WASIAT ORANG KAYA

WASIAT ORANG KAYA

 

            Seorang kakek yang kaya dan hidup sebatang kara merasa tidak lama lagi dia akan meninggal dunia. Maka dipanggilnya tiga orang yang selama ini berhubungan erat dengannya, masing-masing adalah dokter pribadi, pengacara pribadi, dan pendetanya.

            Meskipun kaya tapi kakek ini terkenal sangat pelit. Dia memanggil mereka untuk menyampaikan wasiatnya.

            “Saya tidak ingin mati tanpa membawa sebagian kekayaan saya,” kata kakek itu kepada pendeta, dokter, dan pengacaranya. “Di sini ada tiga kantong, masing-masing berisi uang tunai Rp 1 milyar. Saya ingin uang ini anda masing-masing pegang, dan bila saya mati supaya dimasukkan ke dalam peti jenazah saya.”

            Ketiga orang itu menyanggupi lalu masing-masing menerima sekantong uang itu. Tidak berapa lama kemudian kakek yang kaya ini meninggal dunia, dan pemakamannya ditangani oleh ketiga orang itu yang selama ini mengurus kebutuhannya.

            Saat peti hendak ditutup satu persatu mereka meletakkan kantong yang sudah dibungkus rapi dengan kain berwarna putih. Seusai pemakaman ketiganya berjalan beriringan menuju ke tempat parkir mobil.

            “Saya harus mengakui bahwa tidak semua uang itu saya masukkan ke dalam peti,” tukas pendeta. “Mimbar di gereja kami sudah rusak, jadi saya ambil Rp 10 juta dari uang itu untuk membelikan mimbar yang baru.”

            “Karena bapak pendeta sudah mengatakan itu, saya juga ingin menyampaikan pengakuan yang sama,” timpal dokter. “Rumah sakit tempat saya bekerja memerlukan meja rontgen (X-ray) baru, jadi saya juga mengambil sejumlah Rp 100 juta.”

            “Kalau saya, tidak sedikitpun uangnya saya potong,” kata sang pengacara. “Saya masukkan semuanya Rp 1 milyar, dalam bentuk selembar cek!”

 

(Pesan moral: Orang kaya terkadang suka memaksakan  ide dan  kemauan yang tidak rasional, lalu didukung pula oleh sebagian orang yang culas dan mengabaikan hati nuraninya sendiri. Tidak hanya di luar gereja, tapi juga di dalam gereja hal seperti ini terjadi. Motivasinya jelas: karena uang. Tidak heran Alkitab mewanti-wanti, “Akar segala kejahatan ialah cinta uang.” 1Timotius 6:10)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: