10 Kesalahan Membeli Furnitur

10 Kesalahan Membeli Furnitur
 
Menjelang perayaan hari besar keagamaan, biasanya muncul keinginan untuk mengganti furnitur rumah. Agar hasilnya memuaskan sesuai keinginan, sebaiknya jauh hari dipikirkan. Berikut ini sepuluh kesalahan yang sebaiknya dihindarkan saat membeli furnitur.

Pertama, kurangnya persiapan. Seringkali ketika belanja furnitur, kita pergi tanpa pertimbangan apa-apa: apa yang kita suka, apa rencana jangka panjang, bahkan yang paling sederhana: bagaimana ukuran dan bentuk ruangan yang akan ditempatkan furnitur. Sebelum belanja, sebaiknya gambar terlebih dahulu denah ruangan beserta ukurannya. Cari referensi dari majalah desain, kalau ada yang cocok, gunting dan bawa sebagai referensi. Bawa juga contoh cat ruangan. Apabila menggunakan karpet atau wallpaper, sertakan juga contohnya.

Kedua, tidak memerhatikan skala. Toko dapat membuat Anda tertipu dengan skala proporsi. Sebuah furnitur akan terlihat sangat bagus dan sempurna di sebuah toko yang besarnya sebesar lapangan bola, tapi akan terlihat sangat aneh apabila ditempatkan pada ruangan yang minim. Apabila berbelanja, pastikan membawa meteran kecil dalam dompet atau pakai benda-benda umum sebagai patokan ukuran, misalnya ubin.

Ketiga, tidak mencoba furnitur yang dibeli. Never buy seating without testing it out. Kalimat ini harus selalu diingat dalam membeli furnitur. Seringkali kita tertarik dengan bentuk yang ditawarkan. Padahal furnitur diciptakan untuk kenyamanan, bukan hanya untuk menghibur mata. Coba duduk dan rasakan- bila perlu coba dengan baca buku.

Keempat, terlalu cepat membeli. Setiap bahan furnitur akan terlihat berbeda apabila disorot dengan lampu yang berbeda. Sebelum Anda memutuskan untuk membeli, bawa pulang terlebih dahulu contoh bahan. Cocokkan dengan kondisi ruangan dan sesuaikan dengan warna tembok maupun furnitur lain dalam ruangan.

Kelima, membeli karena terdorong emosi. Saat melihat sebuah furnitur dijual dengan diskon 50 persen, hati langsung tidak dapat menahan diri untuk membelinya. Tapi coba berpikir lebih jauh sebelum membelinya. Jika furnitur tersebut ternyata tidak sesuai dengan ukuran ruang, suasana ataupun warna, maka Anda telah menyia-nyiakan 50 persen dari yang harus dikeluarkan. Bijaknya, jangan membeli furnitur dua hari sebelum dibutuhkan. Membeli furnitur butuh waktu yang lama, jangan terburu-buru, sempatkan waktu untuk melihat sekeliling dan punya perbandingan.

Keenam, terlalu banyak masukan. Semakin banyak masukan yang diterima, biasanya semakin sulit memutuskan. Setiap orang memiliki selera yang berbeda. Jangan ajak terlalu banyak orang dalam membeli furnitur, batasi masukan dari teman-teman atau keluarga yang dipercaya saja, bahwa dia satu selera dengan Anda.

Ketujuh, menolak bantuan. Tanyakan kepada sales untuk mengetahui furnitur-furnitur yang diinginkan lebih detail. Walaupun terkadang ada sales yang sengaja melebih-lebihkan kelebihan sebuah produk, tapi pada dasarnya teori yang mereka berikan adalah product knowledge yang perlu diketahui.

Kedelapan, belanja di akhir minggu. Jika butuh seorang sales untuk membantu dan memberikan informasi, belanjalah pada hari biasa bukan di akhir minggu. Karena akhir minggu merupakan hari tersibuk bagi mereka, dan pertimbangan-pertimbangan yang diberikan pun menjadi tidak akurat.

Kesembilan, lupa memperhitungkan ukuran pintu masuk atau lift. Kebanyakan penjual menerima pertukaran barang karena furnitur yang telah dibeli tidak dapat masuk pintu depan, tangga atau lift. Ukur terlebih dahulu setiap akses masuk yang akan dilewati furnitur. Jangan memaksakan jendela sebagai alternatif.

Kesepuluh, bayar berlebih. Salah satu produk yang sering menawarkan harga khusus adalah furnitur. Umumnya sering ada promo atau diskon pada hari-hari besar. Coba kunjungi mal-mal yang khusus menjual produk furnitur atau tunggu pameran-pameran furnitur. Manfaatkan momen-momen tersebut untuk mendapatkan harga yang bagus.

RMC | Global

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: