KUE TAR DAN KERTAS TOILET

KUE TAR DAN KERTAS TOILET 

      

Yeni memang terkenal pintar membuat kue tar, karena itu dia diminta untuk menyumbangkan satu loyang ukuran besar untuk dilelang dalam rangka usaha pengumpulan dana departemen dorkas di gerejanya. Tetapi karena sibuk dia baru teringat akan janjinya itu dua jam sebelum acara lelang.

      Entah mengapa kue tar yang dibuat agak terburu-buru itu ternyata bagian tengahnya amblas. Karena tidak ada waktu lagi untuk membuat yang baru, dia mengakalinya dengan menyumpel kertas toilet pada bagian tengah kue itu lalu memolesnya. Dari luar kue tar itu tampak sempurna dan indah.

      “Jangan lupa ya, begitu kue ini dilelang kamu langsung menawarnya. Pokoknya berapapun harganya kue tar ini harus kamu beli,” kata Yeni wanti-wanti kepada suaminya.

      “Tidak masalah,” jawab sang suami.

      Tapi rencana tidak berjalan mulus. Mereka terlambat tiba di tempat lelang dan kue tar “rasa kertas toilet” itu sudah keburu dibeli orang.

      Keesokan harinya Yeni dan suaminya menghadiri undangan di rumah seorang ibu pejabat yang menyelenggarakan pesta ulangtahun. Ketika tiba acara pemotongan kue ulangtahun alangkah terkejutnya mereka berdua melihat kue tar yang dibuat Yeni diarak ke depan dalam keadaan persis seperti semula, kecuali dihiasi beberapa lilin menyala.

      “Wow, indah sekali kue ulangtahunnya,” puji ibu-ibu yang hadir.

      Dengan senyum bangga ibu pejabat itu berkata, “Ini buatan putri saya sendiri yang baru tamat sekolah masak-memasak di luar negeri!”

      Semua orang berdecak kagum, kecuali Yeni dan suaminya yang mulai berkeringat dingin. 

 

(Pesan moral: Orang mudah terkecoh dengan penampilan luar. Tetapi Tuhan Yesus berkata, celakalah orang yang “di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan” Matius 23:28. Biarlah kita menjadi seperti Raja Daud, yang berdoa agar “Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku” Mazmur 25:21.) 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: