Sama-Sama

SAMA-SAMA

 

Pak Soleman, yang belum ini diangkat sebagai ketua jemaat, marah-marah setelah melihat rekening telepon bulan ini yang jauh melonjak. Diapun mengadakan rapat keluarga dengan memanggil semua orang dalam rumah untuk membahas soal ini. Termasuk Inem, sang PRT (pembantu rumah tangga).

“Kita harus perketat pemakaian telepon rumah karena rekening bulan ini naik sampai dua kali lipat,” katanya. “Padahal saya lebih sering menggunakan telepon di kantor.”

“Saya juga selalu memakai telepon di tempat kerja,” kata istrinya, staf administrasi di sebuah pabrik garmen.

“Saya juga begitu,” kata Anton dan Santi hampir bersamaan. “Kami hanya pakai telepon genggam inventaris kantor.” Keduanya adalah karyawan bagian pemasaran di bank yang berbeda.

Sekarang semua mata tertuju kepada Inem. Sadar bahwa dirinya yang harus bertanggungjawab atas melonjaknya rekening telepon rumah, sambil tertunduk PRT yang memang hobi mengobrol di telepon inipun berkata pelan:

“Seperti yang lain-lain juga, saya hanya memakai telepon milik tempat kerja saya…”

 

(Pesan moral: Pola berpikir “tidak mau rugi” sering menjebak banyak orang untuk secara “tak sengaja” berlaku tidak  jujur di tempat kerja. Ketidakjujuran bisa dari yang paling sederhana dengan memanfaatkan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi, sampai korupsi dan komersialisasi jabatan. Namun, sebagai umat Tuhan integritas pribadi adalah harga mati. Seperti Paulus, “Sebab itu aku senantiasa untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia” Kisah Para Rasul 24:16.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: