Jangan Tanya Saya

JANGAN TANYA SAYA

 

            Seorang rabi (pemimpin agama Yudaisme) yang tinggal di Los Angeles, AS mengirim anak lelaki satu-satunya yang sudah beranjak remaja untuk berlibur ke tanah leluhur di Yerusalem. Maksudnya supaya anaknya lebih mantap lagi dengan budaya dan agama Yahudi.

            Pulangnya sang ayah bertanya bagaimana dia menikmati masa liburannya di tanah suci itu.

            “Wah, sangat menyenangkan, ayah. Terimakasih. Tapi saya harus berterus-terang bahwa sekarang saya sudah menjadi seorang Kristen.”

            Tentu saja ayahnya sangat terkejut sekaligus geram, tapi dia menyimpan amarahnya. Keesokan harinya dia pergi menemui temannya sesama rabi untuk bertukar pikiran.

            “Kalau soal itu kamu jangan tanya saya,” kata temannya. “Tahun lalu anak saya juga saya kirim ke Yerusalem, pulangnya dia sudah menjadi orang Kristen!”

            Merasa senasib kedua rabi itu sepakat menghadap kepala rabi untuk mencari jalan keluar mengatasi masalah ini.

            “Jangan tanya saya,” gerutu sang kepala rabi. “Kalian tahu, dua tahun lalu saya juga mengirim anak tunggal saya ke Yerusalem untuk menengok leluhurnya, pulang-pulang dia sudah menjadi orang Kristen!”

            Akhirnya ketiga rabi yang tampaknya sudah putus asa itu sama-sama berniat untuk meminta petunjuk kepada Bapa di surga sambil berdoa dan berpuasa tujuh hari lamanya. Di hari terakhir masa puasa mereka datanglah jawaban dari surga melalui mimpi:

            “Kalian sudah membaca Injil? Jadi, jangan tanya saya!” demikian suara itu berkata.

 

(Pesan moral: Anak yang pindah agama sering menjadi sumber stres bagi orangtua. Khususnya dari kalangan non-nasrani, banyak orangtua yang langsung memutuskan hubungan kekeluargaan dengan tidak lagi mengakui anaknya yang menjadi Kristen. Memang Yesus sendiri berkata, “Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya…dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya” Matius 10:34-36.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: