Tidak Cocok

TIDAK COCOK

           

Dalam suatu upacara penguburan, pendeta yang menyampaikan khotbah penghiburan berbicara panjang-lebar tentang berbagai hal yang baik mengenai almarhum. Bahwa dia adalah seorang Kristen yang setia, tekun beribadah, giat membantu pekerjaan Tuhan, dan sejuta kebaikan lainnya. Biasa, klise.

            Sang istri yang duduk agak jauh dari peti jenazah, bersama kedua putra-putrinya yang masih di bawah umur, tampak terus menunduk. Terlihat dia agak gelisah mendengar khotbah itu.

            “Saya mengenal almarhum sebagai seorang ayah yang sangat bertanggungjawab pada keluarga. Saya belum pernah melihat seorang suami yang begitu setia dan paling sayang kepada istri,” pendeta melanjutkan pujiannya.

            Tidak tahan lagi, istri almarhum berbisik kepada putra tertuanya. “Iksan, coba kamu ngintip ke dalam peti jenazah. Apa itu betul bapakmu, atau orang lain?”

 

(Pesan moral: Ada yang berkata bahwa suasana upacara pemakaman acapkali sarat dengan aroma kemunafikan. Ada kata-kata isapan jempol, ada airmata buaya, dan ada muka kuda lumping alias pura-pura murung. Tampaknya ketulusan hati sudah menjadi barang mewah, hanya sedikit orang yang memilikinya. Tak heran Yesus menempelak, “…di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan” Matius 23:28)

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    I Nyoman Desi said,

    Saya ga ngerti shg lucu juga tidak

    • 2

      kpawahyubatam said,

      Terimakasih untuk kunjungannya…

      Coba di baca lagi…
      Pasti lucu dech…

      Kalo tetep gak lucu juga, ya gak usah diterusin bacanya…

      Heee…….


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: