Sabun & Sejarahnya

SABUN DAN SEJARAHNYA

Salah satu kebutuhan pokok manusia sehari-hari yang sangat diperlukan selain makan, minum dan perumahan, ialah sabun. Kita sekalian di Indonesia telah membiasakan diri untuk mandi paling tidak dua kali sehari, yaitu pada waktu pagi dan sore hari; dan tentu saja mandi itu terasa sangat kurang lengkap jikalau tidak ada sabun sebagai alat pembersih tubuh kita.

 
Ada pepatah yang mengatakan:”Dekat dengan sabun berarti dekat dengan kebersihan.” Bahkan nilai sabun bagi orang-orang Yunani sangat tinggi seperti tercermin dalam ucapan mereka: “Dekat dengan kebersihan, dekan dengan kedewaan.” Puisi-puisi yang dikarang oleh pujangga kuno Humerus memberikan gambaran yang jelas tentang kebersihan di kalangan orang-orang Yunani purba ini. Para pahlawan Yunani tidak mau berangkat ke medan perang sebelum mereka membersihkan tubuhnya dengan sejenis minyak ramuan atau sejenis lotion pembersih yang dibuat dari sejenis tumbuh-tumbuhan tertentu yang dicampur dengan minyak yang berbau harum yang diambil dari bahan buah-buahan tanaman tersebut.

 
Diantara beberapa jenis tumbuh-tumbuhan yang dapat dipakai dalam pembuatan sabun di zaman dahulu, yang juga masih dipakai pada zaman ini ialah: kemenyan, dan kayu mur, sejenis cemara yang dianggap suci oleh Dewa Venus dalam mitologi Yunani. Bahan-bahan tersebut sangat terkenal pada masa dua/tiga ribu tahun yang lalu dan selalu dipakai sebagai bahan campuran untuk membuat sabun. Pada masa kejayaan kerajaan Romawi kuno, tempat-tempat pemandian sudah sangat terkenal dan tersebar di berbagai penjuru negeri. Puing-puing bekas bangunan pemandian baik umum maupun milik-milik pribadi menunjukkan betapa mewahnya tempat-tempat itu.Biasanya orang-orang zaman itu memakai sabun wangi dan parfum untuk melengkapi mandinya.

 
Pembuatan sabun secara besar-besaran diduga merupakan karya orang-orang Punisia. Hal ini dinyatakan dalam tulisan pujangga kuno Plinius, tetapi umumnya masih bersifat industri rumah saja yang belum menjadi pabrik khusus. Baru pada abad ke-13 orang mulai mendirikan pabrik-pabrik sabun, mula-mula di Italia kemudian di Perancis dan disusul dengan negara Inggris. Dalam perkembangannya industri sabun di kota Venesia-Italia menjadi sangat menonjol dan produksinya langsung diawasi oleh negara. Untuk masa sekarang ini maka produksi sabun dari Peancis merupakan suatu jenis sabun yang sangat disukai di seluruh dunia. Sudah sejak ribuan tahun yang lalu manusia mengenal sabun dan mengerti akan faedahnya yang besar untuk membersihkan tubuh manusia. Dewasa ini kalau saudara melihat di toko-toko maka akan saudara jumpai berbagai jenis merk sabun, dari yang murah sampai yang mahal.
 
Manusia mengerti bahwa tubuhnya yang kotor karena keringat, debu dan kotoran-kotoran lainnya dapat dibersihkan kembali dengan sabun yang halus dan wangi. Tetapi bagaimanakah dengan kotoran-kotoran, debu-debu yang melekat dalam jiwa kita? Yang saya maksudkan ialah bagaimana dengan perbuatan-perbuatan dosa yang pernah kita perbuat, baik dengan perkataan/perbuatan ataupun dengan pikiran, itu seolah-olah melekatkan debu ke dalam batin dan jiwa kita.
 
Mungkin orang lain tidak mengetahui dosa yang saudara perbuat, tetapi hati nurani kita cukup jujur untuk membisikkan bahwa itu adalah salah, itu adalah dosa. Lalu kita mencoba untuk mendiamkan saja hal ini, dan mendesak perasaan dosa ini, atau kita mencoba menghibur diri atau bahkan berpura-pura suci. Tetapi meskipun demikian, dosa itu tetap ada di dalam jiwa kita. Lalu apakah kita akan mengambil sabun wangi yang mahal lalu kita mandi 10 kali sehari seraya menggosok tubuh kita sebersih-bersihnya? Sabun itu memang akan membersihkan tubuh dan membuat tubuh kita menjadi harum baunya. Tetapi sabun itu sama sekali tak berdaya untuk membersihkan, menghapus dosa-dosa yang telah kita perbuat.
 
Apakah dosa itu akan kita hapus dengan berbuat amal sebanyak-banyaknya? Amal itu memang baik, tetapi dosa saudara tetap ada di sana, mengendap bagaikan debu yang kotor dalam batin dan jiwa kita. Alkitab menyatakan bahwa ada satu jalan yang perlu ditempuh manusia dalam hal ini. Tuhan Yesus telah datang ke dunia untuk menanggung dosa umat manusia, termasuk dosa saudara dan saya. Bukan itu saja. Tuhan Yesus juga menyatakan bahwa Ia bersedia megnampuni dosa-dosa manusia betapa pun besarnya dosa itu. Tanpa pengampunan maka dosa itu tetap ada di dalam jiwa saudara. Pengampunan bekerja bagaikan sabun rohani, yang membersihkan jiwa kita dari segala dosa, debu kekejian yang masih melekat. Kita akan dibersihkan dan disucikan kembali oleh karunia pengampunan Tuhan Yesus Kristus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: