SUDAH TERLAMBAT

SUDAH TERLAMBAT

 

Jimi, anak pendeta berumur delapan tahun, benar-benar bikin ibunya kesal. Selain laporan guru bahwa dia selalu mengganggu teman-teman di kelas, ada juga laporan dari beberapa diakones tentang kenakalannya di gereja.

“Karena kamu nakal, minggu depan mama tidak izinkan kamu ikut piknik sekolah,” tegas ibunya.

Sepanjang minggu berikutnya Jimi benar-benar berubah jadi anak yang manis dan penurut, membuat ibunya berubah pikiran dan mengizinkan dia ikut piknik.

“Ah, tidak usah, Ma. Tidak ikutan piknik juga tidak apa-apa,” kata Jimi.

“Lho, kenapa? Mama kira kamu suka sekali ikut piknik.”

“Sudah terlambat, Ma.”

“Apa maksudnya sudah terlambat? Pikniknya kan baru besok pagi?” tanya ibunya heran.

“Satu minggu ini aku sudah berdoa supaya besok turun hujan lebat. Kata Papa, doa anak yang baik pasti dijawab Tuhan!”

 

(Pesan moral: Kata Salomo, Tuhan itu jauh dari orang fasik, tapi doa orang benar didengar-Nya. [Amsal 15:29]. Tapi bagaimana dengan “orang benar” yang berniat “fasik”? Bukankah mereka banyak bertebaran di sekitar kita? Atau, jangan-jangan, kita sendiri termasuk di antaranya?)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: