Menghadirkan Taman dalam Rumah

Menghadirkan Taman dalam Rumah
 
Awalnya, taman dalam rumah atau yang kerap disebut patio ini banyak dibangun di negara padang pasir atau gurun. Sekarang patio sudah berkembang dan mengilhami perancang taman di seluruh dunia.

Di negara gurun seperti Arab, orang tidak bisa membuat taman di luar rumah. Tanaman akan kering dan mati, karena panasnya iklim gurun. Karena itu, taman dalam rumah adalah solusinya. Patio tersebut akan memberikan kesejukan di dalam rumah bak oasis di tanah gurun.

Siapa sangka, bila ide membuat taman dalam rumah tersebut kemudian menyebar, termasuk ke Indonesia. Masalah terbatasnya lahan bisa teratasi dengan membuat taman sederhana di lahan terbatas, karena lahan yang sempit bisa Anda berdayakan.

Keberadaan taman di dalam rumah justru bisa menambah nilai estetika ruang.

Ada tiga nilai estetika yang bisa diperoleh, yaitu:

Pertama, spatial surprise, nilai estetika yang memberi efek kejutan berupa perasaan yang sedikit terkejut dan menyenangkan yang dirasaka oleh tamu ketika tiba-tiba berhadapan dengan taman di tempat yang tak terduga. Hal ini bisa menyegarkan di tengah ruang tertutup

Kedua, spatial diversity, nilai estetika yang memberi keberagaman ruang. Setiap manusia selain membutuhkan ruang tertutup (ada dinding ada atap) juga membutuhkan tempat setengah tertutup (ada atap tidak ada dinding), setengah terbuka (ada dinding tidak ada atap), dan ruang sama sekali terbuka (hanya ada perkerasan) untuk menciptakan tempat berteduh yang nyaman di saat kondisi cuaca berubah-ubah.

Ketiga, spatial decompression, nilai estetika yang memberi pelegaan ruang berupa perasaan lega/ terlepas dari kungkungan ruang tertutup menuju ruang terbuka yang bisa dirasakan jika terdapat taman dalam rumah.

Selain menambah nilai estetika, banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan membuat patio atau inner courtyard ini. Seperti menambah keindahan dan kenyamanan dalam rumah. Di samping itu patio juga bisa dijadikan tempat untuk “mencuri’ matahari ke dalam rumah, sehingga penerangan alami bisa benar-benar dioptimalkan saat siang hari.

Manfaat lainnya adalah memperlancar aliran udara di dalam rumah. Karena ruang yang baik haruslah menganut sistem cross ventilation atau udara mengalir lurus dari satu sisi ke sisi yang lain. Dengan membuat patio, sistem tersebut akan mudah dilaksanakan. Jika udara mengalir lancar dalam rumah, maka rumah yang sehat akan otomatis tercipta.

Di rumah yang tak terlalu luas penghuni akan cepat merasa sumpek. Jika sejengkal tanahnya bisa direlakan untuk membuat sebuah taman mungil, suasananya tentu akan berbeda. Anda bisa punya tempat refreshing favorit di rumah dengan memandang sebuah taman yang asri.

Letak

Dimanakah patio cocok ditempatkan? Biasanya di ruang yang paling sering digunakan penghuni. Seperti ruang keluarga yang biasa digunakan untuk berkumpul dan menonton televisi. Namun penataannya diupayakan jangan sampai mengganggu fungsi utama ruang tersebut. Misalnya arah cahaya masuk matahari yang salah bisa membuat layar televisi Anda memantulkan cahaya dan tidak enak ditonton.

Ruang lain yang bisa dipilih untuk disatukan dengan patio adalah ruang makan dan dapur. Dengan asumsi bahwa ruang makan juga merupakan tempat paling sering berkumpul keluarga dengan bencanda ria sambil menyantap hidangan saat pagi dan malam hari. Pagi hari biasanya seluruh anggota keluarga langsung menyerbu ruang makan sebelum memulai aktivitas.

Tentu akan menyenangkan jika sarapan mendapat bonus pemandangan menawan dan kesegaran dari taman yang menyatu dengan ruang makan. Demikian juga saat malam, dinner romantis dan hangat dengan hidangan lezat plus lilin menyala dikelilingi indahnya taman yang menawan.

Dapur modern juga cocok disatukan dengan taman, karsena dapur bersih merupakan tempat ibu-ibu menghabiskan waktunya memasak untuk suami dan anak tercinta. Dapur merupakan salah satu ruang yang mem butuhkan sirkulasi udara yang baik. Salah satu piranti dapur, kompor gas, menuntut adanya sirkulasi udara yang maksimal sebab jika sewaktu-waktu terjadi kebocoran keberadaan taman di dapur bisa dijadikan solusi.

Jika berminat membangun taman dalam rumah, pertimbangkan kondisi sirkulasi udara dalam ruang, karena tumbuhan membutuhkan udara. Biarkan bagian atas taman terbuka, agar aliran udara dan cahaya matahari yang sangat diperlukan tanaman untuk proses fotosintesis bisa masuk dengan leluasa.

Perhitungkan juga proporsi ukuran taman dengan rumah. Idealnya ukuran patio minimal sekitar 3×4 meter. Namun jika rumah memang tak begitu luas, tetap bisa membuat ukuran yang lebih kecil. Perancangan taman dalam rumah perlu memperhatikan arah masuknya cahaya matahari dan sirkulasi udara yang sangat dibutuhkan bagi kelangsungan hidup tanaman.

Patio yang berukuran kecil sebaiknya diberi perkerasan penuh. Sehingga tanaman cukup ditempatkan di dalam pot-pot yang memiliki fleksibilitas dalam penataan juga pertumbuhannya, sehingga bisa dipindah-pindahkan sesuai dengan keinginan.

PRC | Global

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: