Banyak Pilihan

BANYAK PILIHAN?

 

Seorang pendeta menceritakan pengalaman pahitnya ketika melawat seorang anggota jemaat yang terkenal kaya-raya. Pembantu rumahtangga (PRT) keluarga itu menyambutnya dengan menyuguhkan banyak pilihan.

 

PRT: Bapak mau minum apa? Jus buah, soda, teh, iced chocolate, cappuccino, frapuccino, atau kopi?

Pendeta: Teh saja.

PRT: Teh biasa, teh manis, green tea, atau herbal tea?

Pendeta: Teh biasa.

PRT: Panas atau dingin?

Pendeta: Panas.

PRT: Mau pakai krim atau susu?

Pendeta: Pakai susu boleh.

PRT: Susu kambing atau susu sapi?

Pendeta: Susu sapi.

PRT: Susu sapi lokal, atau impor?

Pendeta: Kalau ada yang impor boleh juga.

PRT: Susu sapi asal Australia, Swiss, atau Belanda?

Pendeta: Terserah, apa saja.

PRT: Bapak suka agak manis?

Pendeta: Ya, boleh.

PRT: Pakai gula biasa, brown sugar, atau madu?

Pendeta: Madu.

PRT: Madu Sumbawa, New Zealand, atau Australia?

Pendeta: Pokoknya madu.

PRT: Ada madu botolan, ada juga sachet. Bapak pilih yang mana?

Pendeta: Ah, sudahlah. Kasih saya air putih saja!

PRT: Air biasa atau air mineral?

Pendeta: Air mineral.

PRT: Air mineral dari dispenser atau air mineral kemasan?

Pendeta: Terserah kamu, pokoknya air mineral!

PRT: Mau yang plain, atau flavored?

Pendeta: Cukup! Bilang saja sama majikan kamu, saya tidak jadi minum apa-apa!

 

(Pesan moral: Iptek [ilmu pengetahuan dan teknologi] maupun modernisasi memang menawarkan banyak pilihan kenikmatan hidup, sekaligus juga sofistikasi yang ruwet. Namun, sesungguhnya dalam hidup ini manusia hanya menghadapi dua pilihan. “Dengarkan! Aku, Tuhan, memberi kepadamu suatu pilihan: jalan yang menuju kehidupan, atau jalan yang menuju kematian.” Yeremia 21:8, BIS)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: