Salah Mengerti

SALAH MENGERTI?

 

Karena nakalnya, hari itu Sami dihukum ibu tidak boleh bermain di luar rumah. Setelah beberapa waktu mendekam di dalam kamar, Sami tak tahan lagi mendengar keriuhan teman-temannya yang asyik bermain. Dia lalu menghampiri ibunya di dapur.

“Mama, barusan aku berdoa sendirian di kamar,” kata Sami.

“Oh, bagus itu,” sahut ibunya. “Kalau kamu berdoa meminta Tuhan menolong kamu supaya tidak nakal, pasti doamu terkabul.”

“Aku tidak berdoa supaya Tuhan menolong aku tidak nakal lagi,” papar Sami.

“Jadi, kamu berdoa untuk apa?”

“Aku berdoa supaya Tuhan menambahkan lagi kesabaran kepada ibu.”

“Hukuman kamu ditambah menjadi tiga hari tidak boleh bermain di luar rumah. Pergi sekarang ke kamarmu!” tukas ibunya dengan jengkel.

 

(Pesan moral: Sifat memperdayai orang lain merupakan sifat bawaan manusia berdosa. Bahkan dengan mempergunakan dan merekayasa hal-hal yang rohani dan sakral demi kepentingan diri sendiri. Dalam menilai motif seseorang, rumus Alkitabiah ini berlaku: “Rancangan orang benar adalah adil, tujuan orang fasik memperdaya.” Amsal 12:5.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: