Arsip untuk November 16, 2008

Tips Agar Karet Wiper Tidak Mengeras

Tips Agar Karet Wiper Tidak Mengeras

Di minggu-minggu terakhir saat mobil diguyur hujan deras, keberadaan wiper menjadi sangat penting. Oleh karena itu, ada baiknya jika kita melakukan pemeriksaan ekstra terhadap wiper mengingat jarak pandang kita saat mengemudi sangat bergantung pada komponen mobil yang satu ini.

Yang pertama kali harus diperhatikan adalah kondisi karet-karetnya, apakah masih elastis atau tidak. Waspadai jika ternyata karet wiper sudah mengeras karena pasti fungsinya menjadi tidak sempurna saat menyapu air dari kaca depan.

Keras dan tidak fleksibel adalah ciri utama karet wiper yang sudah saatnya diganti. Selain dapat menggores kaca hingga meninggalkan bekas yang mengganggu pemandangan, karet wiper yang sudah buruk biasanya ditandai dengan timbulnya embun pada bagian-bagian kaca yang tersapu wiper.

Walaupun terkesan sepele, namun sebaiknya wiper dirawat dengan sebaik-baiknya, diantaranya dengan:

1. Merenggangkan karet wiper dari kaca ketika mobil diparkir di tempat yang langsung mendapat sengatan terik matahari.

Cara tersebut merupakan upaya sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga keawetan karet wiper. Sinar matahari yang menyengat kaca lazimnya akan membuat temperatur permukaan kaca ikut naik. Bila wiper menempel, tentu panas itu akan menyentuh bagian wiper yang terbuat dari karet. Sesuai sifat dan karakternya, kondisi panas yang berlebih memungkinkan rusaknya karet pada wiper

Pada tahap awal, panas yang berlebih akan terlihat dari perubahan bentuk karet yang memuai. Selanjutnya, karena sering mengalami perubahan cuaca dari panas ke dingin akan menjadikan karet tidak elastis dan ketika dioperasikan, wiper akan menggores kaca.

2. Memeriksa air wiper secara berkala.
Segera isi bila tangkinya kosong. Lakukan juga penyetelan pada arah semburan air wiper karena jika arah semburan tidak tepat mengenai lintasan wiper akan mengurangi kemampuannya dalam proses pembesihan kaca.

 

Source: Klasika Kompas 30 April 2008

Komentar (1) »

Merawat “Wiper” Mobil

Merawat “Wiper” Mobil

Di musim penghujan, salah satu komponen penting mobil yang sangat penting adalah wiper. Namun karena wiper hanya digunakan saat hujan, justru perawatannya sering terabaikan. Jika tidak dirawat, wiper biasanya suka mengeras dan karet-karetnya tak lagi elastis. Jika sudah keras dan tidak fleksibel itu artinya karet wiper sudah harus diganti.

Karet wiper yang keras, selain dapat menggores kaca hingga berbekas dan mengganggu pemandangan, juga menimbulkan embun pada kaca yang tersapu wiper. Untuk menghindari karet wiper mengeras, jauhkan atau renggangkan karet wiper dari kaca ketika mobil diparkir di tempat yang langsung mendapat sengatan terik matahari.

Sinar matahari yang menyengat kaca akan membuat temperatur permukaan kaca ikut naik. Bila wiper menempel, tentu panas itu akan menyentuh bagian wiper yang terbuat dari karet. Sesuai sifat dan karakternya, panas berlebih dapat merusak karet. Awalnya, pengaruh buruk panas terlihat dari perubahan bentuk karet yang memuai. Lama kelamaan, karena sering mengalami perubahan dari panas ke dingin karet menjadi tidak elastis (keras).

Selain itu perlu dilakukan perawatan wiper rutin. Pertama, periksa washer (air wiper) secara berkala. Isi bila tangkinya tampak kosong. Kedua, atur arah semburan air washer. Yang sering terjadi, arah semburan tidak tepat mengenai lintasan wiper sehingga proses pembersihan kaca tidak berjalan dengan baik. [L-11]
 
 

Komentar bertahan »

Merawat Mobil yang Lama Ditinggalkan

Merawat Mobil yang Lama Ditinggalkan

SETIAP kendaraan sudah pasti memerlukan perawatan. Tidak terkecuali kendaraan yang diparkir untuk jangka waktu yang lama. Banyak alasan sebuah kendaraan terpaksa memenuhi sudut ruang tertentu dalam hitungan waktu yang cukup lama. Misalnya, si pemilik pindah tugas ke tempat yang jauh sehingga memerlukan waktu dan penanganan khusus untuk bisa membawa pergi kendaraannya itu.

Karenanya, pada kondisi ini, mobil memerlukan penanganan tersendiri terutama untuk mencegah proses korosi pada bagian mesin dan badan kendaraan.

Pertama-tama, pada saat ditinggalkan, posisi rem tangan harus dalam keadaan terlepas. Bila keadaan rem dalam kondisi aktif, piringan rem lama-kelamaan akan lengket dengan minyak rem.

Kedua, usahakan keempat ban kendaraan diganjal dengan balok agar terangkat dari lantai. Balok yang dipilih diusahakan tidak membuat mobil berada pada posisi miring agar sesuai dengan ketentuan pertama yang menyarankan tidak mengaktifkan rem tangan. Selain itu, suspensi kendaraan juga tidak terbebani dalam waktu yang lama dan dapat dipergunakan kembali dengan nyaman.

Kemudian, aki mobil juga harus dilepas agar arus bocor permukaan kabel tidak mengosongkan tegangan baterai.

Selanjutnya, wiper sebaiknya diganjal juga, namun dengan menggunakan bahan yang lembut, seperti busa. Hal ini dimaksudkan agar karet wiper tidak mengeras dan mati.

Langkah terakhir agar kendaraan tetap nyaman ketika dipergunakan kembali adalah dengan meletakkan pengharum ruangan di dalam mobil. Langkah ini dapat menghilangkan bau apek karena mobil tertutup rapat dalam waktu yang lama. Menutup pintu mobil rapat-rapat merupakan pilihan yang lebih baik daripada meninggalkan mobil dengan kaca terbuka. Karena, meskipun tempat parkir mobil mampu melindungi kendaraan dari tamu tak diundang, tetapi debu sedikit demi sedikit akan masuk memperkeruh udara di bagian interior. (Y-5)
 
 

Komentar (1) »