AWAS, KALAU SEKALI LAGI!

AWAS, KALAU SEKALI LAGI!

 

Nyonya Sianu mengeluh kepada pendeta tentang kebiasaan suaminya yang selalu saja jatuh tertidur pada jam khotbah. Padahal suaminya menjabat sebagai ketua jemaat dan mereka berdua selalu duduk di deretan bangku paling depan.

“Gampang mengatasinya. Setiap kali suami nyonya tertidur, tusuk pinggangnya dengan ini,” kata pendeta sambil memberikan sebuah stik kayu kecil bekas penabuh tambur yang tidak terpakai lagi.

“Nanti, kalau suami nyonya tertidur lagi di jam khotbah, saya akan sebutkan satu pertanyaan lalu nyonya tusukkan stik ini ke pinggangnya. Biasanya orang yang kaget akan langsung menjawab.”

Pada minggu berikutnya, sesuai dugaan, di pertengahan khotbah sang suami mulai tertunduk dan mendengkur. Melihat hal itu pendeta langsung mengucapkan pertanyaan dengan suara keras,

“Siapakah yang mengambil bayi Musa sebagai anak-angkatnya?”

Stik di tangan Nyonya Sianu langsung beraksi membuat suaminya tersentak, dan pada detik yang tepat langsung menjawab, “Puteri Firaun!” Berhasil. Sang suami terjaga dari tidurnya.

Tapi sejenak kemudian sudah pulas lagi, dan pendeta mengamatinya dengan ekor mata. Sebuah pertanyaan lagi terlontar, “Jadi, ke mana Musa melarikan diri, saudara-saudara?”

Stik kembali beraksi, dan dalam keterkejutannya sang suami langsung menyahut, “Ke tanah Midian!”

Dasar “mata busuk” hanya beberapa menit kemudian dia sudah ngorok lagi, bahkan kali ini lebih kencang. Mata pendeta yang sejak tadi mengawasinya tiba-tiba bertanya dengan suara meninggi, “Lalu apa jawab Firaun kepada Musa?”

Saking malunya pada orang sekitar, Nyonya Sianu menusuk lagi pinggang suaminya, kali ini agak keras. Dengan geram suaminya membentak, “Sekali lagi kamu gunakan kayu itu saya akan patahkan dan lemparkan ke mukamu!”

“Amin!” seluruh jemaat menimpali bersama-sama…

 

(Pesan moral: Penyebab orang ngantuk di gereja bisa karena kurang tidur, khotbah yang membosankan, atau memang kebiasaan. Tetapi berhati-hatilah terhadap tidur rohani, sebab pada akhir zaman setan memang bekerja keras supaya umat Tuhan terlelap oleh kenikmatan duniawi, sebab itu “janganlah membiarkan matamu tidur, dan kelopak matamu mengantuk.” Amsal 6:4.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: