Salah Alamat

SALAH ALAMAT

 

      Karena menerima tugas baru di kota lain, seorang pendeta memboyong keluarganya dan menempati rumah dinas pendeta lama yang digantikannya.

      Untuk memudahkan petugas pos, pikirnya, dia menuliskan namanya yang ditempelkan pada kotak surat di depan rumah.

      Setelah lewat tiga bulan surat-surat untuk pendeta lama yang digantikannya masih saja berdatangan, dia menambah catatan di bawah namanya pada kotak surat itu:

      “Tukang pos, harap hentikan pengantaran surat-surat yang salah alamat ke kotak surat ini. Terimakasih!”

      Beberapa hari kemudian ketika hendak membuka kotak surat itu dia menemukan tulisan tambahan yang berbunyi:

      “ Pak, saya selalu mengantar surat ke alamat yang tepat. Mungkin bapak yang menempati alamat yang salah!” 

 

(Pesan moral: Seorang pekerja Tuhan kerap merasa seperti ditempatkan di jemaat yang “salah” ketika mengalami kegagalan. Tapi terkadang kegagalan itu akibat dari tidak berlangsungnya dengan mulus apa yang disebut “transfer of know-how”—karena terlalu angkuh untuk belajar dari keberhasilan maupun kegagalan orang lain. Padahal, “sebagaimana baja mengasah baja, begitu pula manusia belajar dari sesamanya” Amsal 27:17, BIS.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: