Takut Berbohong

TAKUT BERBOHONG

 

            Tomi, seorang bocah berumur empat tahun, diminta ibunya untuk berdoa saat hendak makan malam.  Beberapa jenis makanan sudah terhidang, termasuk sayur kangkung yang sangat tidak disukainya.

            Sebagaimana biasa dia akan menanyakan kepada ibunya nama tiap masakan yang tersaji di atas meja lalu mendoakannya satu demi satu. Lalu anak kecil itupun mulai berdoa:
            “Terimakasih Tuhan untuk ayah, ibu, dan kakak-kakakku yang baik. Juga opa dan oma yang menyayangi kami. Sekarang kami mau makan Tuhan, terimakasih untuk nasi, rendang telur, ikan goreng, sayur asem, buah mangga, air minum, dan…” doanya terhenti sejenak.

            Semua terdiam menunggu ketika terdengar dia berbisik kepada ibunya yang duduk di samping: “Mama, kalau Tomi bilang terimakasih juga untuk sayur kangkung itu, apakah Tuhan tahu kalau Tomi berbohong?”

 

(Pesan moral: Kanak-kanak sering diidentikkan dengan kepolosan, remaja diasumsikan dengan kenakalan, orang muda disimbolkan dengan kebebasan, orang dewasa dikategorikan dengan kemapanan, dan orang tua dianalogikan dengan kearifan. Setiap masa dalam rentang kehidupan mengandung maknanya sendiri. Seperti kata rasul Paulus, “Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata…merasa…berpikir seperti kanak-kanak…sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.” 1Korintus 13:11.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: