Arsip untuk Santapan Rohani

Kasih ALLAH

Kasih ALLAH

Oleh: Pdt. B. Fattah

 

Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

 

Kasih Allah sesungguhnya adalah rahasia Ilahi. Kita manusia mengerti tentang apa yang sedang dilakukan untuk kita, kita mengetahui bahwa kita telah ditebus dari dosa. Kita menyadari bahwa sebuah jalan keluar sedang dibuat, ketika tidak ada jalan untuk melepaskan diri. Namun, sebuah pertanyaan timbul di hati kita, “Mengapa Dia mati untuk saya?” Kita kebingungan pada saat mencoba untuk menemukan sebuah alasan tentang perwujudan kasih pengorbanan diri Yesus untuk kita. Sebuah bait lagu menggambarkannya;

Jika pun laut penuh tinta,

Dan langit menjadi kertas,

Rumput-rumput jadi pena,

Dan orang skalian menjadi penulis

Menuliskan kasih Allah,

Akan kering lautan,

Langit tak dapat muatkan

Segenap kasih Allah.

 

Tahukah saudara apa artinya Yesus turun dari surga, hidup dan mati untuk kita di dunia ini?  Lama sebelum semua hal itu terjadi, Dia adalah Pencipta, bukan semata-mata ciptaan. Dia tidak perlu menundukkan kepalanya kepada setiap manusia. Hukum-Nyalah yang sebenarnya mengatur alam semesta ini. Pekerjaan tangan-Nyalah yang menggantungkan miliaran bintang di langit, matahari dan planet-planet pada posisi dan tempatnya masing-masing.  Kita tidak dapat menghargai kebesaran dari Allah kita, sampai kita melihat bagian-bagian yang sangat kecil dari ruang angkasa ini, yang mana dunia kita yang sangat kecil ini adalah penduduk dari rancangan yang maha besar tersebut. Teleskop-teleskop raksasa menunjukkan miliaran dunia-dunia yang lain, lebih besar dan lebih raksasa dari pada dunia kita. Dan semua dunia-dunia ini bergerak menurut tata cara yang teratur dan tertib sebagaimana mereka melintasi luar angkasa. Bumi ini hanyalah sebintik debu dibandingkan dengan ciptaan yang lain. Namun, ia menjadi pemberontak dan tidak menurut rancangan indah Allah. Miliaran bintang-bintang dan dunia-dunia yang lain bergerak menurut perintahnya, tapi pembelot yang kecil ini menentang hukum Allah.

 

Saudaraku, seseorang mungkin berkata, “Jadi apa masalahnya! Masih tak terhitung jumlahnya dunia yang lain yang tidak memberontak. Allah pasti tidak akan merasa kehilangan dengan dunia yang kecil ini.” Tapi apa kenyataannya? Allah tetap peduli! Dan itulah bagian yang paling indah dari cerita ini. Allah dan Pencipta yang sama tidak hanya tertarik pada satu dunia saja, tetapi kepada setiap individu di dalamnya. Coba pikirkan, Dia bisa saja membinasakan dengan seketika dunia kita ini. Hal ini seperti ilustrasi tentang satu keluarga yang memiliki 7 anak, ketika seorang anak sakit parah dan hampir mati, ibunya menangis tersedu-sedu dan sang ayah datang mendekat ke ibu dan berbisik katanya, “Mama jangan terlalu sedih anak kita kan ada 7 kalo cuma mati 1 masih tinggal 6, lagi pula dia kan yang paling nakal, jelek, kudisan pula, biar aja dia mati, ya!” Inilah mungkin yang akan saudara dan saya lakukan jika kita menjadi Pencipta. Tapi syukurlah Allah kita tidak melakukannya. Dia mencintai bumi ini. Ia turun ke dunia menyerahkan hidupnya ke tangan pemberontak di bumi ini. Ia membenci dosa namun mencintai orang berdosa. Kita bersyukur Yesus tidak pernah menyerah demi satu jiwa sekalipun yang kemungkinan masih memiliki secercah harapan.

 

Coba kita bayangkan, bagaimana bisa Allah Bapa memandang peristiwa yang mengerikan terjadi kepada Anak Allah itu. Adalah hal yang tidak pantas di mana manusia-manusia yang Allah ciptakan, sekarang mencambuk, menghantam, meludahi, menendang dan menganiaya Yesus Anak Allah. Sehingga para malaikat harus menyelubungi wajah mereka terhadap pandangan yang mengerikan itu. Terjadi keheningan seribu bahasa di surga pada saat peristiwa kejahatan dunia ini berlangsung. Pada saat Anak Allah ini berjalan dari ruangan Pilatus, Ia sangat lemah, tidak makan seharian, tidak tidur semalam suntuk, nampak lusuh dan kurus. Dia memikul kayu salib yang sangat berat di atas pundaknya yang penuh darah akibat cambukan besi yang tajam, tubuhnya tercabik-cabik berlumuran darah. Wajahnya sukar dikenal lagi akibat pukulan dan lumuran darah dari mahkota duri yang ditancapkan ke kepalanya. Oh… sungguh mengerikan perbuatan manusia terhadap Anak Allah. Lebih menyayat hati adalah di tengah-tengah pergumulan perjalanan mendaki bukit Golgota yang sungguh amat sukar itu terdengar teriakan-teriakan rasa benci terhadap Anak Allah ini. Bumi pun merasa ngeri akan pemandangan yang menakutkan itu, Matahari menyembunyikan wajahnya terhadap peristiwa yang tak terkatakan ini.  Saudaraku, tak ada di alam semesta ini yang lebih kuat dari Cinta Allah. Kristus adalah Allah dan Allah adalah Cinta. Cinta itu yang telah jatuh pingsan di bawah kayu salib, Cinta itu yang telah berdoa untuk pembunuh-pembunuhnya, Cinta itu yang telah ditusuk kepalanya dengan mahkota duri. Tangan yang direntangkan di atas kayu salib dan ditembus paku itu adalah tangan yang sama yang telah membentuk alam semesta ini. Tangan yang sama itu yang telah menciptakan saudara dan saya. Tetapi mengapa Dia berada di sana sekarang? Di atas salib yang terkutuk dan terhina itu? Itu sama misteriusnya dengan Cinta yang kita tidak dapat mengerti dan pahami. Ia melakukan itu untuk anda dan saya. Pikirannya sekarang tidak untuk miliaran dunia yang lain, Ia telah mati untuk setiap pribadi, bahkan Ia telah mati untuk satu jiwa sekalipun. Ia secara sukarela mati untuk menebus manusia dari dosa. Ia bahkan mau mati bagi mereka yang telah meludahinya. Jikapun pencuri yang sekarat itu adalah satu-satunya manusia di seluruh dunia ini, Kristus akan tetap memilih untuk tergantung di sana. Dan jika pencuri itu adalah anda seorang yang mau menerima Dia, Ia akan datang dan akan melewati semua pengalaman yang menyakitkan itu. Ya percayalah! Dan itu mungkin, Dia melakukannya untuk anda seorang. Mengapa? Cinta adalah jawaban satu-satunya. Tidak ada penjelasan yang tepat. Oleh sebab itu, semoga Allah menolong kita untuk mengakui dosa-dosa kita, untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat kita, untuk membersihkan dosa-dosa kita di dalam darah Kristus. Kiranya Cinta Yesus membuat kita lebih mencintai-Nya hari ini, setiap hari dan sampai Cinta itu datang untuk menjemput kita masuk surga.

Tuhan Yesus Pasti Memberkati.

*******

Komentar bertahan »

Yesus Adalah Allah

Yesus Adalah Allah

 

Yesus Kristus adalah Firman Allah yang Hidup.  Ia menyatakan Allah.  Ketika seorang pengikutnya berkata, “Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami”, Yesus menjawab, “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku?  Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.” Rasul Paulus menyebut Yesus Kristus sebagai “gambar Allah yang tidak kelihatan”.  Memandang Yesus Kristus dan mendengarkan Dia sama saja dengan memandang dan mendengarkan Allah.

 

Apabila Yesus Kristus adalah Allah dalam wujud manusia, maka Ia adalah satu-satunya yang patut didengarkan, dihormati, dan bahkan disembah. Ini berarti bahwa Allah yang menciptakan bulan dan bintang, yang menempatkan milyaran planet di angkasa, Allah itu jugalah yang menjelma menjadi manusia, yang hidup dan melangkahkan kaki-Nya di atas muka bumi ini, dan merelakan diri-NYA mati di tangan ciptaan-NYA sendiri. Kematian-NYA mempunyai arti yang jauh lebih besar daripada kematian seorang yang baik. Dari segala masa, kematian-NYA merupakan pengorbanan terbesar, suatu penyataan kasih yang tidak terukur dalamnya.

 

Percaya kepada Dia sebagai yang lain-lainnya merupakan suatu bentuk penghujatan, suatu penyembahan berhala. Pembahasan seperti ini dapat menjadi sangat rumit, bergantung pada ajaran apa yang telah diterima seseorang. Berbagai argumentasi dapat dikemukakan untuk mendukung ataupun menentang keilahian Kristus. Misalnya, jika seseorang telah diajari bahwa Allah adalah satu Pribadi dan bahwa Yesus Kristus adalah makhluk ciptaan, maka dalam membaca Alkitab untuk pertama kalinya, ia dapat menemukan ayat-ayat yang kelihatannya mendukung pandangan tersebut. Sebaliknya, apabila seseorang telah diajari bahwa Allah adalah Yang Mahatinggi, sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus, dan bahwa Anak melepaskan kesetaraan-NYA dengan Allah untuk menjadi manusia di dalam pribadi Yesus Kristus, maka ia dapat menemukan ayat-ayat yang mendukung pandangan tersebut. 

 

Roma 10:2, “Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.”   Sebelum seseorang dapat memahami ayat-ayat Alkitab yang berkenaan dengan keilahian Yesus Kristus, ia perlu diberi definisi yang memadai tentang hakekat Allah, tentang pribadi serta hakekat Yesus Kristus. ALLAH Alkitab menyatakan bahwa Allah itu suatu pribadi; Ia cerdas, penuh kasih, adil, setia, kekal, kreatif, dan berada dalam interaksi yang dinamis dengan ciptaan-NYA. Ciri-ciri Allah dapat dirangkum ke dalam dua kelompok: ciri-ciri umum dan ciri-ciri moral. Allah — menurut ciri-ciri-NYA yang umum — bersifat unik, kekal, tidak berubah, mahakuasa, mahatahu, mahahadir, roh, dan suatu pribadi. Ciri-ciri moral Allah mencakup kekudusan, keadilan, kasih, dan kebesaran-NYA. Kekristenan mengajarkan bahwa Allah berdaulat; Ia menopang dan memerintah alam raya, dan sebagaimana yang akan kita tunjukkan. Ia menjelma menjadi manusia — Yesus Kristus dari Nazaret. Yesus Kristus merupakan sebuah nama dan sebuah sebutan. Nama Yesus (bahasa Indonesia) dalam bahasa Yunani adalah iêsous; kata itu berasal dari bahasa Ibrani yehõsyûa’ atau yehõsyû’a dari YHVH dan yasya’ yang artinya “YHVH Juruselamat” atau “TUHAN menyelamatkan”. Sebutan Kristus (bahasa Indonesia) berasal dari kata Yunani khristos, bahasa Ibraninya masyiakh (Daniel 9:26), artinya “Yang Diurapi”. Dua jabatan, yaitu raja dan imam, tercakup dalam pemakaian sebutan Kristus. Sebutan itu menyatakan bahwa Yesus adalah Imam dan Raja yang dijanjikan Allah dalam nubuat-nubuat Perjanjian Lama. Selain itu, kita percaya bahwa waktu hidup di dunia ini Yesus Kristus mempunyai dua hakekat: Ia manusia dan Ia Allah. Dengan demikian, kita mempunyai pandangan bahwa Yesus Kristus adalah Allah sejati (pada hakekatnya), namun juga manusia sejati. Ia adalah Allah yang menyatakan diri dalam wujud manusia. Alkitab menggambarkan Yesus Kristus sebagai Allah maupun manusia. Filipi 2:5-11, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: ‘Yesus Kristus adalah Tuhan,’ bagi kemuliaan Allah, Bapa!”

 

Bagaimana manusia yang serba terbatas seperti kita ini dapat memahami Allah yang tidak terbatas? Sangat sulit bagi kita untuk memahami hal-hal abstrak seperti kebenaran, kebaikan, atau keindahan kalau kita tidak memiliki contoh-contoh yang tampak oleh mata kita. Kita dapat mengenal keindahan karena kita dapat melihat keindahan itu pada suatu benda yang indah; kita dapat mengenal kebaikan karena kebaikan itu terlihat di dalam diri orang yang baik, dan sebagainya. Tetapi bagaimana dengan Allah? Bagaimana orang dapat mengerti seperti apa Allah itu? Sampai tahap tertentu kita dapat mengenal Allah kalau Allah mewujudkan diri-NYA dalam suatu bentuk yang dapat dipahami oleh manusia, yaitu dengan menjadikan diri-NYA seorang manusia. Walaupun demikian, memang dalam wujud manusia Ia tidak akan dapat menyatakan sifat-NYA yang kekal dan yang mahahadir — tidak akan ada waktu dan ruang untuk itu, tetapi IA dapat secara kelihatan menyatakan sifat-sifat-NYA. Itu adalah berita yang disampaikan di dalam Perjanjian Baru. Rasul Paulus berkata bahwa di dalam Kristus berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allah-an . Kristus menjadi manusia supaya manusia dalam batas-batas tertentu dapat memperoleh pengertian tentang Allah yang tidak terbatas.

 

Alasan kedua mengapa Allah mau menjadi manusia ialah untuk menjembatani jurang pemisah antara Allah dan manusia. Seandainya Yesus Kristus “hanyalah” seorang manusia atau makhluk ciptaan, maka jurang pemisah antara Allah dan manusia — antara yang tidak terbatas dan yang terbatas, antara Pencipta dan yang diciptakan, antara Yang Kudus dan yang tidak kudus — akan tetap ada. Supaya kita dapat mengenal Allah, maka Allah harus turun kepada kita. Tidak ada “makhluk ciptaan” yang dapat menjembatani jurang antara Allah dan manusia, seperti halnya segumpal tanah liat tidak dapat mengerti atau mencapai taraf sang penjunan. Karena kasih, Allah telah turun ke dunia ini, kepada kita. Ia membuka jalan supaya semua orang dapat mengenal Dia.

 

Oleh karena itu, memperlakukan Yesus sekedar sebagai manusia dalam arti makhluk ciptaan merupakan suatu penghujatan. Gagal dalam menyelaraskan kehidupan kita dengan ajaran-ajaran-NYA akan berarti kehilangan kehidupan itu sendiri. Sebaliknya, apabila Yesus Kristus bukan Allah, melainkan makhluk ciptaan yang lebih rendah derajatnya, kita hanya akan merasa berterima kasih atas kehidupan, kematian, dan pengajaran-NYA, tetapi kita tidak akan menyembah Dia sebagai Allah. Bila kita menganggap Dia makhluk ciptaan Allah, lalu kita menyembah Dia sebagai Allah, itu merupakan suatu kesalahan yang sangat besar. Mengapa? Karena dengan demikian kita menjadikan Dia berhala yang menempati kedudukan Allah. Alkitab dengan tegas menentang penyembahan berhala. Allah mengatakan bahwa Ia tidak akan memberikan kemuliaan-NYA kepada yang lain, dan bahwa tidak ada Allah lain selain Dia, dan bahwa kita harus menyembah Dia saja. Jadi persoalannya, Yesus betul-betul Allah atau Ia bukan Allah.

Komentar bertahan »

Siapakah Yesus

Siapakah Yesus

 

Lawatlah ke mana-mana pun dan berbicaralah dengan penganut agama apa pun. Jika mereka mengetahui sejarah, mereka akan mengaku bahawa tidak pernah ada peribadi seperti Yesus dari Nazaret, tidak kira betapa komited mereka terhadap agama itu. Dia adalah tokoh yang unik sepanjang zaman.

 

Kedatangan-Nya telah dinubuatkan.  Beratus tahun sebelum kelahiran Yesus, Alkitab mencatatkan nubuat para nabi Israel tentang kedatangan-Nya. Perjanjian Lama yang ditulis oleh ramai orang dalam jangka masa lebih kurang 1,500 tahun, mengandungi lebih daripada 300 nubuat tentang kedatangan-Nya. Semua butir nubuat terjadi dengan tepat. Kehidupan Yesus, mukjizat-mukjizat yang dilakukan-Nya, kata-kata-Nya, kematian-Nya di atas salib, kebangkitan-Nya, dan kenaikan-Nya ke Syurga — semua ini menunjukkan bahawa Dia lebih daripada manusia. Yesus sendiri mendakwa, ” Aku dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:30), “Orang yang sudah melihat Aku, sudah melihat Bapa” (Yohanes 14:9), dan “Akulah jalan untuk mengenal Tuhan dan untuk mendapat hidup. Tidak seorangpun dapat datang kepada Bapa kecuali melalui Aku.” (Yohanes 14:6)

 

Hidup dan kata-kata-Nya menyebabkan perubahan. Perhatikan hidup dan pengaruh Yesus Kristus sepanjang sejarah, dan anda akan melihat bahawa Dia dan kata-kata-Nya sentiasa membawa perubahan yang besar dalam hidup manusia dan bangsa. Ke mana saja ajaran dan pengaruh-Nya disebarkan, kesucian dalam perkawinan, hak asasi wanita dan suara rakyat diterima. Sekolah-sekolah dan universiti-universiti didirikan; undang-undang untuk melindungi kanak-kanak diluluskan; perhambaan dihapuskan, dan banyak lagi perubahan telah dilakukan untuk kebaikan manusia.

 

Individu-individu juga mengalami perubahan yang dramatik. Contohnya, Lew Wallace. Dia adalah seorang jeneral yang terkenal dan seorang sasterawan genius yang pernah tidak percaya pada Tuhan. Wallace meluangkan masa selama dua tahun di perpustakaan terkenal di Eropah dan Amerika untuk mencari maklumat yang dapat menghancurkan agama Kristian selama-lamanya. Ketika dia menulis bab kedua, tiba-tiba dia mendapati dirinya berlutut dan berteriak mengakui Yesus sebagai Tuhannya.  Kerana bukti yang tidak dapat dipertikaikan, dia tidak dapat lagi menyangkal bahawa Yesus Kristuslah Anak Tuhan. Kemudian, Wallace telah menulis “Ben Hur”, salah sebuah novel Inggeris termasyur yang pernah ditulis mengenai zaman Kristus.

 

Begitu juga dengan mendiang C.S. Lewis. Bertahun-tahun lamanya, profesor di Universiti Oxford ini menyangkal keilahian Yesus. Tetapi dia juga secara jujur menyerahkan hidupnya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Penyelamatnya, setelah mempelajari bukti yang kukuh tentang keilahian Yesus.

 

Pembohong atau orang gila? Di dalam bukunya yang terkenal, “Mere Christianity”, Lewis menyatakan, “Seorang manusia biasa yang mengatakan hal-hal seperti yang Yesus ucapkan, tidak mungkin adalah seorang guru moral yang agung. Dia mungkin seorang gila atau syaitan dari neraka. Anda harus memilih — apakah Yesus adalah Anak Allah, seorang gila, atau lebih teruk daripada itu. Anda boleh menganggap Yesus sebagai seorang gila, atau berlutut di kaki-Nya dan mengakui Dia sebagai Allah. Tetapi janganlah kita menghina Yesus dengan mengatakan bahawa Dia seorang guru yang agung. Pilihan itu langsung tidak wujud.”

 

Siapakah Yesus bagi anda? Jawaban anda akan menentukan hidup anda di dunia ini dan hidup selama-lamanya.   Kebanyakan agama adalah diasaskan oleh manusia dan berdasarkan falsafah buatan manusia, dan kebiasaan tingkah laku. Singkirkan pengasas-pengasas agama dari amalan praktik agama masing-masing, sedikit sahaja akan berubah. Tetapi singkirkan Yesus dari agama Kristian, tidak ada apapun akan tertinggal. Agama Kristian bukan sekadar falsafah hidup, etika piawai atau ketaatan mengerjakan suruhan agama. Agama Kristian yang benar adalah berasaskan kepentingan hubungan peribadi dengan Penyelamat yang hidup, Yesus Kristus.

 

Pengasas yang telah bangkit.  Agama Kristian adalah unik — Yesus disalibkan, dikuburkan, dan tiga hari selepas itu bangkit dari kematian. Sebarang perdebatan tentang kesahan agama Kristian adalah bergantung kepada bukti kebangkitan Yesus dari kematian. Sepanjang zaman, kebanyakan cendekiawan hebat yang pernah mempertimbangkan bukti-bukti kebangkitan Yesus, percaya bahawa Yesus hidup. Setelah memeriksa bukti kebangkitan seperti yang dinyatakan oleh penulis-penulis Kitab Injil, mendiang Simon Greenleaf, seorang yang berwibawa tentang isu-isu perundangan di Harvard Law School membuat kesimpulan: “Adalah mustahil mereka dapat terus menegaskan bahawa apa yang mereka katakan itu benar jika Yesus tidak betul-betul bangkit dari kematian, dan mereka tidak pasti tentang fakta ini.” John Singleton Copley yang diiktirafkan sebagai salah seorang intelek guaman terkemuka dalam sejarah British, memberi komen begini, “Saya pasti apa yang dimaksudkan bukti. Saya beritahu anda, bukti sebegini belum pernah tumpas.”

 

Mengapa anda percaya?  Kebangkitan Kristus adalah pokok iman seorang Kristian. Ada beberapa sebab mengapa mereka yang mempelajari kebangkitan, percaya bahawa itu benar :

 

Nubuat: Pertama, Yesus sendiri yang menubuatkan tentang kematian dan kebangkitan-Nya, dan hal-hal itu terjadi dengan tepat seperti apa yang telah Dia nubuatkan (Lukas 18:31-33).

 

Kubur yang kosong: Kedua, hanya kebangkitan dapat menjelaskan dengan munasabah kubur-Nya yang kosong. Membaca kisah Alkitab itu dengan teliti akan menunjukkan bahawa kubur di mana mereka meletakkan tubuh Yesus dijaga dengan ketat oleh askar-askar Roma dan ditutup dengan batu yang sangat besar. Jika Yesus tidak mati tetapi hanya menjadi lemah, seperti yang dikatakan oleh sesetengah orang, maka para pengawal dan batu tersebut akan menghalang Dia daripada melarikan diri — begitu juga dengan sebarang  usaha pengikut-pengikut untuk menyelamatkan-Nya. Musuh-musuh Yesus tidak akan menyembunyikan tubuh Yesus sebab kehilangan tubuh-Nya hanya akan menguatkan lagi kepercayaan tentang kebangkitan-Nya.

 

Pertemuan-pertemuan peribadi: Ketiga, hanya kebangkitan dapat menjelaskan mengapa Yesus dapat menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Setelah kebangkitan-Nya, Yesus menampakkan diri sekurang-kurangnya 10 kali kepada mereka yang mengenali Dia, dan pada suatu ketika kepada lebih daripada 500 orang. Tuhan membuktikan bahawa semua penampakan ini bukanlah halusinasi: Dia makan dan berbual-bual dengan mereka dan mereka menjamah tubuh-Nya. ( I Yohanes 1:1)

 

Kelahiran gereja: Keempat, hanya kebangkitan dapat menjelaskan dengan munasabah permulaan gereja Kristian. Gereja Kristian merupakan institusi terbesar yang wujud atau pernah wujud di sepanjang sejarah dunia. Lebih daripada setengah khutbah-khutbah awal yang pernah disampaikan adalah berkaitan dengan kebangkitan (Kisah Para Rasul 2:14-36). Ketara sekali gereja awal mengetahui bahawa kebangkitanlah dasar khutbah. Musuh-musuh Yesus dan para pengikut-Nya boleh menghentikan mereka daripada berkhutbah demikian sekira mereka dapat mengeluarkan tubuh Yesus.

 

Hidup yang berubah: Kelima, hanya kebangkitan dapat menjelaskan dengan munasabah hidup murid-murid yang berubah. Mereka meninggalkan Dia sebelum kebangkitan-Nya. Setelah kematian-Nya mereka menjadi kecewa dan takut. Mereka tidak sangka bahawa Yesus akan bangkit dari kematian (Lukas 24:1-11).

 

Walaupun demikian, setelah kebangkitan Yesus dan pengalaman mereka pada hari Pentakosta, murid-murid yang kecewa dan takut ini berubah kerana kuasa kebangkitan Kristus. Dalam nama Yesus, mereka menyebabkan dunia tunggang-terbalik. Ramai mati kerana iman mereka; yang lainnya dianiaya dengan kejam. Mereka pasti tidak akan berani macam ini jika mereka tidak yakin bahawa Yesus benar-benar telah dibangkitkan dari kematian – suatu kebenaran yang berbaloi untuk mati.

 

Tuhan yang hidup: Karena kebangkitan Yesus, para pengikut-Nya yang sebenar tidak lagi sekadar mematuhi etika seorang pengasas yang telah mati, tetapi memiliki suatu hubungan pribadi dengan Tuhan yang hidup. Yesus Kristus hidup hari ini dan Dia setia memberkati mereka yang mempercayai dan mentaati Dia. Berabad-abad lamanya, ramai orang telah mengakui kebenaran tentang Yesus, termasuk mereka yang telah banyak mempengaruhi dunia.

 

Ahli falsafah Perancis, Blaise Pascal, mengatakan tentang keperluan manusia terhadap Yesus: “Terdapat suatu kekosongan yang diciptakan oleh Allah di dalam hati setiap orang. Kekosongan ini hanya boleh diisi oleh Allah sendiri melalui anak-Nya, Yesus Kristus.”

 

Mahukah anda mengenali Yesus Kristus secara peribadi sebagai Penyelamat yang hidup? Sesungguhnya anda dapat! Yesus begitu ingin menjalin hubungan peribadi yang penuh kasih dengan anda, sehingga Dia sudah menguruskan segala yang perlu.

******

Komentar bertahan »