Berbicara Kepada Tembok

BERBICARA KEPADA TEMBOK?

 

Seorang wartawan dikirim ke kota Yerusalem di Israel dalam rangka tugas peliputan selama tiga bulan. Untuk itu dia menyewa sebuah apartemen yang menghadap ke lokasi yang dikenal sebagai Tembok Ratapan, dinding dari batu yang menurut tradisi Yahudi adalah tempat untuk menyampaikan segala keluh-kesah dan permohonan sambil berdoa.

Setelah beberapa pekan tinggal di apartemen itu sang wartawan mulai menyadari bahwa ada seorang lelaki tua yang setiap pagi dan petang datang ke tembok itu untuk berdoa. Naluri kewartawanannya membawa dia untuk menunggui lelaki tua itu untuk diwawancarai.

“Saya perhatikan anda tiap hari berdoa di tembok ini. Apa yang anda doakan?” tanyanya.

“Pada pagi hari saya selalu berdoa demi perdamaian dan demi persahabatan di antara penduduk kawasan ini,” jelas lelaki tua itu. “Pada petang hari saya kembali untuk berdoa supaya segala penyakit dan kemiskinan serta ketidakadilan musnah dari dunia ini.”

“Saya kagum dengan kepedulian anda,” komentar si wartawan. “Omong-omong, sudah berapa lama anda melakukan hal itu?”

“Mungkin antara 20-25 tahun terakhir ini, setiap hari,” papar lelaki itu.

“Wah, sudah lama sekali!” kata si wartawan. “Lalu, setelah sekian lama, bagaimana perasaan anda?”

“Perasaan saya?” sergah lelaki tua. “Rasanya seperti berbicara kepada tembok!”

 

(Pesan moral: Manusia berupaya, berdoa, bermimpi, dan berangan-angan tentang dunia kita yang aman-tenteram, disertai keadilan yang berkemakmuran dan kemakmuran yang berkeadilan. Mungkinkah? “Ketahuilah, bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar;…hukum kehilangan kekuatannya dan tidak pernah muncul keadilan, sebab orang fasik mengepung orang benar; itulah sebabnya keadilan muncul terbalik” 2Timotius 3:1; Habakuk 1:4.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: