KAMAR PESANAN

KAMAR PESANAN

 

Sepasang suami-istri sedang berlibur ke Tanah Suci. Pikir mereka, alangkah berkesannya kalau bisa menginap di Betlehem,  kota kelahiran Yesus, tepat pada malam Natal. Tetapi karena belum reservasi, sementara pelancong juga membludak, sampai jauh malam pasangan ini belum berhasil menemukan hotel yang masih menyediakan kamar.

Setelah lama berputar-putar akhirnya mereka masuk ke Hotel Sheraton-Bethlehem.

“Tunggu di sini sebentar, saya akan coba di hotel ini,” kata sang suami sambil bergegas masuk dan langsung menuju ke meja resepsionis.

“Kami datang dari jauh, dan kami butuh satu kamar,” kata pria ini.

“Maaf, tuan. Tapi musim libur kali ini sangat ramai. Semua kamar sudah terisi,” jawab resepsionis.

“Begini ya, kalau saya bilang nama saya Yusuf dan istri saya yang sedang menunggu di dalam taksi itu adalah Maria, dan bahwa istri saya itu sedang hamil tua, pasti anda akan berikan kami kamar!”

Resepsionis itu tampak terkejut. “Oh, oh, tentu, tuan.”

“Baiklah,” lanjut pria itu, “saya jamin mereka berdua tidak akan datang malam ini. Jadi, tolong berikan kamar itu kepada kami.”

 

(Pesan moral: Kata orang, kecemerlangan berpikir teruji dalam situasi yang pelik. Tapi, apakah seorang yang cerdas melayani Tuhan lebih baik? “Tidak, orang yang berakal budi hanya berguna bagi dirinya sendiri” Ayub 22:2. Sebab bagi Tuhan yang penting adalah ketaatan dalam kebenaran, tanpa itu seseorang hanya “melayani perut mereka sendiri” Roma 16:18.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: