PENDETA DAN POLISI

PENDETA DAN POLISI 

 

      Pagi itu dua orang pendeta yang sedang berboncengan mengendarai sepedamotor dengan kecepatan cukup tinggi dihentikan oleh polisi lalu-lintas yang sedang berpatroli mencari “mangsa” di pinggiran kota.

      “Selamat pagi. Anda memacu sepedamotor terlampau kencang. Coba lihat SIM-nya,” tegur polisi sambil memasang wajah angker.

      “Maaf, kami sedang terburu-buru untuk memimpin misa pagi,” sahut pengendara.

      Polisi langsung mengetahui bahwa kedua orang itu adalah rohaniwan setelah melihat keduanya mengenakan jas dan kemeja hitam berleher tinggi dengan warna putih kecil di bagian leher depan.

      “Saya hanya mau mengingatkan bapak bahwa cara mengendarai sepedamotor seperti itu bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain,” kata polisi dengan nada suara agak sungkan dan berniat hendak melepaskan keduanya.

      “Ah, tidak usah khawatir,” kata kedua pendeta itu hampir berbarengan, “kami mengendarai sepedamotor ini bersama Yesus.”

      “Oh, kalau begitu, anda saya tilang,” tukas polisi. “Mengendarai sepedamotor bertiga jelas melanggar peraturan lalu-lintas!” 

 

(Pesan moral: Di negara hukum seharusnya tidak ada yang kebal hukum atau yang memanfaatkan hukum untuk mencari keuntungan pribadi. Hukum adalah untuk menciptakan keharmonisan dan ketenteraman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, “Karena segala pemerintah bukannya mendatangkan takut atas perbuatan yang baik, melainkan atas perbuatan yang jahat” Roma. 13:3; Terjemahan Lama.) 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: