Dengan Senang Hati

DENGAN SENANG HATI

           

Seorang ibu hendak memberi pelajaran moral kepada anak perempuannya yang masih duduk di kelas 1 SMP.

Sebelum berangkat ke gereja dia memberikan dua lembar uang pecahan Rp. 1000 dan Rp. 5000 kepadanya sambil berpesan, “Pilih salah satu yang kamu mau berikan sebagai persembahan.”

            Sepulang dari gereja ibunya bertanya, “Uang yang mana kamu berikan untuk persembahan?”

            “Tadinya saya mau kasih yang Rp. 5000,” anaknya menjawab, “tapi sebelum persembahan dipungut saya dengar dari mimbar bahwa Tuhan mau kalau kita memberi dengan senang hati.”

            “Terus?”

            “Saya merasa lebih senang kalau memberikan Rp. 1000, jadi itu yang saya kasih.”

 

(Pesan moral: Persembahan akar katanya “sembah” yang mengandung makna berbakti atau pemujaan kepada Tuhan. Di zaman Perjanjian Lama “persembahan” identik dengan “korban” yang dibawa seseorang kepada Allah. Karena itu persembahan kita harus tulus, “sebagaimana Kristus Yesus juga…telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.” Efesus 5:2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: