Tempat Cari Duit, Internet Salah Satunya

Cari Uang di Internet
Tempat Cari Duit, Internet Salah Satunya

.

Ilustrasi Uang 2 (VIVANews/ Anhari Lubis)

Beberapa teman saya memanfaatkan internet sebagai mesin pencari duit. Beberapa membuka warung, tempat jualan barang, di internet. Contohnya si A. Dia sengaja bikin situs web pribadi buat jualan gadget. Saya termasuk salah satu pelanggan yang numpang jualan barang di situsnya itu. Paling nggak, sudah ada satu barang yang saya titip untuk dijual di situ. Lumayan.

Kawan yang lain, si B, memanfaatkan Multiply untuk jualan foto khas pemandangan Indonesia, hasil buruannya jalan-jalan keliling nusantara. Awalnya sih cuma mau majang foto, kata dia. Tapi tiba-tiba, ada bule yang kepincut sama pemandangan kota Bandung yang macet, dan pengin beli fotonya. Akhirnya, jadilah dia kini berbisnis sampingan, jualan foto. Lumayan, satu foto bisa laku seharga 20 dolar AS. Dan biasanya, si B bisa menjual 5 foto sekaligus untuk satu orang. Wah, bujang tajir.

Lain lagi cerita si C. Kawan saya yang satu ini, doyan beli domain. Tiap ada nama domain unik yang lucu dan menjual singgah di otaknya, mampirlah dia ke situs penjual domain. Duitnya banyak banget, mungkin ya! Ah, tapi nggak juga, beli domain nggak menuntut banyak duit kok. Bermodal 100 ribu perak pun kita sudah bisa punya domain sendiri.

Lanjut tentang si C. Sehabis beli domain, dia cari layanan hosting gratisan di internet. Aksesnya lelet sedikit, nggak apa-apa, yang penting dia punya situs web yang hidup. Sekarang, dia lagi demen menambah trafik di situs web “iseng-isengnya.” Caranya dengan memposting topik-topik hot di situs-situsnya–ada yang khusus teknologi, ada yang khusus gosip-gosip selebritis. Wah, pokoknya teman saya yang satu itu keren banget, deh!

Sekarang, trafik di situs-situsnya sudah lumayan tinggi. Ugh, tinggi banget malah, apalagi kalau dibandingkan dengan tong sampah saya. Akhirnya, dia pasang Google Adsense di situs-situsnya itu. Nggak punya rasa nggak tega, dimintanya teman-temannya yang selalu terkoneksi dengan internet untuk mengklik link Adsense yang nampang di situs-situsnya. Lumayan, buat cari duit tambahan, katanya. Kalau dia makin kaya gara-gara hits dan Google Adsense di situsnya, itu juga berkat teman-temannya.

Saya pikir, seharusnya, saya bisa seperti teman-teman saya itu, ya. Tapi, mungkin saya bukan jenis orang yang bisa fokus dengan beberapa pekerjaan sekaligus. Jadi, prioritas saya ya untuk pekerjaan yang memang menghasilkan duit yang nyata rupanya, dan kalau bisa dalam tempo yang cepat, meskipun nggak harus banyak.

Saya pernah membeli sebuah domain, tapi akhirnya domain itu malah jadi sia-sia, nggak terurus, nggak ada konten. Sumber inspirasi yang oke untuk disulap jadi artikel menarik memang banyak, tapi waktu yang cukup untuk menyulapnya jadi artikel yang menarik itu yang nggak saya miliki. Buktinya blog saya, sudah lama nggak terurus. Niat untuk mengganti tampangnya jadi lebih keren saja selalu batal dengan alasan: (sok) sibuk.

Hai kawan, saya kasih tau ya. Jangan meniru saya–niat beli domain cuma di awal, tapi nggak mau ngurus. Percaya deh, internet itu selain sumber ilmu, juga sumber duit dan teman, pastinya! Apalagi sekarang, makin banyak cara menarik trafik ke situs. Contohnya nih, Google baru mengumumkan layanan sosial Google Friend Connect. Friend Connect ini, singkat kata, memungkinkan pemilik situs web untuk menambah fungsi sosial di situsnya seperti fungsi registrasi user, posting pesan dan komentar, dan fungsi mengirim undangan. Caranya gampang, cukup memasukkan sederet kode ke dalam skrip situsnya (seperti memasukkan kode untuk bikin shoutbox, misalnya).

Logikanya, aplikasi menarik di situs web atau blog–sama halnya seperti konten–akan menarik pengunjung untuk mampir ke sana. Situs atau blog yang bagus nggak bikin orang bosan untuk mampir berkunjung lagi. Pun situs atau blog yang bagus bakal menarik untuk dipromosikan orang. Big traffic, big money.

Eits, sekarang layanannya belum dibuka untuk umum sih. Tapi pemilik situs atau blog yang kebelet pengin nyicipin Google Friend Connect bisa mendaftar untuk masuk daftar tunggu Google. Saya sempat kepengin mendaftarkan blog ini, tapi begitu diminta untuk mengisi jumlah hits per hari dan jumlah unique visitor-nya, saya jadi nggak pede.

Ah, sekarang saya mau serius mengelola situs web ah! Demi pensiun muda. Mana tau di usia 35 tahun saya sudah mencapai financial freedom. Hahaha, bahkan langit pun nggak bisa membatasi kita untuk bermimpi, bukan?

Restituta Ajeng Arjanti
langit-jingga.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: