Does God’s Grace Blot Out the Law? |
||
| by Joe Crews Copyright © 1990 |
Download PDF | | |
|
||
Arsip untuk November, 2008
Does God’s Grace Blot Out the Law?
Anything But Secret
Anything But Secret |
||
| by Doug Batchelor Copyright © 2000 |
Download PDF | | |
|
||
Source: http://www.bibleuniverse.com/study-tools/free-book-library/english/anything-but-secret.aspx
Absent From the Body
Absent From the Body |
||||||||||||||||||||||
| by Joe Crews Copyright © 1989 |
Download PDF | | |||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||
Source: http://www.bibleuniverse.com/study-tools/free-book-library/english/absent-from-the-body.aspx
Tips Agar Karet Wiper Tidak Mengeras
Tips Agar Karet Wiper Tidak Mengeras
Yang pertama kali harus diperhatikan adalah kondisi karet-karetnya, apakah masih elastis atau tidak. Waspadai jika ternyata karet wiper sudah mengeras karena pasti fungsinya menjadi tidak sempurna saat menyapu air dari kaca depan.
Keras dan tidak fleksibel adalah ciri utama karet wiper yang sudah saatnya diganti. Selain dapat menggores kaca hingga meninggalkan bekas yang mengganggu pemandangan, karet wiper yang sudah buruk biasanya ditandai dengan timbulnya embun pada bagian-bagian kaca yang tersapu wiper.
Walaupun terkesan sepele, namun sebaiknya wiper dirawat dengan sebaik-baiknya, diantaranya dengan:
1. Merenggangkan karet wiper dari kaca ketika mobil diparkir di tempat yang langsung mendapat sengatan terik matahari.
Pada tahap awal, panas yang berlebih akan terlihat dari perubahan bentuk karet yang memuai. Selanjutnya, karena sering mengalami perubahan cuaca dari panas ke dingin akan menjadikan karet tidak elastis dan ketika dioperasikan, wiper akan menggores kaca.
2. Memeriksa air wiper secara berkala.
Segera isi bila tangkinya kosong. Lakukan juga penyetelan pada arah semburan air wiper karena jika arah semburan tidak tepat mengenai lintasan wiper akan mengurangi kemampuannya dalam proses pembesihan kaca.
Source: Klasika Kompas 30 April 2008
Merawat “Wiper” Mobil
Merawat “Wiper” Mobil
Karet wiper yang keras, selain dapat menggores kaca hingga berbekas dan mengganggu pemandangan, juga menimbulkan embun pada kaca yang tersapu wiper. Untuk menghindari karet wiper mengeras, jauhkan atau renggangkan karet wiper dari kaca ketika mobil diparkir di tempat yang langsung mendapat sengatan terik matahari.
Sinar matahari yang menyengat kaca akan membuat temperatur permukaan kaca ikut naik. Bila wiper menempel, tentu panas itu akan menyentuh bagian wiper yang terbuat dari karet. Sesuai sifat dan karakternya, panas berlebih dapat merusak karet. Awalnya, pengaruh buruk panas terlihat dari perubahan bentuk karet yang memuai. Lama kelamaan, karena sering mengalami perubahan dari panas ke dingin karet menjadi tidak elastis (keras).
Merawat Mobil yang Lama Ditinggalkan
Merawat Mobil yang Lama Ditinggalkan
Karenanya, pada kondisi ini, mobil memerlukan penanganan tersendiri terutama untuk mencegah proses korosi pada bagian mesin dan badan kendaraan.
Pertama-tama, pada saat ditinggalkan, posisi rem tangan harus dalam keadaan terlepas. Bila keadaan rem dalam kondisi aktif, piringan rem lama-kelamaan akan lengket dengan minyak rem.
Kedua, usahakan keempat ban kendaraan diganjal dengan balok agar terangkat dari lantai. Balok yang dipilih diusahakan tidak membuat mobil berada pada posisi miring agar sesuai dengan ketentuan pertama yang menyarankan tidak mengaktifkan rem tangan. Selain itu, suspensi kendaraan juga tidak terbebani dalam waktu yang lama dan dapat dipergunakan kembali dengan nyaman.
Kemudian, aki mobil juga harus dilepas agar arus bocor permukaan kabel tidak mengosongkan tegangan baterai.
Selanjutnya, wiper sebaiknya diganjal juga, namun dengan menggunakan bahan yang lembut, seperti busa. Hal ini dimaksudkan agar karet wiper tidak mengeras dan mati.
Pelajaran 13: Raja atas Segala Raja dan Tuhan atas Segala Tuan
Raja atas Segala Raja dan Tuhan atas Segala Tuan
(Yohanes 14, Matius 24, 2 Petrus 3, Wahyu 19)
Kehidupan Rohani – Mengalami Yesus Kristus sebagai Tuhan: Pelajaran 13
Copr. 2005, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian
Pendahuluan: Ini adalah pelajaran terakhir dari seri kita mengenai Kekristenan dalam praktek. Apa hasil akhir dari keputusan kita menjadikan Yesus Tuhan atas setiap aspek kehidupan kita? Ke arah mana kita harus memandang? Apa harapan mulia kita? Bagaimana kita dapat memastikan bahwa kita benar-benar bersama Allah? Mari selami Alkitab dan temukan jawabannya.
1. Janji
1. Baca Yohanes 14:1. Hal-hal apa yang membuat saudara cemas dan gundah? Atau, apakah ini sekedar gambaran umum kehidupan?
1. Pernyataan Yesus ini berlangsung hanya beberapa saat sebelum penangkapan, siksaan dan kematianNya. Apa pendapat saudara mengenai pernyataanNya bahwa murid-muridNya tidak perlu risau di saat Ia siap hendak melalui masa paling sulit dalam hidupNya di dunia? (Kasih dan kepedulian Allah bagi kita sangatlah istimewa. Ia tau murid-muridNya akan melalui masa-masa paling sukar. Ia mempedulikan mereka.)
2. Apa jawaban bagi hati yang risau? (Percaya kepada Allah.)
2. Baca Yohanes 14:2-3. Tempat tinggal. Alkitab The King James Version menerjemahkan kata Gerika ini sebagai mansion – rumah besar. Contemporary English version dan Today’s English Version menggunakan kata room – kamar. Mana yang saudara lebih suka?
1. Jika Presiden Amerika Serikan mengatakan pada saudara bahwa saudara dapat tinggal dalam sebuah kamar tidur di gedung Putih atau saudara dapat tinggal di rumah besar [mansion] di seberang jalan, mana yang saudara akan pilih? (Dulu saya kecewa ketika mengetahui bahwa kata asli bahasa Gerika bukanlah “mansions” –- rumah-rumah besar. Namun, bila saudara memikirkan ihwal tinggal di rumah Allah, pertimbangan lain akan pudar.)
2. Jika saudara risau perihal “rumah besar [mansion]”, pengertian saya soal ini adalah bahwa kuantitaslah bukan kualitas hunian yang dimaksudkan oleh terjemahan bahasa Gerika. Jika saudara ingin melihat bagaimana kata ini diterjemahkan dalam konteks lain, baca Yohanes 14:23. (Kami akan “diam” bersama-sama dengan dia. Kata bahasa Gerika yang digunakan dalam Yohanes 14:2 memodifikasi kata yang diterjemahkan sebagai “diam” dengan kata “berlimpah-ruah.” Hasilnya adalah “banyak kamar – banyak tempat” atau “banyak tempat kediaman.” Bagi mereka yang risau soal hunian mereka, inilah aspek “mansion – rumah besar.”
3. Baca Kisah 1:9-11. Yesus baru saja berangkat untuk pulang ke surga dan murid-murid sementara berdiri di sana menatap langit. Apa pendapat saudara mengenai pertanyaan yang diajukan malaikat?
1. Menurut saudara mengapa malaikat-malaikat tersebut mengajukan pertanyaan tersebut?
2. Apa implikasi dari pertanyaan malaikat tersebut? (Ia AKAN kembali. Jangan berdiri saja, bekerja dan bersiaplah.)
2. Metoda
1. Saya pecinta musik, tapi sayangnya para orang tua terkekeh-kekeh dan anak-anak biasanya berbalik dan menengok tatkala mereka mendengar saya bernyanyi. (Kodok menyukai saya.) Satu dari lagu favorit saya bertemakan (sejauh yang bisa saya ingat) “Kali berikut tak salah lagi Rajaku akan mengenakan mahkotaNya.” Baca Matius 24:23-27. Apakah mahkota yang akan memberitahu kita bahwa Yesus lah yang sementara kembali, bukan penipu?
1. Sekali waktu saya mendengar sebuah diskusi konyol soal kedatangan Yesus yang kedua kali. Kelompok yang berdiskusi kelihatannya sepakat bahwa saudara dapat membedakan Yesus dari para penipu oleh melihat apa kakiNya menyentuh tanah. Saya khawatir saudara tidak akan bisa melihat kakiNya. Apa yang disebutkan dalam Matius 24:27 perihal “kaki”? (Kedatangan Yesus yang kedua kali tidak akan meninggalkan keraguan. Akan seperti kilat disekeliling dunia! Saudara tidak perlu melihat kakiNya atau mahkotaNya.)
2. Baca Matius 24;30-31. “Pengangkatan rahasia,” sebuah kepercayaan di sebagian kecil umat Kristen, telah memperoleh tambahan sokongan dengan serial populer “Left Behind” (Tertinggal). Apa yang ayat ini katakan tentang sifat alamiah dari pengangkatan (Kedatangan Kedua)? (Jika ada hal yang tidak akan menjadi sebuah rahasia, inilah dia. Kilat sekeliling dunia, Yesus datang di langit, trompet yang nyaring, dan umat tebusan dikumpulkan oleh malaikat.)
3. Baca 1 Tesalonika 4:16-17. Gantinya memperhatikan kaki, menurut ayat ini apa yang menjadi tanda yang lebih nyata tentang Kedatangan Yesus Yang Kedua? (Kita akan melihat orang-orang bangkit dari kubur! Yang masih hidup saat Kedatangan Kedua akan menyaksikan hal ini sebelum mereka secara pribadi dikumpulkan menuju surga.)
4. Baca 2 Petrus 3:10. Pencuri itu diam-diam. Seorang pencuri datang secara rahasia (jika mungkin). Bagaimana bisa Petrus berkata bahwa Kedatangan Yesus Yang Kedua seperti pencuri dan seperti guruh? (Petrus mengatakan bahwa Yesus datang tanpa disangka-sangka oleh sebagian orang. Kejadiannya tidak bisa salah, tapi saatnya bisa salah.)
1. Mari mundur beberapa ayat. Baca 2 Petrus 3:8-9. Mengapa Kedatangan Yesus seperti pencuri bagi sebagian orang? (Allah bisa terlihat berlambatan, tapi tidak. Ia akan datang pada jadwalNya sendiri. Mereka yang terbuai dalam pemikiran bahwa saat kembaliNya masih jauh akan terkejut.)
1. Baca 2 Tesalonika 2:8-12. Hal apa lagi yang harus kita harapkan sebelum Yesus datang kembali? (Paulus mengatakan bahwa akan ada setidaknya seorang penipu yang akan berbuat “rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu.”)
1. Siapa yang akan ditipu oleh penipu ini? (Ayat 10 menyebutkan “orang-orang yang harus binasa.”)
2. Mengapa ayat 11 mengatakan bahwa Allah mengirimkan “kesesatan” agar orang-orang yang harus binasa tertipu? Saya kira tujuan Allah bagi umat manusia adalah keselamatan, bukan kebinasaan? (2 Tesalonika 2:10-11 membuat hal ini kedengaran seperti ujian akhir. Orang-orang yang mencintai kejahatan gantinya kebenaran akan dirampas oleh penipu ini. 2 Tesalonika 2:8 mengatakan bahwa Yesus akan membinasakan penipu ini pada KedatanganNya yang Kedua.)
3. Kita Harus Bagaimana?
1. Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari, 2 Petrus 3:11-bagian pertama menuliskan “Karena semuanya itu akan dihancurkan dengan cara yang demikian, bagaimanakah seharusnya kalian hidup?” Pertanyaan bagus dalam terang Kedatangan Kedua. Apa jawabnya? (Baca bagian kedua dari 2 Petrus 3:11 dan 2 Petrus 3:12)
1. Dampak apa yang bisa kita miliki atas saat Kedatangan Yesus yang Kedua? (2 Petrus 3:12 mempunyai catatan yang sangat menarik. Dikatakan bahwa kita dapat “mempercepat kedatangan” Yesus.)
1. Menurut saudara bagaimana caranya saudara mempercepat Kedatangan Kedua? (Oleh hidup “suci dan saleh.”)
2. Baca Matius 7:21-23. Apa yang menurut Matius 7:21 penting bagi kita untuk memasuki surga. (Melakukan kehendak Allah. Sekedar berkata (“Tuhan, Tuhan”) tidak akan bisa.)
1. Jika saya hanya berhenti di situ, kita akan adu argumen soal kebenaran oleh perbuatan. Dalam Matius 7:22 apa argumen dari orang-orang yang memprotes gagalnya mereka masuk surga? (Bahwa mereka telah bekerja! Perhatikan frase “Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu” dapat diartikan “bukankah kami dimuka umum mengajar dalam namaMu?”)
2. Bagaimana saudara menjelaskan kontradiksi yang nyata-nyata ini? Yesus berkata “Bicara tanpa berbuat” tidak akan memberimu pas masuk surga. Kemudian Yesus berkata pada orang-orang yang banyak berbuat (guru-guru yang mengusir setan dan membuat mujizat) “Aku tidak pernah mengenal kamu.” Apa ini pembicaraan ganda? Apakah surga suatu target bergerak yang sulit untuk dibidik? (The Bible Exposition Commentary mengemukakan: “Kata-kata bukanlah pengganti dari penurutan demikian pula perbuatan religi.” “Penurutan kepada kehendak [Allah] adalah ujian bagi iman yang sungguh-sungguh di dalam Kristus.” Sudah lama yang meyakini bahwa “Kebenaran oleh sikap” adalah deskripsi yang lebih tepat dibanding “kebenaran oleh iman.” Sebagaimana kita baca dalam 2 Tesalonika 2:9-11, Allah menyelamatkan mereka yang “mengasihi kebenaran.”)
3. Sobat, bacalah Wahyu 19:11-16. Kedatangan Yesus yang Kedua tidak akan seperti yang pertama. Inilah saat untuk memilih siapa yang saudara akan turuti. Sudahkah saudara bertobat dan menerima pengorbanan Yesus bagi kita? Apakah saudara mengasihi Allah dan kebenaranNya? Adakah pengharapanmu diletakkan pada Kedatangan Kedua dan Pejuang Yang Sejati dan Yang Benar berkendara kuda putih?
Pelajaran 12: Tuhan atas Pelayanan Kita
Tuhan atas Pelayanan Kita
(Yohanes 13, Markus 10, Lukas 10, 1 Korintus 12)
Kehidupan Rohani – Mengalami Yesus Kristus sebagai Tuhan: Pelajaran 12
Copr. 2005, Bruce N. Cameron. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian
Pendahuluan: Apakah Allah memanggil kita untuk melayaniNya dalam segala sesuatu yang kita perbuat? Sikap yang bagaimana yang Allah ingin kita tunjukkan dalam pekerjaan kita? Apa yang, secara khusus, harus kita lakukan? Apakah setiap anggota jemaat memiliki peran dalam jemaat? Mari jelajahi apa yang Alkitab ajarkan soal pelayanan!
1. Berkat dalam Pembasuhan
1. Baca Yohanes 13:1-3. Apa yang Yesus ketahui saat ini?
1. Jika saudara tahu bahwa saudara sudah datang dari surga dan akan segera kembali ke surga, sikap apa yang akan saudara tunjukkan?
1. Sikap apa yang saudara tunjukkan kepada umat manusia? (Saya tahu bahwa saya anggota kerajaan yang agung. Saya sementara mengunjungi ras (spesis?) yang lebih rendah. Kini saatnya untuk bergabung dengan mahluk surga sebagai pemimpin mereka.)
2. Baca Yohanes 13:4-5. Ayat 4 dimulaikan dengan kata “lalu.” Bagaimana bisa membasuh kaki orang lain (pekerjaan paling rendah) secara logis dihasilkan dari kesimpulan bahwa Yesus adalah Allah Surga yang Agung dan Ia segera akan kembali ke rumahNya? (Dalam cara berpikir kita, hal itu tidak masuk akal sama sekali. Tidak ada kaitan secara logis.)
3. Baca Yohanes 13:6-8. Apakah Petrus pantas protes? (Sudah tentu. Dari sudut pandang dunia, Yesus tidak seharusnya membasuh kaki Petrus.)
4. Baca Yohanes 13:8-9. Mengapa kini Petrus berubah dari “tidak” ke basuh seluruh tubuhku? (Tiba-tiba terbit dalam pikiran Petrus bahwa ini bukanlah soal membersihkan kakinya. Ini soal kemitraan dengan Yesus. Dalam hal ini, Petrus ingin dibasuh sebersih-bersihnya. Ia ingin bermitra penuh dari Yesus.)
5. Baca Yohanes 13:12-15. Apa maksud pembasuhan kaki murid-murid oleh Yesus? Apakah itu soal membasuh kaki? Apakah itu soal kemitraan? (Yesus menegaskan statusNya sebagai Tuhan dan Guru, tapi Ia mengatakan bahwa Ia sedang memberikan suatu teladan pelayanan bagi mereka.)
6. Baca Yohanes 13:16-17. Alasan logis apa yang Yesus berikan bagi orang Kristen (dan para pemimpin Kristen) agar memiliki sikap jenis ini dalam pelayanan? (Saudara mungkin seorang pemimpin, saudara mungkin penting, tapi saudara tidak lebih baik dari Yesus. Karena Ia rela melakukan hal ini, kita harus rela melakukan hal tersebut. Sebagai tambahan, Yesus berkata bahwa ada berkat dalam melakukan tindakan rendah hati.)
2. Layanan Kepemimpinan
1. Baca Markus 10:35-37. Apa sikap Yakobus dan Yohanes sebelum Yesus membasuh kaki mereka? (Mereka menginginkan kedudukan tertinggi.)
2. Baca Markus 10:41. Sikap apa yang dimiliki murid-murid yang lain sebelum Yesus membasuh kaki mereka? (Mereka memiliki sikap yang sama – semua ingin memiliki kedudukan paling penting.)
3. Baca Markus 10:42-45. Ketika Yesus menjelaskan soal basuh kaki yang dilakukanNya, Ia mengatakan “Kamu tidak lebih baik dari Aku, jadi kamu harus rela melakukan hal ini juga.” Itu tidak cukup menjadi sebuah penjelasan logis atas alasan untuk memiliki sikap ini. Penjelasan logis apa yang Yesus utarakan di sini? (Sangat mirip dengan alasanNya sebelumnya. Yesus mengatakan bahwa Ia datang ke sini untuk melayani. Kita harus memiliki sikap yang sama. Namun, Yesus menerangkan bahwa aturan “dunia” tidak berlaku di gereja.)
1. Logika apa yang saudara temukan dalam perintah Yesus soal sikap kita terhadap kepemimpinan gereja?
2. Jika saudara melihat seorang pemimpin yang memiliki sikap pelayanan, bagaimana pengaruh hal tersebut kepada saudara? (Bertahun-tahun yang lalu, saya sedang berada di kamar mandi kantor dengan atasan saya. Ada yang sembrono meninggalkan tisu di lantai. Sikap saya adalah bahwa saya tidak akan pernah membuang tisu di lantai, tapi saya tidak sudi memungut sampah yang ditinggalkan orang sembrono tadi. Lagipula, kami telah menggaji orang untuk membersihkan kamar mandi. Atasan saya membungkuk, memungut tisu tersebut, dan membuangnya di kotak sampah. Saya terkesan dengan contoh yang ditunjukkannya, sehingga mulai saat itu saya senantiasa melakukan hal yang sama.)
4. Baca Markus 2:15-16. Jawaban apa yang saudara akan berikan kepada orang Parisi, berdasarkan apa yang kita sudah baca sejauh ini? (Jika kita memiliki sikap “superior” sementara coba menjangkau orang lain bagi Kristus, kita tidak akan berhasil. Saya pikir hal ini menunjukkan kepada kita logika yang sebenarnya di balik contoh “pemimpin-hamba” yang diperkenalkan Yesus. Sikap superior, “Saya yang berwewenang”, tidak efektif untuk menuntun orang lain kepada kerajaan atau untuk menuntun orang lain kepada kebenaran yang lebih agung.)
5. Baca Markus 2:17. Apakah orang Parisi orang benar? Jika tidak, mengapa Yesus mengatakan hal ini? (Mari baca tiga ayat ini. Roma 3:10, Roma 3:20 dan Matius 23:27-28. Jika saudara memiliki sikap bahwa saudara orang benar, Yesus tidak akan mengundang saudara. Saudara tidak membutuhkanNya. Tatkala Yesus mengatakan bahwa Ia datang untuk menolong orang sakit, saya pikir maksudNya adalah Ia datang untuk mereka yang merasakan kebutuhan akan keselamatanNya. Sikap hamba, bukanlah sekedar suatu sikap bagi kepemimpinan di dalam jemaat, itu adalah suatu sikap yang kita semua perlukan bagi keselamatan kita.)
3. Keseimbangan dalam Pelayanan
1. Baca Lukas 10:38-40. Mana dari kedua perempuan ini yang paling mewakili pendekatan saudara dalam pelayanan?
1. Apakah Marta pantas mengajukan keberatan? Benarkah bahwa beberapa pimpinan dalam jemaat kerja berlebihan, sementara anggota lain duduk-duduk saja tanpa melakukan bagian mereka?
2. Baca Lukas 10:41-42. Mengapa Yesus ijinkan Maria duduk-duduk saja? (Yesus memberitahukan kita bahwa “berkarya” di jemaat tidak boleh membuat kita mengabaikan hubungan kita dengan Yesus. Hubungan lah yang lebih penting.)
4. Metoda Pelayanan
1. Baca 1 Korintus 12:27. Berapa banyak anggota jemaat yang mempunyai bagian untuk dijalankan dalam pekerjaan? (“Masing-masing” kita mempunyai bagian.)
2. Baca 1 Korintus 12:7. Berapa banyak dari kita dapat memiliki karunia dari Roh Kudus untuk membantu kita melayani jemaat? (Lagi-lagi, “tiap-tiap orang” dikaruniai “untuk kepentingan bersama.”)
3. Baca 1 Korintus 12:8-10. Sementara saudara memeriksa karunia-karunia ini, apa saudara menemukan karunia saudara?
4. Baca 1 Korintus 12:28. Sementara saudara memeriksa daftar tugas-tugas dalam jemaat ini, mana yang menjadi tugas saudara?
5. Baca 1 Korintus 12:11 dan 1 Korintus 12:29-30. Mengapa Paulus memberi amaran ini? (Kita tidak boleh berharap bahwa kita akan memperoleh semua karunia ini. Kita tidak boleh iri jika kita tidak memiliki karunia yang dimiliki oleh orang lain. Tujuan kita adalah untuk menemukan karunia yang Allah berikan kepada kita dan menggunakan karunia tersebut.)
6. 1 Korintus 12:31. Apakah ini merupakan ijin untuk iri akan karunia orang lain?
1. Jika tidak, apa maksud Paulus? Apakah karunia-karunia ini berubah-ubah? Mungkinkah memperoleh karunia baru sejalan dengan berlalunya waktu? (Pastilah mungkin untuk memperoleh karunia baru, jika tidak Paulus tidak akan menuliskannya.)
7. Sobat, Allah telah memberikan kepada saudara karunia dan peran untuk dijalankan di jemaat. Sudahkah saudara menggunakan apa yang telah dikaruniakan kepada saudara untuk melayani orang lain? Apakah sikap saudara tepat soal menjadi pemimpin di jemaat? Atau, apakah saudara ingin menjadi seorang pemimpin hanya untuk kemuliaan diri sendiri? Maukah hari ini saudara menetapkan untuk menggunakan karunia saudara untuk melayani orang lain?
5. Penggalian Berikutnya: Raja atas segala Raja dan Tuhan atas segala Tuan.
Pelajaran 11: Tuhan atas Ibadah Kita
Tuhan atas Ibadah Kita
(Keluaran 20, Yohanes 4, Wahyu 14, 2 Samuel 6)
Kehidupan Rohani – Mengalami Yesus Kristus sebagai Tuhan: Pelajaran 11
Copr. 2005, Bruce N. Cameron, J.D. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian
Pendahuluan: Apa makna menyembah Allah? Suatu pemikiran? Suatu ungkapan lahiriah? Dapatkah kita terlalu “terhanyut” dalam penyembahan? Apa yang memotivasi kita untuk beribadah? Gaya penyembahan telah membawa perpecahan di beberapa gereja. Dosakah bila mengkritik gaya beribadah orang lain? Mari loncat ke dalam pelajaran Alkitab kita dan temukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini!
1. Alasan untuk Menyembah
1. Baca Keluaran 20:4-6. Seberapa pentingkah penyembahan? (Baik perintah pertama maupun kedua dari Sepuluh Hukum menyangkut penyembahan kepada Allah.)
1. Alasan apa yang Allah berikan di sini untuk menyembahNya? (Allah menyatakan bahwa ada 2 golongan manusia. Orang-orang yang membenciNya dan orang-orang yang mengasihiNya. Allah mengkaitkan penyembahan dengan kasih kita kepadaNya. Mengasihi Allah merupakan hal timbal balik: Allah mengasihi saudara dan saudara mengasihiNya. Jika kasih Allah bagi saudara menghasilkan kasih dan penurutan saudara kepadaNya, Allah akan mengasihi saudara dan keturunan saudara.)
2. Baca Mazmur 95:6-7. Pemazmur mengatakan bahwa motif untuk menyembah Allah kita adalah karena kita adalah “umat gembalaan-Nya.” Apa maksud menggembalakan orang? Apakah seperti ungkapan “dilepas di padang rumput?” (Bila saudara menggembalakan ternak, saudara akan menempatkan mereka di sebuah tempat yang aman di mana tersedia makanan dan air. “Umat gembalaan” adalah orang-orang dalam pemeliharaan Allah. Satu alasan mengapa kita menyembah Allah adalah karena pemeliharaanNya atas kita.)
3. Baca Wahyu 4:10-11. Ini adalah pemandangan dari ibadah di surga. Apa alasan menyembah Allah disebutkan di sini? (Bukan hanya karena Allah menciptakan kita, tapi Ia tetap menjaga hidup kita.)
4. Baca Wahyu 5:11-12. Ini adalah pemandangan surgawi lainnya. Alasan tambahan apa lagi yang kita punyai untuk beribadah kepada Allah? (Ia telah menghidupkan kehidupan yang sempurna, dan mati ganti kita, dengan demikian memberikan kita kesempatan untuk hidup baka dan surga. Sungguh sebuah alasan yang dahsyat untuk memuji dan menyembah Yesus!)
5. Baca Wahyu 14:6-7. Apa Injil yang kekal itu? (Menyembah Allah adalah bagian dari Injil yang kekal. Ini bukanlah “perjanjian lama” yang tidak Allah tidak lagi harapkan. Allah kembali memberikan otoritasNya sebagai Pencipta sebagai alasan untuk menyembah.)
6. Allah memberi kita banyak alasan untuk menyembah Dia. Haruskah Ia memberi kita alasan untuk menyembahNya?
1. Jika tidak, mengapa Ia melakukan hal itu? (Allah bisa saja berkata Saya menuntut penyembahan, tapi Ia tidak melakukan hal tersebut. Itu memantulkan kasih dan pemeliharaan Allah bagi kita hingga Ia menjelaskan kepada kita alasan-alasan untuk menyembahNya.)
2. Saat untuk Menyembah
1. Baca Keluaran 20:8-11. Alasan apa yang Allah berikan kepada kita untuk menjaga kesucian hari SabatNya? (Bahwa Ia menciptakan dunia dalam enam hari dan berhenti pada hari yang ketujuh.)
1. Pelajari kembali Wahyu 14:7. Bagaimana “injil yang kekal” bahwa kita harus menyembah Allah dihubungkan dengan Sabat? (Kedua hal ini terhubung dengan azas umum bahwa Allah adalah Pencipta kita. Sabat adalah saat menyembah yang khusus untuk menyembah Allah sebagai Pencipta kita.)
2. Beberapa hari lalu saya membaca (lagi-lagi) serangan terhadap pemeliharaan Sabat. Artikel tersebut terang-terangan mengakui bahwa di Alkitab tidak ada perintah untuk beribadah pada hari selain Sabat. Diakui bahwa gereja tidak mempunyai wewenang untuk merubah perintah Allah. Argumen baru adalah bahwa di bawah perjanjian baru kita sekarang ini sedang hidup di zaman ‘Sabat” dan kini kita bebas untuk memilih hari apapun yang kita inginkan untuk beribadah. Untuk sejenak anggaplah bahwa semua ini betul. Dengan melihat sifat alamiah dari penyembahan, hari apa yang akan saudara pilih untuk diasingkan khusus untuk memuliakan Allah? (Sifat alamiah penyembahan adalah untuk mengagungkan Allah bukan diri saya. Mempertimbangkan hal ini, saya akan memilih hari yang Ia sarankan bagi saya untuk beribadah, hari yang merefleksikan otoritasNya sebagai Pencipta saya! Memilih hari lain sepertinya berlawanan dengan intuisi untuk menyembah Pencipta kita.)
3. Cara Menyembah
1. Apa artinya menyembah Allah “dalam kebenaran?” (Baca Yohanes 14:6. Yesus berkata bahwa Ia adalah kebenaran. Saatnya “sudah tiba sekarang” tatkala peribadatan kita dipusatkan kepada Yesus gantinya sistem pengorbanan di kaabah Yerusalem yang semata menunjuk kepada Mesias yang akan datang.)
1. Apa yang hal ini kemukakan tentang filosofi yang mengatakan bahwa semua jalan menuju surga? Semua pandangan yang dipegang dengan tulus adalah sama berterima di mata Allah? (Allah mengatakan bahwa “kebenaran” adalah bagian penting dari penyembahan.)
2. Lihat kembali Yohanes 4:23-24. Apa artinya menyembah Allah dalam “roh?” (Baca Yohanes 16:13-15. Yesus setidaknya sedang membicarakan Roh Kudus. Roh Kudus menolong kita dalam penyembahan kita untuk lebih memahami Allah dan kehendakNya bagi kita.)
3. Bagaimana dengan ibadah saudara: Apakah berpusat pada Kristus dan dipenuhi Roh?
4. Pemahaman saya soal ibadah yang “dipenuhi Roh” adalah bahwa Roh Kudus menuntun pikiran kita kepada pengertian yang lebih baik tentang Allah. Bagi sebagian orang, ibadah yang “dipenuhi Roh” berarti menjadi semacam kegaduhan yang bagi orang lain tidak diterima sebagai penyembahan. Apa ada gaya penyembahan yang diterima dan tidak diterima?
5. Baca 2 Samuel 6:13-16. Raja Daud sementara membawa kembali Tabut Allah (simbol kehadiran Allah) ke Yerusalem. Orang-orang menyembah Allah dengan terus menerus mengorbankan hewan (setiap enam langkah) sementara sang Raja menyembah dengan menari-nari “di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga” dan “meloncat-loncat serta menari-nari di hadapan TUHAN.” Pernahkan saudara melihat penyembahan yang lebih heboh dari itu?
6. Baca 2 Samuel 6:20. Michal adalah istri Raja Daud. Istri saya senantiasa memberi umpan balik atas khotbah-khotbah saya dan biasanya ia memiliki pemikiran yang hebat. Dalam segala loncatan Daud kelihatannya Mikhal menganggap bahwa loncatan dan tarian Daud yang mengenakan “baju efod dari kain lenan” (2 Samuel 6:14) terlalu vulgar bagi raja. Setujukah saudara?
7. Baca 2 Samuel 6:21-22. Apa yang Raja Daud ajarkan kepada kita mengenai perbincangan soal apakah ibadah haruslah bergengsi? (Sepertinya gengsi kita bukanlah perkara yang harus jadi pertimbangan kita.)
8. Baca 2 Samuel 6:23. Apa hasil dari kritikan Mikhal terhadap gaya penyembahan Daudh yang tidak bergengsi? (Ia tidak penah memperoleh anak. Ia adalah putri dari mantan Raja Saul dan kini menjadi istri pertama Daud. Jika ia mempunyai putra, putranya ini akan mempunyai hak atas tahta – yang mana akan meningkatkan gengsi sang ibu.)
1. Apa yang hal ini ajarkan kepada kita soal mengkritik gaya tertentu dari peribadatan? (Saya pikir kemandulan Mikhal melambangkan kemandulan Roh bagi mereka yang suka mengkritik gaya antusiasme dalam peribadatan. Mereka yang suka mengkritik ibadah yang gegap gempita harus berhati-hati.)
9. Baca Mazmur 150. Bandingkan pujian dan penyembahan yang dilukiskan di sini dengan pujian dan penyembahan di gereja saudara. Bagaimana perbandingan mereka?
10. Sobat, Allah telah memberi kita semua alasan untuk menyembahNya. Ia mengharapkan kita untuk menyembahnya dalam Roh dan dalam kebenaran. Maukah saudara membuka hati bagi kesukacitaan dari ibadah yang sejati?
4. Penggalian Berikutnya: Tuhan atas Pelayanan Kita.
Pelajaran 10: Tuhan atas Pekerjaan Kita
Tuhan atas Pekerjaan Kita
(Kolose 3, Lukas 3, Matius 6)
Kehidupan Rohani – Mengalami Yesus Kristus sebagai Tuhan: Pelajaran 10
Copr. 2005, Bruce N. Cameron, J.D. Semua referensi Alkitab dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Ó1974 Lembaga Alkitab Indonesia, kecuali disebutkan lain. Saran jawaban terdapat di dalam tanda kurung. Pengajar diasumsikan menggunakan papan tulis atau alat peraga lainnya dalam membawakan pelajaran. Pelajaran ini dapat dilihat di http://www.GoBible.Org/indonesian
Pendahuluan: Pekerja yang bagaimanakah seharusnya seorang Kristen itu? Haruskah keyakinan agama mempengaruhi pekerjaan duniawi saudara? Jika kita pekerja yang baik, apakah hal itu merefleksikan Allah kita? Apakah Alkitab memberi kita petunjuk praktis pada pekerjaan kita sehari-hari? Haruskah kita menjadi bagian dari serikat pekerja? Mari kita mengerjakan pelajaran kita!
1. Pekerja Kristen
1. Baca Kolose 3:22. Ayat ini ditujukan kepada “hamba-hamba.” Saya sangsi kalau ada pembaca pelajaran ini yang menjadi hamba secara harafiah. Atas alasan apa nasehat ini berlaku bagi pekerja? Atas alasan apa itu tidak berlaku? (Perbedaan antara seorang pekerja dan seorang hamba adalah bahwa pekerja dapat berhenti dari pekerjaannnya kapan saja ia mau. Sebagi tambahan, sang tuan tidak mungkin “memecat” hambanya. Jika seorang hamba, yang tidak dapat dipecat harus menuruti nasihat ini, apalagi seorang pekerja yang dapat dipecat? Naga-naganya jika saudara tidak mau menuruti nasihat bagi hamba-hamba terkait dengan majikan saudara yang sekarang, saudara harus ganti pekerjaan.)
1. Jika kita sepakat bahwa nasehat ini relevan bagi pekerja yang ingin mempertahankan pekerjaan yang dimilikinya sekarang ini, apa yang ayat ini ajarkan soal kebutuhan kita akan pengawasan?
1. Apakah cara bekerja saudara berbeda jika atasan saudara sedang cuti?
2. Perhatikan bahwa Paulus menghubungkan hal menjadi seorang pekerja yang baik tidak hanya sekedar untuk menyenangkan atasan, tapi dengan “tulus hati karena takut akan Tuhan.” Secara rohaniah apa urusannya dengan menjadi seorang pekerja yang rajin? (Paulus percaya adanya keterkaitan yang tidak disebutkan antara hubungan kita kepada Allah dengan menjadi seorang pekerja yang baik.)
2. Baca Kolose 3:23-24. Paulus kini mengungkap kaitan antara pekerjaan rohaniah dan duniawi kita. Apakah itu? (Kita perlu menganggap bahwa Allah adalah majikan kita! Kita harus bekerja sebagaimana layaknya kita bekerja bagi Allah.)
1. Mengapa demikian? (Paulus mengatakan bahwa Allah akan membayar kita. Ia akan memberi kita upah berupa warisan.)
1. Mengapa Allah mengkaitkan pekerjaan duniawi kita dengan kewajiban agama kita? (Allah pastilah percaya bahwa kualitas pekerjaan kita direfleksikan kepadaNya.)
3. Baca Kolose 3:25. Akankah Allah menghukum kita jika kita melakukan kesalahan terhadap majikan kita?
4. Mari baca Kolose 4:1 untuk mendapatkan pandangan yang berimbang. Apa yang diminta Allah dari majikan? (Allah berkata kepada para majikan bahwa sejatinya mereka bertanggung jawab kepadaNya, karenanya mereka harus berlaku “jujur dan adil” terhadap para pekerja mereka.)
2. Serikat Pekerja
1. Baca Lukas 3:14. Bagaimana nasehat dari Yohanes ini dikaitkan dengan keputusan seorang pekerja untuk bergabung atau tidak bergabung dengan serikat pekerja?
1. Bagaimana dampaknya terhadap keputusan seorang pekerja untuk mogok kerja? (Jika saudara menerima nasehat Paulus dalam buku Kolose untuk bekerja layaknya saudara bekerja bagi Allah, dan saudara menambahkan nasehat Yohanes untuk puas dengan upah saudara dan tidak memeras uang, saya tidak melihat adanya ruang untuk mogok. Mogok kerja, khususnya mogok yang brutal di mana barang-barang milik majikan dirusak dan pekerja pengganti diteror, adalah pemerasan.)
2. Adakah nasehat Yohanes untuk “cukupkanlah dirimu dengan gajimu” berarti kita tidak bisa berganti pekerjaan? (Jika saudara renungkan nasehat Yohanes kepada para prajurit, ia mengatakan “Jangan mempertambahkan bayaranmu dengan memeras orang untuk mendapatkan uang.” Hal itu berlaku juga bagi pertanyaan soal mogok, tapi sepertinya tidak mencegah kita dari berganti pekerjaan jika majikan lain sedia membayar lebih.)
2. Apakah nasehat untuk bekerja layaknya kita sedang bekerja bagi Allah, dan nasehat untuk puas dengan upah kita, merupakan nasehat yang berlaku hanya untuk zaman lain? Relevankah hal itu kini? (Karena saya sering terbang, jika memikirkan mogok, saya terpikir tentang Eastern Airlines. Itu adalah satu dari perusahaan penerbangan terbesar pada suatu ketika. Pekerja-pekerja yang mogok menyebabkan Eastern berhenti beroperasi. Lantas pekerja-pekerja ini tidak memiliki pekerjaan. Sungguh sebuah ide yang hebat! Tidak senang dengan jumlah bayaran saudara? Buatlah perusahaan majikanmu terhenti supaya saudara tidak dibayar!)
3. Nasehat Yohanes bagi para prajurit untuk mengumpulkan hanya sebanyak jumlah yang menjadi hak legal mereka mempunyai penerapan lain. Jika saudara bekerja sebagai manajer dan saudara menyesatkan para pemegang saham soal kesehatan finansial dari perusahaan, apakah saudara juga termasuk sasaran dari nasehat Yohanes? (Ya. Sementara Yohanes merujuk kepada ihwal mengambil paksa uang dan tuduhan palsu, secara logika hal itu juga berlaku bagi penipuan oleh pemaparan yang keliru.)
1. Adakah nasehat Yesus berlaku dalam hal mengutil inventaris majikan saudara? Mencuri waktu bertelepon?
2. Jika saudara mewakili pemerintah, dan saudara menerima suap, apakah nasehat Yohanes berlaku bagi saudara?
3. Sifat Alamiah dari Bekerja
1. Jika saudara menang lotere, atau mewarisi milyaran, akankan saudara berhenti bekerja?
2. Baca Kejadian 2:15. Ini menceritakan periode waktu sebelum masuknya dosa ke dalam dunia. Apakah Adam membutuhkan uang atau harta milik?
1. Menurut saudara, mengapa dalam sebuah dunia yang sempurna Allah memberi Adam pekerjaan?
3. Baca Kejadian 3:17-19. Bagaimana pekerjaan Adam berubah setelah masuknya dosa?
1. Apakah ini berarti bahwa ada aspek dari bekerja yang merupakan hukuman untuk dosa kita?
2. Berapa lama Adam diberitahu bahwa ia harus bekerja?
4. Baca Keluaran 20:8-10. Kita senantiasa menghapalkan ayat ini untuk perintah positif agar menjaga kesucian Sabat dengan tidak bekerja. Perintah lain apa yang kita temukan di sini? (Agar bekerja pada enam hari lainnya.)
1. Apakah ini artinya kita perlu bekerja enam hari, atau apakah itu artinya kita mempunyai enam hari untuk menyelesaikan pekerjaan kita. Jika kita menyelesaikannya dalam, katakanlah, empat hari, apakah baik demikian?
5. Tatkala kita mempelajari “Tuhan atas Sumberdaya Kita,” kita mempertimbangkan cerita berikut ini. Baca Lukas 12:16-21. Penghukuman Yesus terdapat dalam Lukas 12:21 – orang tersebut tidak kaya di hadapan Allah. Jika saudara menimbun sumberdaya untuk masa pensiun, apakah saudara tidak “kaya” di hadapan Allah?
1. Apakah ada saat dalam hidup di mana kita dapat mengatakan dengan tepat apa yang dikatakan petani ini dalam Lukas 12:19?
6. Baca Mazmur 92:13-16. Apa yang Pemazmur utarakan bagi lansia? (Masih tetap berbuah)
7. Kecuali seorang dari pembaca dapat mengkoreksi saya, di seluruh Alkitab hanya Salomo yang membicarakan seorang tua yang “menikmati hartanya.” (Pengkhotbah 6:3&6) Saya tidak menemukan contoh tentang seorang pengikut Allah yang duduk-duduk saja dan tidak berbuat apa-apa. Kelihatannya kisah petani dan lumbungnya menunjukkan kepada kita bahwa bermalas-malasan, sementara kita secara fisik masih bisa menjadi berkat bagi orang lain, adalah sikap mementingkan diri. Semua pahlawan Alkitab meninggal sementara masih meneruskan tugas yang Allah percayakan kepada mereka.
4. Tuhan dari Pekerja
1. Baca Matius 6:28-34. Mari fokus pada ayat 32 dan 33. Ketika Yesus mengatakan “semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah,” apakah ia sedang berbicara tentang kerja keras? (Pastilah demikian.)
1. Jika kita harus menjadi pekerja yang rajin, bekerja layaknya Allah adalah majikan kita, bukankah kita perlu bekerja keras? Jika demikian, mengapa kerja keras para penyembah berhala ditolak? (Matius 6:33 memberi kita keseimbangan yang dicari Allah. Dalam setiap kerja kita, kita perlu untuk mencari lebih dahulu kehendak Allah. Kelihatannya para penyembah berhala mencari uang. Allah berjanji bahwa jika kita mencariNya lebih dahulu, Ia akan memberikan apa yang kita perlukan. Kita tidak akan perlu khawatir.)
2. Sobat, Allah memberikan rumus untuk pekerjaan kita sehari-hari. Carilah dahulu untuk melakukan kehendak Allah. Bekerjalah layaknya Allah adalah majikan kita. Jujur dan puaslah dengan upah kita. Jika kita melakukan hal-hal ini, Allah memanggil kita untuk meninggalkan kecemasan-kecemasan dari tempat kerja kita di belakang dan percaya padaNya semata untuk keperluan kita. Akankah saudara menerima rumus bekerja dari Allah bagi hidup saudara?
5. Penggalian Berikutnya: Tuhan atas Ibadah Kita

