi Pengantara bagi kita.  Apa yang hal ini ajarkan kepada kita soal doa kita?  (Kita memiliki seorang wakil yang sangat hebat yang bekerja untuk kita dalam hal menghampiri Allah.)

3.      Baca Roma 8:35.  Apa yang Allah janjikan dan apa yang Allah tidak janjikan bagi mereka yang takut padaNya?  (Ia berjanji bahwa kita tidak akan dipisahkan dari kasihNya.  Namun (sayangnya) saya dapati bahwa konteks dari pernyataan ini adalah kemungkinan adanya “penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang!”)

1.      Jika kita berdoa agar penindasan, kesesakan, dst dihalau dan ternyata tidak, apakah itu berarti Yesus tidak mengasihi atau peduli lagi terhadap kita? (Roma 8:35 menyatakan bahwa memikul masalah-masalah ini tidak memisahkan kita dari kasih Yesus.)

4.      Baca Yohanes 14:12-14.  Bagaimana seharusnya kita berdoa?  (Yesus mengajar kita berdoa “dalam namaNya.”)

1.      Selama bertahun-tahun, saya kerap diminta berdoa pada acara makan siang hari Natal di organisasi tempat saya bekerja.  Karena peka terhadap rekan kerja Yahudi, saya terkadang tidak menggunakan nama Yesus dalam doa.  Apakah oke-oke saja tidak menggunakan nama Yesus dalam doa, dan hanya berdoa kepada Allah, karena kita tahu bahwa Yesus itu Allah?  (Saya bergumul dengan apa yang harus saya lakukan, tapi saya pikir ayat ini jelas bahwa saya harus selalu berdoa dalam nama Yesus.  1 Timotius 2:5 mengatakan bahwa hanya ada satu penengah di antara Allah dan manusia.)

3.      Apa Yang Didoakan

1.      Roma 8:35 menyiratkan bahwa kita bisa memikul berbagai masalah sekalipun di hadapan kasih Allah.  Yohanes 14:14 adalah sebuah janji langsung dari mulut Yesus bahwa Dia akan melakukan apapun yang kita minta dariNya.  Mengapa kita harus melalui problema jika Yesus berjanji bahwa doa kita kepadaNya akan dikabulkan?

1.      Pernahkah saudara berdoa dan berdoa dan doa saudara tidak dijawab?  Bagaimana mungkin hal ini terjadi dengan adanya janji dalam Yohanes 14:14?

2.      Mari kita teliti ayat-ayat yang menuntun kita kepada janji ini.  Baca Yohanes 14:11-13.  Apa yang Yesus sudah “perbuat”? (Mujizat-mujizat.)

1.      Apa maksud mujizat-mujizat tersebut?  (Untuk menunjukkan hubungan antara Yesus dan Allah.)

2.      Apa janji Yesus kepada kita dalam Yohanes 14:12?  (Bahwa dengan iman, kita juga dapat membuat mujizat.)

3.      Alasan apa yang Yesus berikan dalam Yohanes 14:13 untuk mengabulkan permohonan kita? (Agar Ia dapat memuliakan Allah.)

4.      Apa yang konteks ini ajarkan kepada kita soal janji Yesus untuk melakukan apa saja yang kita minta dalam doa? (Mujizat Yesus dimaksudkan membawa kemuliaan bagi Allah, menolong orang lain dan menyatakan bahwa Yesus adalah Allah.  Kebanyakan dari doa kita adalah untuk diri kita sendiri, dan barangkali lebih banyak kaitannya dengan memberi kemuliaan bagi diri kita bukannya bagi Allah.)

5.      Mengapa kita tidak mendapati banyak mujizat sekarang ini?  Jika Yesus berjanji bahwa kita dapat “melakukan bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar” daripada yang dilakukanNya, mengapa kita tidak dapat membangkitkan orang mati dan menyembuhkan orang sakit?  Mengapa kita harus bersandar pada doa dan pengobatan modern?

1.      Apa sebagian dari masalah adalah karena lalai meminta?

2.      Baca 1 Yohanes 5:14-15.  Ayat ini mengulangi frase tentang berdoa kepada Allah untuk “apa saja yang kita minta,”  tapi, memuat batasan atas apa yang kita minta.  Apa batasan itu?  (Bahwa kita meminta “menurut kehendakNya.”)

1.      Apa batasan tersebut tersirat dalam janji Yesus dalam Yohanes 14:14?  (Saya pikir iya.  Kalau tidak, alasan yang mungkin atas pertanyaan mengapa kita (saya) tidak sanggup menyembuhkan orang sakit tanpa bantuan pengobatan modern adalah: a. Kurangnya iman; b. Janji yang gagal ditepati; atau c. Janji tersebut diberikan kepada para murid, bukan kepada kita.)

3.      Baca Markus 14:35-36.  Pertimbangkan ayat-ayat ini.  Dalam Yohanes 14:14 Yesus berkata “meminta sesuatu” dalam 1 Yohanes 5:14 kita baca “meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya,” dan dalam Markus 14:36 Yesus berdoa “janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.”  Akankah seorang Kristen yang dewasa selalu berdoa “Kehendak Allah, bukan kekendakku?”

1.      Akankah kedewasaan jadi soal – karena bagaimanapun Allah hanya akan melakukan kehendakNya?  (Kita baca cerita di Perjanjian Lama di mana Allah mengabulkan hal-hal yang Allah katakan bertentangan dengan kekendakNya.  Sebagai contoh, kisah 1 Samuel 8 tentang Israel yang menginginkan, dan mendapatkan, seorang raja berlawanan dengan kehendak Allah.)

4.      Ingat cerita dalam Matius 17 tentang seorang anak yang dirasuk setan?  Para murid coba mengusir setan, tapi gagal.  Yesus tiba dan sang ayah membawa si anak kepada Yesus untuk disembuhkan.  Matius 17:17-20.  Apa penjelasan atas kegagalan para murid untuk menyembuhkan?  (Terlalu sedikit iman.  Jawaban paralel terdapat dalam Markus 9:28-29.  Yesus berkata masalahnya adalah kurangnya doa.  Sepertinya para murid terlalu bersandar pada diri sendiri dan tidak cukup bersandar pada kuasa Allah.)

1.      Jika tidak cukup bersandar pada kuasa Allah adalah suatu sebab mengapa doa kita tidak dijawab, apa hubungannya hal ini dengan tunduk kepada kehendak Allah dalam doa kita?  (Jika kita memiliki iman mutlak dan percaya kepada Allah, mengapa kita berdoa untuk hal lain bukannya agar kehendakNya yang jadi?  Apapun yang Yesus janjikan kepada kita dalam Yohanes 14:14, sepertinya bodoh sekali kalau kita meminta sesuatu di luar kehendak Allah.)

5.      Sobat, Allah yang peduli kepada kita dalam cara yang sama seperti orang tua mengasihi anaknya, mengundang kita untuk datang padanya untuk pertolongan.  Akankah saudara mempercayaiNya oleh mencari tahu kehendaknya lewat doa?

4.      Penggalian Berikutnya:  Tuhan atas Hubungan Kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: