MENANGIS GARA-GARA TERTAWA

MENANGIS GARA-GARA TERTAWA

 

Toni yang berumur sepuluh tahun menemui ibunya di dapur sambil terisak-isak.

“Kamu kenapa?” tanya ibunya.

“Tadi ayah sedang memasang gambar di kamar tamu terus jarinya kena palu,” cerita Toni dengan wajah sedih.

“Ton, itu biasa. Tidak apa-apa,” kata ibunya membujuk. “Mungkin kamu sedih ya? Tapi anak laki-laki seperti kamu tidak seharusnya menangis gara-gara menyaksikan kecelakaan kecil begitu.”

“Tapi saya yang kesakitan,” balas Toni.

“Lho, kenapa begitu? Bukannya kamu seharusnya ketawa?” tanya ibu sedikit heran.

“Justeru karena saya ketawain makanya saya dikemplang ayah!”

Kali ini ibunya yang tertawa sementara tangis Toni kian menjadi-jadi…

 

(Pesan moral: Tertawa itu sehat, tapi tertawa itu juga kejam. Bahkan menertawai orang lain yang sedang sial, atau yang kurang beruntung dibandingkan dengan kita, dapat mengakibatkan kesakitan pada kedua pihak. ”Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis,” kata Paulus dalam Roma 12:15.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: