DOA UNTUK MAKAN

DOA UNTUK MAKAN

           

            Karena keasyikan ngobrol tidak terasa sudah menjelang tengah hari. Sebagai adat-istiadat di daerah itu tuan rumah mengajak makan siang kepada tamunya, apalagi tamu ini adalah pendeta mereka sendiri.

            “Bapak makan siang saja bersama kami,” tuan rumah menawarkan, sekalipun tahu mereka tidak punya persiapan apa-apa.

            “Ah, tidak usah repot-repot,” kata tamunya sambil bersiap hendak pergi.  “Saya masih harus melawat anggota yang lain.”

            Tetapi tuan rumah dengan sigap mencegah. “Janganlah menolak. Bapak harus mencoba sayur asem dan ikan bakar buatan istri saya,” kata sang suami, separuh memaksa dan separuh berpromosi.

            Di dapur, nyonya rumah melepas rasa dongkolnya dengan bersungut, “Ya Tuhan, terpaksa saya harus menyiapkan makanan untuk tamu yang tidak diundang ini.”

            Tidak disadari bahwa Tina, putri mereka yang baru masuk TK, berada di dapur dan memperhatikan kesibukan ibunya.

            Ketika makanan sudah terhidang tuan rumah meminta Tina mengucapkan doa, sekaligus untuk menunjukkan “kebolehan” anak mereka itu.

            “Aku tidak tahu bagaimana berdoa,” Tina menolak dengan polos.

            “Ikuti saja seperti yang ibu katakan tadi,” bujuk ibunya. Maksudnya tentu doa waktu sarapan tadi pagi.

            Lalu, sambil mengatupkan tangan dan mata, Tina memulai: “Ya Tuhan, terpaksa saya harus menyiapkan makanan untuk tamu yang tidak diundang ini…”

 

(Pesan moral: Kecerdasan anak “memantulkan kecerdasan” orangtuanya, begitu sebagian orang percaya. Tidak heran kalau kecerdasan anak sering dieksploitasi oleh orangtua sendiri. Namun banyak kali hal itu menjadi bumerang bila orangtua terlalu selfish untuk memaksakan kehendak pada anak. Mestinya orangtua lebih berbangga kalau “anak-anak hidup dalam kebenaran”[ 3 Yohanes 1:4], ketimbang karena “kehebatan” mereka.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: