Dimana Tuhan?

DI MANA TUHAN?

           

Sumo dan Badu adalah kakak-beradik yang terkenal berandalan. Ada saja keonaran mereka buat, mulai dari mengganggu orang, berkelahi, mencuri, merusak barang orang, dan berbagai kenakalan lainnya.

            Suatu hari Badu tertangkap tangan ketika sedang mencoret-coret tembok gereja. Dia langsung digiring ke kantor pendeta.

            “Kamu tahu Tuhan?” tanya pendeta.

            “I-iya, pak,” jawab Badu  gemetaran.

            “Di mana Tuhan?”

            “Ti-tidak tahu, pak.”

            “Tidak mungkin kamu tidak tahu. Ayo jawab, di mana Tuhan?” desak pendeta.

            Dasar anak badung, Badu langsung melesat keluar dan berlari pulang. Sampai di rumah dia mencari kakaknya, Sumo.

            “Gawat! Kita disangka mencuri!” katanya dengan suara terengah-engah.

            “Mencuri apa? Siapa yang bilang begitu?!” tanya Sumo.

            “Tadi saya ditanyain pak pendeta, di mana Tuhan. Mereka sangka kita yang curi!”

 

(Pesan moral: Pada waktu senang kita merasa Tuhan itu amat dekat, tapi manakala susah dan lemah kita merasa Tuhan itu jauh. Bahkan tak jarang sampai meragukan keberadaan-Nya. Tetapi kesusahan “dibiarkan” terjadi dalam hidup kita supaya kita menyadari bahwa “Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya” [Mazmur 34:19]. Namun, seperti si Badu, kita sering salah sangka!)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: