Pelajaran 12: Tuhan atas Pelayanan Kita

Tuhan atas Pelayanan Kita

(Yohanes 13, Markus 10, Lukas 10, 1 Korintus 12)

Kehidupan Rohani – Mengalami Yesus Kristus sebagai Tuhan: Pelajaran 12

 

Copr. 2005, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian

 

 

Pendahuluan: Apakah Allah memanggil kita untuk melayaniNya dalam segala sesuatu yang kita perbuat? Sikap yang bagaimana yang Allah ingin kita tunjukkan dalam pekerjaan kita? Apa yang, secara khusus, harus kita lakukan? Apakah setiap anggota jemaat memiliki peran dalam jemaat? Mari jelajahi apa yang Alkitab ajarkan soal pelayanan!

 

1.      Berkat dalam Pembasuhan

1.      Baca Yohanes 13:1-3. Apa yang Yesus ketahui saat ini?

1.      Jika saudara tahu bahwa saudara sudah datang dari surga dan akan segera kembali ke surga, sikap apa yang akan saudara tunjukkan?

1.      Sikap apa yang saudara tunjukkan kepada umat manusia? (Saya tahu bahwa saya anggota kerajaan yang agung. Saya sementara mengunjungi ras (spesis?) yang lebih rendah. Kini saatnya untuk bergabung dengan mahluk surga sebagai pemimpin mereka.)

2.      Baca Yohanes 13:4-5. Ayat 4 dimulaikan dengan kata “lalu.” Bagaimana bisa membasuh kaki orang lain (pekerjaan paling rendah) secara logis dihasilkan dari kesimpulan bahwa Yesus adalah Allah Surga yang Agung dan Ia segera akan kembali ke rumahNya? (Dalam cara berpikir kita, hal itu tidak masuk akal sama sekali. Tidak ada kaitan secara logis.)

3.      Baca Yohanes 13:6-8. Apakah Petrus pantas protes? (Sudah tentu. Dari sudut pandang dunia, Yesus tidak seharusnya membasuh kaki Petrus.)

4.      Baca Yohanes 13:8-9. Mengapa kini Petrus berubah dari “tidak” ke basuh seluruh tubuhku? (Tiba-tiba terbit dalam pikiran Petrus bahwa ini bukanlah soal membersihkan kakinya. Ini soal kemitraan dengan Yesus. Dalam hal ini, Petrus ingin dibasuh sebersih-bersihnya. Ia ingin bermitra penuh dari Yesus.)

5.      Baca Yohanes 13:12-15. Apa maksud pembasuhan kaki murid-murid oleh Yesus? Apakah itu soal membasuh kaki? Apakah itu soal kemitraan? (Yesus menegaskan statusNya sebagai Tuhan dan Guru, tapi Ia mengatakan bahwa Ia sedang memberikan suatu teladan pelayanan bagi mereka.)

6.      Baca Yohanes 13:16-17. Alasan logis apa yang Yesus berikan bagi orang Kristen (dan para pemimpin Kristen) agar memiliki sikap jenis ini dalam pelayanan? (Saudara mungkin seorang pemimpin, saudara mungkin penting, tapi saudara tidak lebih baik dari Yesus. Karena Ia rela melakukan hal ini, kita harus rela melakukan hal tersebut. Sebagai tambahan, Yesus berkata bahwa ada berkat dalam melakukan tindakan rendah hati.)

2.      Layanan Kepemimpinan

1.      Baca Markus 10:35-37. Apa sikap Yakobus dan Yohanes sebelum Yesus membasuh kaki mereka? (Mereka menginginkan kedudukan tertinggi.)

2.      Baca Markus 10:41. Sikap apa yang dimiliki murid-murid yang lain sebelum Yesus membasuh kaki mereka? (Mereka memiliki sikap yang sama – semua ingin memiliki kedudukan paling penting.)

3.      Baca Markus 10:42-45. Ketika Yesus menjelaskan soal basuh kaki yang dilakukanNya, Ia mengatakan “Kamu tidak lebih baik dari Aku, jadi kamu harus rela melakukan hal ini juga.” Itu tidak cukup menjadi sebuah penjelasan logis atas alasan untuk memiliki sikap ini. Penjelasan logis apa yang Yesus utarakan di sini? (Sangat mirip dengan alasanNya sebelumnya. Yesus mengatakan bahwa Ia datang ke sini untuk melayani. Kita harus memiliki sikap yang sama. Namun, Yesus menerangkan bahwa aturan “dunia” tidak berlaku di gereja.)

1.      Logika apa yang saudara temukan dalam perintah Yesus soal sikap kita terhadap kepemimpinan gereja?

2.      Jika saudara melihat seorang pemimpin yang memiliki sikap pelayanan, bagaimana pengaruh hal tersebut kepada saudara? (Bertahun-tahun yang lalu, saya sedang berada di kamar mandi kantor dengan atasan saya. Ada yang sembrono meninggalkan tisu di lantai. Sikap saya adalah bahwa saya tidak akan pernah membuang tisu di lantai, tapi saya tidak sudi memungut sampah yang ditinggalkan orang sembrono tadi. Lagipula, kami telah menggaji orang untuk membersihkan kamar mandi. Atasan saya membungkuk, memungut tisu tersebut, dan membuangnya di kotak sampah. Saya terkesan dengan contoh yang ditunjukkannya, sehingga mulai saat itu saya senantiasa melakukan hal yang sama.)

4.      Baca Markus 2:15-16. Jawaban apa yang saudara akan berikan kepada orang Parisi, berdasarkan apa yang kita sudah baca sejauh ini? (Jika kita memiliki sikap “superior” sementara coba menjangkau orang lain bagi Kristus, kita tidak akan berhasil. Saya pikir hal ini menunjukkan kepada kita logika yang sebenarnya di balik contoh “pemimpin-hamba” yang diperkenalkan Yesus. Sikap superior, “Saya yang berwewenang”, tidak efektif untuk menuntun orang lain kepada kerajaan atau untuk menuntun orang lain kepada kebenaran yang lebih agung.)

5.      Baca Markus 2:17. Apakah orang Parisi orang benar? Jika tidak, mengapa Yesus mengatakan hal ini? (Mari baca tiga ayat ini. Roma 3:10, Roma 3:20 dan Matius 23:27-28. Jika saudara memiliki sikap bahwa saudara orang benar, Yesus tidak akan mengundang saudara. Saudara tidak membutuhkanNya. Tatkala Yesus mengatakan bahwa Ia datang untuk menolong orang sakit, saya pikir maksudNya adalah Ia datang untuk mereka yang merasakan kebutuhan akan keselamatanNya. Sikap hamba, bukanlah sekedar suatu sikap bagi kepemimpinan di dalam jemaat, itu adalah suatu sikap yang kita semua perlukan bagi keselamatan kita.)

3.      Keseimbangan dalam Pelayanan

1.      Baca Lukas 10:38-40. Mana dari kedua perempuan ini yang paling mewakili pendekatan saudara dalam pelayanan?

1.      Apakah Marta pantas mengajukan keberatan? Benarkah bahwa beberapa pimpinan dalam jemaat kerja berlebihan, sementara anggota lain duduk-duduk saja tanpa melakukan bagian mereka?

2.      Baca Lukas 10:41-42. Mengapa Yesus ijinkan Maria duduk-duduk saja? (Yesus memberitahukan kita bahwa “berkarya” di jemaat tidak boleh membuat kita mengabaikan hubungan kita dengan Yesus. Hubungan lah yang lebih penting.)

4.      Metoda Pelayanan

1.      Baca 1 Korintus 12:27. Berapa banyak anggota jemaat yang mempunyai bagian untuk dijalankan dalam pekerjaan? (“Masing-masing” kita mempunyai bagian.)

2.      Baca 1 Korintus 12:7. Berapa banyak dari kita dapat memiliki karunia dari Roh Kudus untuk membantu kita melayani jemaat? (Lagi-lagi, “tiap-tiap orang” dikaruniai “untuk kepentingan bersama.”)

3.      Baca 1 Korintus 12:8-10. Sementara saudara memeriksa karunia-karunia ini, apa saudara menemukan karunia saudara?

4.      Baca 1 Korintus 12:28. Sementara saudara memeriksa daftar tugas-tugas dalam jemaat ini, mana yang menjadi tugas saudara?

5.      Baca 1 Korintus 12:11 dan 1 Korintus 12:29-30. Mengapa Paulus memberi amaran ini? (Kita tidak boleh berharap bahwa kita akan memperoleh semua karunia ini. Kita tidak boleh iri jika kita tidak memiliki karunia yang dimiliki oleh orang lain. Tujuan kita adalah untuk menemukan karunia yang Allah berikan kepada kita dan menggunakan karunia tersebut.)

6.      1 Korintus 12:31. Apakah ini merupakan ijin untuk iri akan karunia orang lain?

1.      Jika tidak, apa maksud Paulus? Apakah karunia-karunia ini berubah-ubah? Mungkinkah memperoleh karunia baru sejalan dengan berlalunya waktu? (Pastilah mungkin untuk memperoleh karunia baru, jika tidak Paulus tidak akan menuliskannya.)

7.      Sobat, Allah telah memberikan kepada saudara karunia dan peran untuk dijalankan di jemaat. Sudahkah saudara menggunakan apa yang telah dikaruniakan kepada saudara untuk melayani orang lain? Apakah sikap saudara tepat soal menjadi pemimpin di jemaat? Atau, apakah saudara ingin menjadi seorang pemimpin hanya untuk kemuliaan diri sendiri? Maukah hari ini saudara menetapkan untuk menggunakan karunia saudara untuk melayani orang lain?

5.      Penggalian Berikutnya: Raja atas segala Raja dan Tuhan atas segala Tuan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: