Banyak Munafik

BANYAK MUNAFIK

 

Suatu hari secara kebetulan pendeta bertemu dengan seorang pria, anggota jemaatnya yang sudah lama tak muncul di gereja.

“Apa kabar, saudara?” sapa pendeta.

“Oh, saya baik-baik saja,” sahut pria itu agak terkejut.

“Ke mana saja selama ini? Sudah lama saya tidak melihat anda di gereja,” pendeta bertanya dengan ramah.

Sembari mencibir pria itu menjawab, “Habis, sekarang di gereja banyak orang munafik.”

Lalu pendeta membalas sembari tersenyum, “Anda tahu gereja kita cukup luas. Tambah satu lagi masih bisa!”

 

(Pesan moral: “Udang menuding kepiting, dibakar sama-sama merah” adalah pepatah lama untuk melukiskan orang yang mencela sesamanya. Menilai diri sendiri lebih baik dari orang lain adalah salah satu penyakit kronis di masyarakat, apalagi di gereja. Berhati-hatilah, “karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi kamu akan dihakimi, dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu” [Matius 7:2].)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: