Pelajaran 11: Tuhan atas Ibadah Kita

Tuhan atas Ibadah Kita

(Keluaran 20, Yohanes 4, Wahyu 14, 2 Samuel 6)

Kehidupan Rohani – Mengalami Yesus Kristus sebagai Tuhan:  Pelajaran 11

 

Copr. 2005, Bruce N. Cameron, J.D.  Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain.  Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran.  Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian

 

Pendahuluan:  Apa makna menyembah Allah?  Suatu pemikiran? Suatu ungkapan lahiriah?  Dapatkah kita terlalu “terhanyut” dalam penyembahan? Apa yang memotivasi kita untuk beribadah? Gaya penyembahan telah membawa perpecahan di beberapa gereja.  Dosakah bila mengkritik gaya beribadah orang lain? Mari loncat ke dalam pelajaran Alkitab kita dan temukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini!

 

1.      Alasan untuk Menyembah

1.      Baca Keluaran 20:4-6.  Seberapa pentingkah penyembahan? (Baik perintah pertama maupun kedua dari Sepuluh Hukum menyangkut penyembahan kepada Allah.)

1.      Alasan apa yang Allah berikan di sini untuk menyembahNya? (Allah menyatakan bahwa ada 2 golongan manusia.  Orang-orang yang membenciNya dan orang-orang yang mengasihiNya.  Allah mengkaitkan penyembahan dengan kasih kita kepadaNya.  Mengasihi Allah merupakan hal timbal balik: Allah mengasihi saudara dan saudara mengasihiNya.  Jika kasih Allah bagi saudara menghasilkan kasih dan penurutan saudara kepadaNya, Allah akan mengasihi saudara dan keturunan saudara.)

2.      Baca Mazmur 95:6-7.  Pemazmur mengatakan bahwa motif untuk menyembah Allah kita adalah karena kita adalah “umat gembalaan-Nya.” Apa maksud menggembalakan orang? Apakah seperti ungkapan “dilepas di padang rumput?” (Bila saudara menggembalakan ternak, saudara akan menempatkan mereka di sebuah tempat yang aman di mana tersedia makanan dan air.  “Umat gembalaan” adalah orang-orang dalam pemeliharaan Allah.  Satu alasan mengapa kita menyembah Allah adalah karena pemeliharaanNya atas kita.)

3.      Baca Wahyu 4:10-11.  Ini adalah pemandangan dari ibadah di surga.  Apa alasan menyembah Allah disebutkan di sini? (Bukan hanya karena Allah menciptakan kita, tapi Ia tetap menjaga hidup kita.)

4.      Baca Wahyu 5:11-12.  Ini adalah pemandangan surgawi lainnya.  Alasan tambahan apa lagi yang kita punyai untuk beribadah kepada Allah? (Ia telah menghidupkan kehidupan yang sempurna, dan mati ganti kita, dengan demikian memberikan kita kesempatan untuk hidup baka dan surga.  Sungguh sebuah alasan yang dahsyat untuk memuji dan menyembah Yesus!)

5.      Baca Wahyu 14:6-7.  Apa Injil yang kekal itu? (Menyembah Allah adalah bagian dari Injil yang kekal.  Ini bukanlah “perjanjian lama” yang tidak Allah tidak lagi harapkan.  Allah kembali memberikan otoritasNya sebagai Pencipta sebagai alasan untuk menyembah.)

6.      Allah memberi kita banyak alasan untuk menyembah Dia.  Haruskah Ia memberi kita alasan untuk menyembahNya?

1.      Jika tidak, mengapa Ia melakukan hal itu? (Allah bisa saja berkata Saya menuntut penyembahan, tapi Ia tidak melakukan hal tersebut.  Itu memantulkan kasih dan pemeliharaan Allah bagi kita hingga Ia menjelaskan kepada kita alasan-alasan untuk menyembahNya.)

2.      Saat untuk Menyembah

1.      Baca Keluaran 20:8-11.  Alasan apa yang Allah berikan kepada kita untuk menjaga kesucian hari SabatNya? (Bahwa Ia menciptakan dunia dalam enam hari dan berhenti pada hari yang ketujuh.)

1.      Pelajari kembali Wahyu 14:7.  Bagaimana “injil yang kekal” bahwa kita harus menyembah Allah dihubungkan dengan Sabat? (Kedua hal ini terhubung dengan azas umum bahwa Allah adalah Pencipta kita.  Sabat adalah saat menyembah yang khusus untuk menyembah Allah sebagai Pencipta kita.) 

2.      Beberapa hari lalu saya membaca (lagi-lagi) serangan terhadap pemeliharaan Sabat.  Artikel tersebut terang-terangan mengakui bahwa di Alkitab tidak ada perintah untuk beribadah pada hari selain Sabat.  Diakui bahwa gereja tidak mempunyai wewenang untuk merubah perintah Allah.  Argumen baru adalah bahwa di bawah perjanjian baru kita sekarang ini sedang hidup di zaman ‘Sabat” dan kini kita bebas untuk memilih hari apapun yang kita inginkan untuk beribadah.  Untuk sejenak anggaplah bahwa semua ini betul.  Dengan melihat sifat alamiah dari penyembahan, hari apa yang akan saudara pilih untuk diasingkan khusus untuk memuliakan Allah?  (Sifat alamiah penyembahan adalah untuk mengagungkan Allah bukan diri saya.  Mempertimbangkan hal ini, saya akan memilih hari yang Ia sarankan bagi saya untuk beribadah, hari yang merefleksikan otoritasNya sebagai Pencipta saya!  Memilih hari lain sepertinya berlawanan dengan intuisi untuk menyembah Pencipta kita.)

3.      Cara Menyembah

1.      Apa artinya menyembah Allah “dalam kebenaran?” (Baca Yohanes 14:6.  Yesus berkata bahwa Ia adalah kebenaran.  Saatnya “sudah tiba sekarang” tatkala peribadatan kita dipusatkan kepada Yesus gantinya sistem pengorbanan di kaabah Yerusalem yang semata menunjuk kepada Mesias yang akan datang.)

1.      Apa yang hal ini kemukakan tentang filosofi yang mengatakan bahwa semua jalan menuju surga? Semua pandangan yang dipegang dengan tulus adalah sama berterima di mata Allah? (Allah mengatakan bahwa “kebenaran” adalah bagian penting dari penyembahan.)

2.      Lihat kembali Yohanes 4:23-24. Apa artinya menyembah Allah dalam “roh?” (Baca Yohanes 16:13-15.  Yesus setidaknya sedang membicarakan Roh Kudus.  Roh Kudus menolong kita dalam penyembahan kita untuk lebih memahami Allah dan kehendakNya bagi kita.)

3.      Bagaimana dengan ibadah saudara:  Apakah berpusat pada Kristus dan dipenuhi Roh?

4.      Pemahaman saya soal ibadah yang “dipenuhi Roh” adalah bahwa Roh Kudus menuntun pikiran kita kepada pengertian yang lebih baik tentang Allah.  Bagi sebagian orang, ibadah yang “dipenuhi Roh” berarti menjadi semacam kegaduhan yang bagi orang lain tidak diterima sebagai penyembahan.  Apa ada gaya penyembahan yang diterima dan tidak diterima? 

5.      Baca 2 Samuel 6:13-16.  Raja Daud sementara membawa kembali Tabut Allah (simbol kehadiran Allah) ke Yerusalem.  Orang-orang menyembah Allah dengan terus menerus mengorbankan hewan (setiap enam langkah) sementara sang Raja menyembah dengan menari-nari “di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga” dan “meloncat-loncat serta menari-nari di hadapan TUHAN.”  Pernahkan saudara melihat penyembahan yang lebih heboh dari itu?

6.      Baca 2 Samuel 6:20.  Michal adalah istri Raja Daud.  Istri saya senantiasa memberi umpan balik atas khotbah-khotbah saya dan biasanya ia memiliki pemikiran yang hebat.  Dalam segala loncatan Daud kelihatannya Mikhal menganggap bahwa loncatan dan tarian Daud yang mengenakan “baju efod dari kain lenan” (2 Samuel 6:14) terlalu vulgar bagi raja.  Setujukah saudara?

7.      Baca 2 Samuel 6:21-22.  Apa yang Raja Daud ajarkan kepada kita mengenai perbincangan soal apakah ibadah haruslah bergengsi?  (Sepertinya gengsi kita bukanlah perkara yang harus jadi pertimbangan kita.)

8.      Baca 2 Samuel 6:23.  Apa hasil dari kritikan Mikhal terhadap gaya penyembahan Daudh yang tidak bergengsi?  (Ia tidak penah memperoleh anak.  Ia adalah putri dari mantan Raja Saul dan kini menjadi istri pertama Daud.  Jika ia mempunyai putra, putranya ini akan mempunyai hak atas tahta – yang mana akan meningkatkan gengsi sang ibu.)

1.      Apa yang hal ini ajarkan kepada kita soal mengkritik gaya tertentu dari peribadatan? (Saya pikir kemandulan Mikhal melambangkan kemandulan Roh bagi mereka yang suka mengkritik gaya antusiasme dalam peribadatan.  Mereka yang suka mengkritik ibadah yang gegap gempita harus berhati-hati.)

9.      Baca Mazmur 150.  Bandingkan pujian dan penyembahan yang dilukiskan di sini dengan pujian dan penyembahan di gereja saudara.  Bagaimana perbandingan mereka?

10.  Sobat, Allah telah memberi kita semua alasan untuk menyembahNya.  Ia mengharapkan kita untuk menyembahnya dalam Roh dan dalam kebenaran.  Maukah saudara membuka hati bagi kesukacitaan dari ibadah yang sejati?

4.      Penggalian Berikutnya:  Tuhan atas Pelayanan Kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: