Supir Bego

SUPIR BEGO 

 

      Dua orang ketua jemaat, sebut saja A dan B, mengobrol santai di lapangan golf. Seperti pola yang umumnya berlaku di kota besar, mereka adalah juga bos di perusahaan tempat kerja masing-masing. Obrolan mereka sekitar—maaf, bukan tentang kegiatan jemaat—tapi perihal ketololan supir masing-masing.

      A memanggil supirnya. “Parno, nih duit Rp. 100.000,- Kamu pergi ke showroom sekarang, beli mobil Kijang LX tahun 2008, automatic!”

      “Baik, pak.” Dengan patuhnya Parno menuruti perintah majikannya, tanpa bertanya.

      “Lihat tuh, disuruh beli mobil baru bawa uang seratus ribu mau aja dia,” gerutu A.

      “Oh, itu belum seberapa. Supir saya lebih goblok lagi,” ujar B sambil memanggil supirnya. “Aming, kamu pulang ke rumah sekarang. Cari tahu apakah saya sudah berangkat atau belum!”

      “Baik, tuan.” Tanpa banyak cingcong Aming langsung pamit.

      “Benar-benar tolol! Apa dia nggak sadar kalau anda ada di sini?” tukas A sambil menggeleng. B hanya angkat bahu.

Sementara itu kedua supir, Parno dan Aming, ketemu di lapangan parkir. Sambil siap-siap mau berangkat keduanya mengomeli majikan masing-masing.

      “Bos saya bego amat,” ketus si Parno. “Masa’ ngasih saya uang Rp. 100.000,- suruh beli mobil Kijang baru. Ini ‘kan hari Minggu, mana ada sorum (maksudnya: showroom) yang buka?”

      “Sama, bos saya juga bego!” kesal si Aming. “Cuma mau cari tahu kalau dia ada di rumah nyuruh saya pulang, padahal dia bawa hape (maksudnya: handphone), ‘kan bisa telpon langsung!” 

 

(Pesan moral: Antara “kekacauan logika” dengan “kegilaan” kadang bedanya amat tipis. Gawatnya, sesekali keadaan demikian terjadi juga di gereja. Ketika meneriakkan kehendaknya sendiri, segelintir orang tampak seakan telah mengalami erosi roh Kristiani maupun akal sehatnya. Memang benar, “perkataan orang berhikmat yang didengar dengan tenang lebih baik daripada teriakan orang yang berkuasa di antara orang bodoh” Pengkhotbah 9:17.) 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: