Setengah

SETENGAH

 

            Dalam suatu rapat majelis jemaat salah seorang anggota yang terkenal berlidah tajam dan gampang marah mendadak naik pitam pada saat perbincangan suatu agenda.

            “Memang dari dulu saya sudah tahu, setengah dari anggota majelis ini adalah orang-orang munafik!” ketusnya dengan suara tinggi.

            Tentu saja para anggota majelis lainnya tidak terima dengan tudingan yang kasar itu. Terjadi sedikit kegaduhan dan beberapa orang menuntut agar dia menarik kembali kata-katanya tadi.

            “Saudara ketua, saya minta dia menarik perkataannya tadi atau dikeluarkan dari rapat ini!” tukas salah seorang anggota dengan sengit.

            Anggota majelis yang pemarah itu tampak seperti menyadari keteledorannya. Lalu dia berkata dengan nada rendah:

 “Baiklah, saudara-saudara, saya meralat perkataan saya tadi. Maksud saya adalah: Setengah dari anggota majelis ini BUKAN orang-orang munafik!”

 

(Pesan moral: Tentu saja, menambahkan kata “bukan” pada pernyataan sebelumnya selain tidak mengubah makna juga terkesan mempertegasnya. Munafik memang sifat paling memalukan, dan tak seorangpun rela dituding demikian—sekalipun faktanya memang begitu. “Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan…” [1Petrus 2:1]; “Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya” [Yakobus 1:8].)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: