Perpustakaan didalam Rumah

Perpustakaan didalam Rumah
 
Perpustakaan di dalam rumah akan memotivasi keluarga agar lebih senang membaca. Perpustakaan juga dapat menciptakan suasana gemar belajar.

Untuk itu, perlu diciptakan suasana yang mendukung serta mampu memberikan kenyamanan dalam melakukan aktivitas tersebut. Bagaimana cara menciptakan ruangan atau perpustakaan yang baik?

Salah seorang arsitek bernama Ir Wisnu Brata pernah menjelaskan beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam menghadirkan perpustakaan di dalam rumah.

Pertama, ketersediaan ruang dan kebutuhan anggota keluarga. Apakah kita masih memiliki ruang
kosong yang belum terpakai atau termanfaatkan dengan baik? Jika masih ada, sebaiknya kita manfaatkan ruangan tersebut. Jika tidak, kita cukup memanfaatkan salah satu sudut ruangan yang masih kosong untuk dijadikan perpustakaan.

Kedua, lokasi perpustakaan. Jika kita ingin ruangan tersebut dapat dimanfaatkan oleh seluruh anggota keluarga, sebaiknya tidak diletakkan di dalam ruang tidur. Soalnya, hal itu akan membuat anggota keluarga yang lain merasa sungkan datang ke area tersebut. Ada baiknya lokasinya kita letakkan bersebelahan dengan musala ataupun ruang kerja. Biasanya area ini lebih mampu menciptakan keheningan yang sangat dibutuhkan saat membaca.

Ketiga, buatlah teratur. Tentunya Anda akan kehilangan semangat membaca jika melihat ruangan yang berantakan dengan buku-buku yang berserakan dan bertumpuk tak beraturan. Susunlah buku-buku koleksi Anda dengan teratur melalui penamaan yang telah Anda rancang sendiri. Apakah berdasarkan judul, pengarang atau minat. Kadang yang lebih sering adalah berdasarkan ukuran dan tebal buku karena lebih mudah penempatannya.

Kita lebih sering mengingat ukuran buku ketimbang judul atau nama pengarangnya. Untuk penempatan pada rak, maka kita dapat menyusun dengan koleksi ayah pada rak paling atas, kemudian koleksi ibu pada rak berikutnya, demikian seterusnya.

Keempat, furnitur. Furnitur yang menjadi kebutuhan utama di dalam ruang baca atau perpustakaan adalah lemari untuk menyimpan buku-buku, kursi, dan meja untuk membaca. Penting untuk diperhatikan di sini adalah material untuk pembuatan furnitur.

Sebaiknya untuk kaki-kaki rak buku digunakan kayu keras seperti jati, kruing, kamper, atau merbau yang relatif lebih tahan terhadap rayap dibandingkan borneo. Dapat pula kayu-kayu ini kita beri cairan antirayap atau lentrek sebagai pelapis kedua sebelum dicat. Untuk rak bukunya, tidak perlu dibuat terlalu tinggi dan tidak perlu dibuat terlalu formil sehingga membuat kita tidak nyaman.

Kelima, pencahayaan dan sirkulasi udara. Untuk pencahayaan pada perpustakaan pada siang hari, biasanya mengandalkan cahaya matahari atau lampu umum atau general lighting. Untuk malam hari, bisa kita gunakan lampu yang memiliki reflektor atau pengarah yang bisa kita letakkan di meja atau dinding.

Keenam, untuk aksesorinya. Agar ruangan terasa lebih personal dan homy, kita dapat meletakkan barang-barang yang memiliki keterikatan emosional dengan diri kita dan melupakan koleksi pribadi seperti lukisan, foto-foto keluarga, atau karya seni lainnya. Jika Anda pencinta tanaman, tanaman dalam pot dapat digunakan agar terasa lebih hijau.

OZ | Global

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: