Berjudi

BERJUDI

 

Beberapa petugas kepolisian menggerebek sebuah rumah yang dicurigai sering digunakan sebagai tempat untuk berjudi. Mereka kaget menemukan pak haji, pendeta, dan pastor sedang duduk di sebuah meja menghadapi tumpukan kartu.

Begitu melihat polisi datang, pak haji langsung menadahkan tangan sambil berdoa dengan nyaring: “Astagfirulah, jauhkanlah kiranya hamba-Mu dari perbuatan laknat ini!”

Pendeta yang duduk di sebelahnya tidak kalah gesit. Diapun langsung mengatupkan tangan dan menundukkan kepala. “Ya Tuhan, syukurlah Engkau meluputkan hamba-Mu dari perbuatan dosa ini!”

Polisi yang mendatangi meja mereka bertanya, “Pak Haji main judi ya?”

“Amit-amit!”

Polisi beralih kepada pendeta. “Bapak berjudi?”

“Dijauhkan Tuhan!”

Lalu polisi bertanya kepada pastor. “Romo berjudi ya?”

Sambil mengangkat bahu pastor menjawab, “Dengan siapa?”

 

(Pesan moral: Mengelak kesalahan dengan berdalih adalah salah satu “warisan” nenek moyang pertama manusia. Motif dan kecanggihan membuat dalih mungkin berbeda, tapi keberanian melakukannya masih sama. “Allah telah menjadikan manusia yang jujur, tetapi mereka mencari banyak dalih” [Pengkhotbah 7:29]. Kalau terhadap Tuhan saja kita berani mengelak, apalagi terhadap sesama?)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: