Tidak Terbagi

TIDAK TERBAGI

           

Seorang pebisnis sedang memerlukan tambahan modal sebesar Rp 100 milyar untuk mengembangkan usahanya. Sebuah proposal sudah disiapkannya, dan dalam perjalanan ke bank dia mampir di gereja untuk berdoa memohon supaya upayanya diberkati.

            Ternyata di depan altar sudah ada orang lain, seorang pria berpakaian sederhana yang juga datang untuk memanjatkan doa. Ketika berlutut tak jauh dari pria itu sang pebisnis mendengar sebuah bisikan dengan suara lirih, “Tuhan, saya memerlukan uang seratus ribu rupiah sekarang juga untuk membeli obat buat anak saya…”

            Demi mendengarnya pebisnis itu langsung merogoh dompet, mengeluarkan selembar uang Rp. 100.000,- dan langsung menyelipkannya ke tangan pria yang sedang berdoa itu. Beberapa detik kemudian pria itu bangkit berdiri dan berlalu dengan takzim.

            “Ya Tuhan,” kata pebisnis itu memulai doanya, “sekarang di sini hanya ada saya sendiri sehingga perhatian Tuhan tidak terbagi, dan saya memohon…”

 

(Pesan moral: Terkadang dalam berdoa kita juga bisa bersikap egois. Bukankah dalam doa pribadi kita lebih banyak memohon untuk kepentingan diri sendiri dan keluarga kita sendiri? Sehingga meski sudah berdoa, “… tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu” Yakobus 4:3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: