ISTRI YANG LUGU

ISTRI YANG LUGU

 

Sehabis kebaktian sepasang suami-istri mengadakan perjalanan dengan mobil ke luar kota. Tampaknya sang suami belum dapat meninggalkan kebiasaan lamanya, yaitu menenggak minuman keras sebelum bepergian yang mengakibatkan dia mabuk.

Akibat memacu kendaraannya melebihi batas polisi menyetop dan menyuruhnya ke pinggir.

“Anda tidak sadar kalau anda ngebut?” tanya polisi.

“Eh, maaf, saya tidak menyadari,” jawab sang suami.“Ah, saya sudah peringatkan tapi dia tidak peduli,” kata istrinya yang tampak kesal.

“Tutup mulut!” bentak suaminya, “tugas kamu duduk diam di situ.”

Polisi lalu memeriksa plat nomor mobil.

“Plat nomor anda ini juga sudah kedaluwarsa. Apa anda tidak menyadarinya?”

“Oh, saya tidak perhatikan,” sahut sang suami.

“Bohong! Sejak dua bulan lalu saya sudah ingatkan, tapi dia tidak ambil pusing,” aku istrinya lagi.

“Diam, tolol! Saya sudah bilang, tugas kamu hanya duduk diam di tempatmu!” suaminya membentak lebih geram lagi.

Polisi mulai curiga ada sesuatu yang tidak beres. Dia lalu berputar ke pintu sebelah dekat sang istri.

“Bu, apakah suami anda selalu bersikap kasar seperti itu?” tanyanya.

“Tidak, hanya kalau dia sedang mabuk saja,” jawabnya lugu.

Seketika itu juga polisi mengeluarkan surat tilang untuk pengemudi kasar dan slebor ini.

 

(Pesan moral: Kata orang, kejujuran adalah peraturan yang terbaik; dan orang yang hatinya lurus dengan orang yang berliku-liku ibarat air dan minyak, tak dapat dipersatukan. Ada juga orang yang lembut jika keadaan berjalan normal, tapi berubah jadi macan kalau kebohongannya terusik. Lebih baik miskin asal bersih kelakuannya, daripada kaya tapi jalannya berliku-liku. Amsal 28:6.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: