Kekayaan & Soal Makan

KEKAYAAN DAN SOAL MAKAN

 

            Konon, kecenderungan orang miskin selalu bertanya, “Besok mau makan apa?”

            Ketika dia menjadi cukup kaya pertanyaannya akan berubah menjadi, “Besok mau makan di mana?”

            Tatkala kehidupannya semakin berhasil dan dia bertambah kaya, pertanyaannya adalah, “Besok mau makan seperti siapa?”

            Sewaktu kekayaannya terus menumpuk, pertanyaan di hatinya ialah, “Besok mau makan dengan siapa?”

            Manakala kekayaannya kian berlimpah-limpah maka pertanyaan yang akan muncul dalam benaknya adalah, “Besok mau makan siapa?”

 

(Pesan moral: Kekayaan dan kekuasaan sering tampil sebagai dua saudara kembar identik yang hampir selalu berjalan berdampingan. Tidak menjadi soal siapa yang lahir lebih dulu dan siapa yang lahir kemudian—atau mana yang datang lebih dulu, kekayaan atau kekuasaan. Sayangnya, keduanya sering memiliki reputasi yang buruk karena kerap dijadikan alat untuk menindas gantinya menolong orang lain. Homo homini lupus, manusia adalah serigala bagi sesamanya. Karena itu, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung daripada kekayaannya itu,” pesan Yesus dalam Lukas 12:15.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: