Minta Sepatu

MINTA SEPATU

 

            Cerita berikut ini adalah kisah nyata yang terjadi menjelang Natal beberapa tahun lalu di kota New York. Seorang bocah berkulit hitam, berusia sepuluh tahun, dengan berpakain lusuh tanpa alas kaki sedang berdiri di depan etalase sebuah toko.

            Seorang nyonya yang tergerak hatinya datang mendekat. “Nak, kamu sedang melihat apa di etalase itu?”

            Sambil gemetar menahan dingin anak itu menyahut, “Saya berdoa kepada Tuhan supaya memberikan sepasang sepatu seperti itu,” tangannya yang kurus menunjuk ke etalase.

            Tanpa banyak bertanya lagi nyonya itu mengajak anak itu masuk ke dalam toko. Dia memanggil pelayan agar mencarikan sepasang sepatu yang cocok dengan ukuran kaki anak itu, lengkap dengan setengah lusin kaos kaki.

Sebelumnya dia juga meminta pelayan untuk mengambil air dalam baskom dan handuk kecil. Lalu, sementara bocah yang terheran-heran itu duduk di sebuah bangku, sang nyonya membungkuk mencuci kakinya yang kotor lalu mengeringkannya dengan handuk. Sesudah itu dia memakaikannya kaos kaki dan sepatu baru ke kaki bocah itu lalu mengikat tali sepatunya.

Setelah membayar semuanya di kasir dan memberikan bungkusan sisa lima pasang kaos kaki kepada anak itu merekapun melangkah ke luar.

“Pasti sekarang kamu merasa nyaman,” kata nyonya itu kepada bocah yang terus saja memandang wajahnya.

Ketika nyonya itu berpamitan hendak pergi, anak itu menahan lengan nyonya itu. Dengan airmata membasahi pipi anak itu bertanya, “Apakah anda istrinya Tuhan?”

 

(Pesan moral: Belas kasihan adalah sifat Yesus, dan seyogianya rasa belas kasihan yang sama juga terpantul dari para pengikut-Nya. Sebab “siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya itu” [Amsal 19:17]. Jangan terjadi yang sebaliknya, karena orang Kristen sejati tidak mengenal istilah “exploitation d’lhomme par lhomme” [penindasan antar sesama] dalam segala bentuk dan manifestasinya.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: