BAGAIMANA ORANGTUANYA

BAGAIMANA ORANGTUANYA

 

            Seorang guru SD kelas 6 suatu hari mengumumkan kepada murid-muridnya bahwa dirinya adalah seorang ateis. Kemudian dia bertanya kepada mereka siapa yang juga ateis. Walaupun tidak mengerti betul apa itu ateis tapi anak-anak itu berlomba mengangkat tangan tinggi-tinggi, hanya karena ingin meniru guru mereka.

            Kecuali seorang anak perempuan bernama Sara.

            “Kalau kamu bukan ateis berarti apa?” tanya gurunya.

            “Saya orang Kristen,” jawab gadis cilik itu.

            “Coba sebutkan alasannya kenapa kamu orang Kristen?”

            “Sejak kecil saya sudah mengenal Yesus, dan saya juga mencintai Dia,” ujar Sara mantap. “Ayah dan ibu saya juga orang Kristen, jadi saya orang Kristen.”

            “Itu bukan alasan yang tepat,” kata gurunya. “Bagaimana kalau ayahmu tolol dan ibumu bodoh, kamu jadi apa?” tanyanya dengan suara meninggi.

            Sara tersenyum lalu berkata, “Oh, kalau orangtua saya dua-duanya bego tentu saya jadi ateis!”

 

(Pesan moral: Anak-anak yang sejak kecil diajar menurut firman Tuhan akan memiliki moral yang baik dan berpendirian. Takut akan Tuhan adalah dasar dari hikmat, itu sebabnya anak-anak harus mendengar didikan ayah dan tidak menyepelekan pengajaran ibunya. Amsal 1:7,8. Benar, hanya orangtua tolol yang membiarkan anaknya mengingkari Tuhan.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: