JALAN KAKI SAJA

JALAN KAKI SAJA

 

Gereja yang satu ini terkenal dengan jemaatnya yang sangat responsif terhadap khotbah-khotbah yang kena di hati mereka.

Suatu kali pendeta jemaat berkhotbah untuk mendorong jemaatnya agar kerohanian mereka lebih meningkat lagi. “Kalau gereja ini mau maju sudah waktunya untuk bangun dari tidur dan berjalan!” katanya.

“Mari, pendeta. Bawa kami berjalan maju!” sambut jemaat.

Pendeta melanjutkan, “Dan kalau gereja ini mau menjadi pemenang, singkirkan semua penghalang dan berlari!”

“Ayo, pendeta. Bawa kami berlari!” jemaat semakin tergerak.

Pendetapun kian bersemangat. “Dan kalau gereja ini mau menjadi besar, kenakanlah sayapmu dan terbang!”

“Haleluyah, pendeta. Bawalah kami terbang!”

Lalu kata pendeta lagi, “Dan saudara-saudara, untuk bisa terbang kita membutuhkan uang!”

Para jemaatpun menyambut, “Wahai, pendeta. Bawalah kami berjalan!”

 

(Pesan moral: Dalam urusan gereja, uang sering menjadi hambatan; sedangkan dalam urusan pribadi uang justeru menjadi pemicu semangat. Demi uang, banyak orang yang bersedia melakukan apa saja dan mengorbankan apa saja. Tetapi firman Tuhan menasihati, “Janganlah kamu menjadi hamba uang dan  cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada  padamu” Ibrani 13:5)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: