Supaya Tahu

SUPAYA TAHU

 

            “Sayang, aku sekarang sedang dalam perjalanan pulang,” kata seorang suami kepada istrinya melalui telpon genggam. “Dan saya mengajak seorang teman untuk makan malam di rumah.”

            “Apa? Kamu gila ya?” sergah istrinya. “Hari ini aku belum sempat belanja, rumah lagi berantakan, pakaian kotor menumpuk, piring-piring bekas sarapan dan makan siang saja belum sempat dicuci. Lagian malam ini aku lagi malas!”

            “Aku sudah tahu semua itu.”

            “Lalu, kenapa kamu pake ngajak teman segala untuk makan malam di rumah?”

            “Aku mau dia ngebuktiin sendiri.”

            “Bukti apaan?”

            “Soalnya,” jelas sang suami, “temanku si lelaki dungu ini ngotot mau nikah. Katanya dia jadi bersemangat karena melihat aku sudah menikah!”

 

(Pesan moral: Salomo berkata, “Istri yang cakap adalah mahkota suaminya, tetapi yang membuat malu adalah seperti penyakit yang membusukkan tulang suaminya.” Amsal 12:4. [Terjemahan “cakap” dalam versi King James ialah “excellent” atau terbaik.] Tak ada istri yang sempurna, memang; demikian pula, tak ada suami yang ingin tulang-tulangnya menjadi busuk akibat ulah istrinya—terkecuali suami yang dungu.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: