Suara Aneh

SUARA ANEH

 

            Mobil penginjil awam itu mogok dalam perjalanan ke luar kota. Hari sudah menjelang malam dan satu-satunya tempat yang bisa disinggahinya adalah sebuah biara terpencil.

            Kepala biara memberi dia tumpangan, tetapi tengah malam dia terbangun karena mendengar suara berisik yang sangat aneh.

            “Semalam saya dengar ada suara-suara aneh. Suara apa itu?” tanyanya.

            “Saya tidak boleh beritahukan karena anda bukan biarawan,” jelas kepala biara.

            Beberapa bulan kemudian penginjil awam itu lewat lagi di tempat yang sama. Kejadian serupa berulang, mobilnya mogok dan dia kembali ke biara itu. Dia mendapat tumpangan, dan pada tengah malam kembali terdengar suara-suara berisik yang aneh.

Keesokan paginya dia menanyakan soal suara-suara itu, dan jawaban yang sama pula dia peroleh dari kepala biara. “Saya tidak dapat memberitahukannya karena anda bukan biarawan.”

“Apa sih syaratnya untuk jadi biarawan di sini?” tanyanya penasaran.

“Mendaftar, ikut tes, dan kalau lulus harus bersedia tinggal di tempat terpencil seperti ini,” sahut kepala biara. “Tapi, yang lebih penting lagi, anda harus tetap hidup membujang.”

Seminggu kemudian dia kembali, kali ini untuk mendaftarkan diri jadi biarawan. Dia diterima dan mendapat kamar tidur sendiri. Pada malam pertama suara aneh itu muncul lagi di tengah malam.

            “Saya sudah jadi biarawan di sini, berarti sekarang saya boleh tahu dari mana asalnya suara-suara aneh itu,” katanya kepada kepala biara pada keesokan paginya.

            “Suara itu berasal dari lorong di balik pintu ini. Tengah malam nanti, bila suara-suara itu terdengar lagi, silahkan mencari tahu sendiri,” kata kepala biara sembari menyerahkan seuntai anak kunci.

            Benar, tengah malam itu suara-suara yang sama muncul lagi. Dengan rasa degdegan bercampur penasaran mantan penginjil awam itupun membuka pintunya. Suara bertambah kencang, tapi masih ada lagi pintu berikutnya. Dia membuka pintu kedua, suara makin kencang tapi masih ada pintu lain lagi. Pintu ketiga dibukanya, lalu pintu keempat, dan seterusnya sampai pintu ketujuh.

            Begitu pintu terakhir dibuka, barulah dia tahu dengan jelas sumber dari suara-suara aneh yang selalu mucul pada setiap tengah malam itu…tetapi saya tidak dapat memberitahukan kepada anda suara apa itu, sebab anda pembaca bukan seorang biarawan!

 

(Pesan moral: Segala yang aneh selalu memicu rasa ingin tahu. Sebagai Israel rohani, kita adalah juga “peculiar people, peculiar treasures” [Ulangan 14:2, Mazmur 135:4; KJV] dalam pandangan Tuhan. Bahkan, pekabaran kitapun dianggap “aneh” oleh dunia, sebagaimana anggapan orang Atena terhadap pekabaran Rasul Paulus dan memintanya berbicara di depan majelis Areopagus yang bersidang di Bukit Ares, Akropolis [Kisah Para Rasul 17:19-31]. Dianggap “aneh” oleh dunia tidak apa-apa, asal jangan berbuat “yang aneh-aneh” di mata Tuhan)

3 Tanggapan so far »

  1. 1

    Udin said,

    Apaan sih?

  2. 2

    madzz said,

    tukeran link yukkkk


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: