Surat Kaleng

SURAT KALENG

 

            Pada suatu pagi seorang pendeta menerima kiriman sepucuk surat dari pos. Ketika sampul dibuka ternyata isinya hanya selembar kertas berisi satu kata di atasnya: BRENGSEK.

            Minggu berikutnya ketika berkhotbah pendeta ini mengumumkan kepada jemaat, sambil tersenyum:

“Saya tahu ada banyak orang yang menulis surat tetapi ‘lupa’ menuliskan namanya. Tapi minggu lalu saya menerima sepucuk surat dari seseorang yang tidak lupa menyebutkan namanya, tapi lupa menulis isinya…”

 

(Pesan moral: Banyak alasan orang untuk kesal kepada pendetanya, dan salah satu cara yang “aman” untuk menumpahkan amarah ialah melalui surat kaleng. Pendeta juga manusia, tidak sempurna. Tapi kalau ada yang salah, “nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah” [1Tesalonika 5:11]. Jangan bermain belakang, sebab “orang yang sembunyi-sembunyi mengumpat temannya, dia akan kubinasakan” [Mazmur 101:5])

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: