Gara-Gara Pakaian

GARA-GARA PAKAIAN

           

Para diakones di sebuah gereja mengadakan rapat. Mereka sedang membicarakan tentang seorang janda dengan ketiga anak gadisnya yang sudah lama tidak muncul di gereja.

            “Saya sudah melawat ke rumah ibu itu. Dia mengeluh malu datang ke gereja karena anak-anaknya tidak punya baju yang bagus seperti teman-teman mereka,” ungkap pemimpin diakones.

            “Oh, kalau itu masalahnya, kita bisa mengumpulkan sumbangan untuk mereka. Bisa berupa uang atau juga pakaian bekas yang masih layak dipakai ke gereja,” usul salah seorang diakones.

            Dalam minggu itu juga terkumpullah selusin pakaian, setengah lusin pasang sepatu hak tinggi, dan sejumlah uang. Semuanya langsung diserahkan kepada keluarga itu.

            Hari Minggu berikutnya janda itu sudah masuk gereja, tapi ketiga anak gadisnya tidak muncul. Dengan rasa penasaran kepala diakones mendekati janda itu.

            “Kami tidak melihat anak-anak anda. Apa mereka sakit? Atau baju-baju dan sepatunya tidak pas?” tanya kepala diakones.

            “Oh tidak, mereka sehat-sehat saja. Baju-baju dan sepatu itu juga semuanya pas dan bagus,” sahut janda itu. “Karena penampilan mereka sekarang oke banget, makanya saya suruh mereka masuk gereja Advent saja!”

 

(Pesan moral: Gereja Advent bukan saja “spesial” karena doktrin Sabat Hari Ketujuh, tapi juga “istimewa” karena cara berpakaian jemaatnya yang senantiasa rapi bila ke gereja. Ini khas orang Advent sejak dulu, dan di mana-mana begitu. Tentu saja hal ini positif. Tetapi penampilan lahiriah tidak cukup kalau belum seperti Ayub yang juga “berpakaian kebenaran dan keadilan…seperti jubah dan serban” Ayub 29:14)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: