Kabar Baik & Kabar Buruk

KABAR BAIK DAN KABAR BURUK

 

            Hari itu, seperti biasa, sebelum acara khotbah pendeta menyampaikan pengumuman kepada jemaat. Di antaranya adalah pengumuman berikut:

            “Ada kabar baik dan kabar buruk yang ingin saya sampaikan,” kata pendeta. “Mana yang saudara-saudara ingin dengarkan lebih dulu?”

            “Kabar baik dulu!” para jemaat menanggapi hampir berbarengan.

            “Baiklah,” ujar pendeta. “Kabar baiknya ialah bahwa dana yang diperlukan untuk renovasi gereja kita sudah tersedia, bahkan lebih dari cukup.”

            “Amin! Puji Tuhan!” jemaat menyambut riang.

            “Kabar buruknya ialah bahwa dana tersebut saat ini masih tersimpan di dompet saudara masing-masing,” lanjut pendeta.

 

(Pesan moral: Masalah kekurangan dana selalu merupakan “kabar buruk” bagi suatu kegiatan gereja; namun di sisi lain wilayah yang surplus juga terlalu “tamak” untuk seperti Musa mau berkata cukup dan mencegah rakyat membawa persembahan lagi sebab apa yang diperlukan telah lebih dari cukup. [Keluaran 36:6,7]. Praktik yang lazim ialah “anggaran berimbang” sehingga nyaris mengonsumsi semua uang yang masuk, berapapun besarnya. Sistem.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: