Kasih ALLAH

Kasih ALLAH

Oleh: Pdt. B. Fattah

 

Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

 

Kasih Allah sesungguhnya adalah rahasia Ilahi. Kita manusia mengerti tentang apa yang sedang dilakukan untuk kita, kita mengetahui bahwa kita telah ditebus dari dosa. Kita menyadari bahwa sebuah jalan keluar sedang dibuat, ketika tidak ada jalan untuk melepaskan diri. Namun, sebuah pertanyaan timbul di hati kita, “Mengapa Dia mati untuk saya?” Kita kebingungan pada saat mencoba untuk menemukan sebuah alasan tentang perwujudan kasih pengorbanan diri Yesus untuk kita. Sebuah bait lagu menggambarkannya;

Jika pun laut penuh tinta,

Dan langit menjadi kertas,

Rumput-rumput jadi pena,

Dan orang skalian menjadi penulis

Menuliskan kasih Allah,

Akan kering lautan,

Langit tak dapat muatkan

Segenap kasih Allah.

 

Tahukah saudara apa artinya Yesus turun dari surga, hidup dan mati untuk kita di dunia ini?  Lama sebelum semua hal itu terjadi, Dia adalah Pencipta, bukan semata-mata ciptaan. Dia tidak perlu menundukkan kepalanya kepada setiap manusia. Hukum-Nyalah yang sebenarnya mengatur alam semesta ini. Pekerjaan tangan-Nyalah yang menggantungkan miliaran bintang di langit, matahari dan planet-planet pada posisi dan tempatnya masing-masing.  Kita tidak dapat menghargai kebesaran dari Allah kita, sampai kita melihat bagian-bagian yang sangat kecil dari ruang angkasa ini, yang mana dunia kita yang sangat kecil ini adalah penduduk dari rancangan yang maha besar tersebut. Teleskop-teleskop raksasa menunjukkan miliaran dunia-dunia yang lain, lebih besar dan lebih raksasa dari pada dunia kita. Dan semua dunia-dunia ini bergerak menurut tata cara yang teratur dan tertib sebagaimana mereka melintasi luar angkasa. Bumi ini hanyalah sebintik debu dibandingkan dengan ciptaan yang lain. Namun, ia menjadi pemberontak dan tidak menurut rancangan indah Allah. Miliaran bintang-bintang dan dunia-dunia yang lain bergerak menurut perintahnya, tapi pembelot yang kecil ini menentang hukum Allah.

 

Saudaraku, seseorang mungkin berkata, “Jadi apa masalahnya! Masih tak terhitung jumlahnya dunia yang lain yang tidak memberontak. Allah pasti tidak akan merasa kehilangan dengan dunia yang kecil ini.” Tapi apa kenyataannya? Allah tetap peduli! Dan itulah bagian yang paling indah dari cerita ini. Allah dan Pencipta yang sama tidak hanya tertarik pada satu dunia saja, tetapi kepada setiap individu di dalamnya. Coba pikirkan, Dia bisa saja membinasakan dengan seketika dunia kita ini. Hal ini seperti ilustrasi tentang satu keluarga yang memiliki 7 anak, ketika seorang anak sakit parah dan hampir mati, ibunya menangis tersedu-sedu dan sang ayah datang mendekat ke ibu dan berbisik katanya, “Mama jangan terlalu sedih anak kita kan ada 7 kalo cuma mati 1 masih tinggal 6, lagi pula dia kan yang paling nakal, jelek, kudisan pula, biar aja dia mati, ya!” Inilah mungkin yang akan saudara dan saya lakukan jika kita menjadi Pencipta. Tapi syukurlah Allah kita tidak melakukannya. Dia mencintai bumi ini. Ia turun ke dunia menyerahkan hidupnya ke tangan pemberontak di bumi ini. Ia membenci dosa namun mencintai orang berdosa. Kita bersyukur Yesus tidak pernah menyerah demi satu jiwa sekalipun yang kemungkinan masih memiliki secercah harapan.

 

Coba kita bayangkan, bagaimana bisa Allah Bapa memandang peristiwa yang mengerikan terjadi kepada Anak Allah itu. Adalah hal yang tidak pantas di mana manusia-manusia yang Allah ciptakan, sekarang mencambuk, menghantam, meludahi, menendang dan menganiaya Yesus Anak Allah. Sehingga para malaikat harus menyelubungi wajah mereka terhadap pandangan yang mengerikan itu. Terjadi keheningan seribu bahasa di surga pada saat peristiwa kejahatan dunia ini berlangsung. Pada saat Anak Allah ini berjalan dari ruangan Pilatus, Ia sangat lemah, tidak makan seharian, tidak tidur semalam suntuk, nampak lusuh dan kurus. Dia memikul kayu salib yang sangat berat di atas pundaknya yang penuh darah akibat cambukan besi yang tajam, tubuhnya tercabik-cabik berlumuran darah. Wajahnya sukar dikenal lagi akibat pukulan dan lumuran darah dari mahkota duri yang ditancapkan ke kepalanya. Oh… sungguh mengerikan perbuatan manusia terhadap Anak Allah. Lebih menyayat hati adalah di tengah-tengah pergumulan perjalanan mendaki bukit Golgota yang sungguh amat sukar itu terdengar teriakan-teriakan rasa benci terhadap Anak Allah ini. Bumi pun merasa ngeri akan pemandangan yang menakutkan itu, Matahari menyembunyikan wajahnya terhadap peristiwa yang tak terkatakan ini.  Saudaraku, tak ada di alam semesta ini yang lebih kuat dari Cinta Allah. Kristus adalah Allah dan Allah adalah Cinta. Cinta itu yang telah jatuh pingsan di bawah kayu salib, Cinta itu yang telah berdoa untuk pembunuh-pembunuhnya, Cinta itu yang telah ditusuk kepalanya dengan mahkota duri. Tangan yang direntangkan di atas kayu salib dan ditembus paku itu adalah tangan yang sama yang telah membentuk alam semesta ini. Tangan yang sama itu yang telah menciptakan saudara dan saya. Tetapi mengapa Dia berada di sana sekarang? Di atas salib yang terkutuk dan terhina itu? Itu sama misteriusnya dengan Cinta yang kita tidak dapat mengerti dan pahami. Ia melakukan itu untuk anda dan saya. Pikirannya sekarang tidak untuk miliaran dunia yang lain, Ia telah mati untuk setiap pribadi, bahkan Ia telah mati untuk satu jiwa sekalipun. Ia secara sukarela mati untuk menebus manusia dari dosa. Ia bahkan mau mati bagi mereka yang telah meludahinya. Jikapun pencuri yang sekarat itu adalah satu-satunya manusia di seluruh dunia ini, Kristus akan tetap memilih untuk tergantung di sana. Dan jika pencuri itu adalah anda seorang yang mau menerima Dia, Ia akan datang dan akan melewati semua pengalaman yang menyakitkan itu. Ya percayalah! Dan itu mungkin, Dia melakukannya untuk anda seorang. Mengapa? Cinta adalah jawaban satu-satunya. Tidak ada penjelasan yang tepat. Oleh sebab itu, semoga Allah menolong kita untuk mengakui dosa-dosa kita, untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat kita, untuk membersihkan dosa-dosa kita di dalam darah Kristus. Kiranya Cinta Yesus membuat kita lebih mencintai-Nya hari ini, setiap hari dan sampai Cinta itu datang untuk menjemput kita masuk surga.

Tuhan Yesus Pasti Memberkati.

*******

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: