Kecerdasan

KECERDASAN

 

“Ayah, kata nenek aku anak pintar,” celoteh seorang bocah kepada ayahnya.

“Memang kamu anak pintar,” jawab sang ayah.

“Kalau begitu, kepintaran aku asalnya dari siapa? Dari ayah atau ibu?”

            “Pasti itu dari ibumu,” sahut ayah.

            “Dari ibu? Bagaimana ayah tahu?”

            “Karena kecerdasan ayah masih tetap ada!”

 

(Pesan moral: Secara alamiah, konon, kaum pria lebih cenderung menggunakan rasio dan kognisi, sedangkan kaum wanita lebih condong memakai emosi dan naluri. Namun berhati-hatilah orang yang merasa diri pintar, sebab belum tentu dia berguna bagi Tuhan. Karena “orang yang berakal budi hanya berguna bagi dirinya sendiri” [Ayub 22:2]. Dalam perspektif rohani, seseorang disebut berakal budi kalau dia “mencari Allah” [Mazmur 14:2; 53:3]; sebab jika manusia tidak mencari Allah berarti dia tidak berakal budi [Roma 3:11].)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: