Arsip untuk Oktober 5, 2008

Suara Aneh

SUARA ANEH

 

            Mobil penginjil awam itu mogok dalam perjalanan ke luar kota. Hari sudah menjelang malam dan satu-satunya tempat yang bisa disinggahinya adalah sebuah biara terpencil.

            Kepala biara memberi dia tumpangan, tetapi tengah malam dia terbangun karena mendengar suara berisik yang sangat aneh.

            “Semalam saya dengar ada suara-suara aneh. Suara apa itu?” tanyanya.

            “Saya tidak boleh beritahukan karena anda bukan biarawan,” jelas kepala biara.

            Beberapa bulan kemudian penginjil awam itu lewat lagi di tempat yang sama. Kejadian serupa berulang, mobilnya mogok dan dia kembali ke biara itu. Dia mendapat tumpangan, dan pada tengah malam kembali terdengar suara-suara berisik yang aneh.

Keesokan paginya dia menanyakan soal suara-suara itu, dan jawaban yang sama pula dia peroleh dari kepala biara. “Saya tidak dapat memberitahukannya karena anda bukan biarawan.”

“Apa sih syaratnya untuk jadi biarawan di sini?” tanyanya penasaran.

“Mendaftar, ikut tes, dan kalau lulus harus bersedia tinggal di tempat terpencil seperti ini,” sahut kepala biara. “Tapi, yang lebih penting lagi, anda harus tetap hidup membujang.”

Seminggu kemudian dia kembali, kali ini untuk mendaftarkan diri jadi biarawan. Dia diterima dan mendapat kamar tidur sendiri. Pada malam pertama suara aneh itu muncul lagi di tengah malam.

            “Saya sudah jadi biarawan di sini, berarti sekarang saya boleh tahu dari mana asalnya suara-suara aneh itu,” katanya kepada kepala biara pada keesokan paginya.

            “Suara itu berasal dari lorong di balik pintu ini. Tengah malam nanti, bila suara-suara itu terdengar lagi, silahkan mencari tahu sendiri,” kata kepala biara sembari menyerahkan seuntai anak kunci.

            Benar, tengah malam itu suara-suara yang sama muncul lagi. Dengan rasa degdegan bercampur penasaran mantan penginjil awam itupun membuka pintunya. Suara bertambah kencang, tapi masih ada lagi pintu berikutnya. Dia membuka pintu kedua, suara makin kencang tapi masih ada pintu lain lagi. Pintu ketiga dibukanya, lalu pintu keempat, dan seterusnya sampai pintu ketujuh.

            Begitu pintu terakhir dibuka, barulah dia tahu dengan jelas sumber dari suara-suara aneh yang selalu mucul pada setiap tengah malam itu…tetapi saya tidak dapat memberitahukan kepada anda suara apa itu, sebab anda pembaca bukan seorang biarawan!

 

(Pesan moral: Segala yang aneh selalu memicu rasa ingin tahu. Sebagai Israel rohani, kita adalah juga “peculiar people, peculiar treasures” [Ulangan 14:2, Mazmur 135:4; KJV] dalam pandangan Tuhan. Bahkan, pekabaran kitapun dianggap “aneh” oleh dunia, sebagaimana anggapan orang Atena terhadap pekabaran Rasul Paulus dan memintanya berbicara di depan majelis Areopagus yang bersidang di Bukit Ares, Akropolis [Kisah Para Rasul 17:19-31]. Dianggap “aneh” oleh dunia tidak apa-apa, asal jangan berbuat “yang aneh-aneh” di mata Tuhan)

Komentar (3) »

Salah Mengerti

SALAH MENGERTI

 

            Pendeta yang baru ditempatkan di jemaat itu diundang oleh guru kelas anak-anak untuk diperkenalkan di depan kelas.

            “Bapak pendeta, pagi ini pelajaran kita adalah tentang Yosua,” jelas ibu guru.

            “Oh, bagus sekali. Kalau begitu saya ingin mencoba kepintaran anak-anak ini?” ujar pendeta yang langsung bertanya, “Anak-anak, siapa yang sudah merubuhkan tembok Yeriko?”

            Johny buru-buru mengangkat tangan lalu berkata, “Bukan saya, pak pendeta.”

            Sambil menahan tertawa pendeta itu berkata kepada Johny, “Coba kamu ingat-ingat. Siapa yang merubuhkan tembok Yeriko?”

            Ibu guru langsung memotong, “Pak pendeta, Johny itu anak baik dan jujur. Kalau dia bilang bukan dia yang lakukan, saya yakin itu memang bukan dia.”

            Merasa ada sesuatu yang tidak beres, pendeta pamit keluar mencari pemimpin Sekolah Sabat Anak-anak lalu menceritakan apa yang baru dialaminya.

            Pemimpin SS Anak-anak tampak gelisah lalu menjelaskan, “Pak pendeta, memang Johny itu pernah bikin masalah. Mungkin saya perlu bicara dengan dia dan gurunya. Kalau perlu dengan orangtuanya.”

            Lho? Pendeta yang menjadi bertambah bingung segera mendatangi pemimpin umum Sekolah Sabat yang kebetulan sedang berbicara dengan pemimpin diakon. Kepada mereka pendeta menceritakan kejadian tadi, termasuk reaksi dari guru kelas anak-anak dan pemimpin Sekolah Sabat Anak-anak.

            Mendengar cerita itu, sambil mengusap-usap dagunya, pemimpin umum Sekolah Sabat mengusulkan, “Begini saja, pendeta. Kita bicarakan persoalan ini dalam rapat majelis. Saya bersedia menggunakan uang dari kas Departemen Sekolah Sabat untuk memperbaiki tembok yang rubuh itu.”

            “Ya betul, pendeta. Saya kira itu tepat, daripada timbul masalah di kemudian hari!” timpal pemimpin diakon.

            “Ya Tuhan,” ujar pendeta sambil menggaruk-garuk kepala dan berlalu…

 

(Pesan moral: Antara salah dengar dengan salah mengerti batasnya amat tipis; begitu juga dengan kenaifan dan kebodohan. Keduanya sama-sama bisa menyebabkan “salah wesel” dan membuat situasi jadi runyam. Namun, sementara kebodohan dapat menyebabkan orang tersesat [Amsal 5:23], pengetahuan manusia juga adalah kebodohan bagi Allah [1Korintus 3:19]. Kecerdasan dan pengetahuan itu perlu, tetapi jangan terlampau mendewakannya. Hanya hikmat Allah yang patut diandalkan)

Komentar bertahan »

Jadi Kafir Saja

JADI KAFIR SAJA  

 

            Seorang anak kecil menyaksikan upacara baptisan di sebuah gereja. Inilah pertama kalinya dia menonton upacara baptisan secara diselamkan.      Dasar anak-anak, begitu sampai di rumah dia langsung ingin mencobanya kepada ketiga ekor kucing piaran.

             “Kalian harus saya baptiskan,” katanya sembari mengambil air dalam baskom.

            Dia mulai dengan anak kucing yang pertama. Meskipun mengeong karena kedinginan tapi anak kucing itu terlalu lemah untuk bisa melepaskan diri. Begitu juga dengan anak kucing yang kedua.

Tetapi begitu induknya hendak dimasukkan ke dalam baskom yang penuh air kucing itu memberontak lari ke bawah meja.

            Anak itu menangkapnya lalu dengan paksa dimasukkan ke dalam baskom. Induk kucing itu memberontak bahkan menggaruk tangannya.

            Karena kesakitan induk kucing itu dicampakkannya ke lantai sambil mengumpat: “Pergi sana! Biar kamu jadi kafir saja!”

 

(Pesan moral: Baptisan sebagai lambang pembasuhan dosa dan pengakuan iman akan Yesus dijalani orang dengan berbagai perasaan dan motivasi. Ada yang dengan hati tulus dan emosional karena sudah menang atas pergumulan dosa, ada pula yang menerimanya tanpa perasaan berarti. Padahal baptisan adalah soal hidup dan mati, “karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah.” Kolose 2:12)

Komentar bertahan »

Sekedar Atribut

SEKADAR ATRIBUT

 

            Lampu lalulintas di perempatan baru saja berganti hijau. Roni yang berada dalam mobil di urutan ketiga langsung membunyikan klakson supaya mobil di depannya segera berjalan. Ketika mobil sedan yang berada paling depan mulai bergerak maju, dia masih saja membunyikan klakson berkali-kali sambil mengumpat.

            Baru beberapa puluh meter berjalan tiba-tiba muncul polisi patroli memberi aba-aba menyuruh Roni berhenti dan meminggirkan mobilnya.

            “Selamat siang,” sapa polisi sembari memberi hormat. (Prosedur standar polisi lalulintas Indonesia.)

            “Saya salah apa, pak?” protes Roni.

            “Di lampu merah tadi saudara membunyikan klakson berkali-kali sambil memaki,” tukas polisi.

            “Itu ‘kan bukan pelanggaran lalulintas, pak?” katanya membela diri.

            “Hiasan salib ini untuk apa?” tanya polisi sambil menunjuk salib kecil yang tergantung pada kaca spion di atas kepala Roni.

            “Itu juga bukan pelanggaran, pak.”

            “Lalu di belakang juga ada stiker berbunyi: Jesus is my co-pilot.”

            “Jadi, bapak mau tilang saya karena salib dan stiker itu?” Roni mulai tak sabar.

            Sambil tersenyum polisi menerangkan: “Saya menghentikan saudara karena curiga, jangan-jangan ini mobil curian. Sebab sikap saudara tadi itu bukan perilaku orang Kristen seperti ditunjukkan oleh atribut-atribut di mobl ini. Coba keluarkan SIM dan STNK!”

 

(Pesan moral: Rasul Paulus mengatakan, “kamu adalah surat Kristus” [2Korintus 3:3] “yang dibaca oleh semua orang” [2 Korintus 3:2]. Sayangnya, banyak orang ingin dianggap Kristen hanya dengan atribut-atribut yang tampak dari luar, termasuk menenteng Alkitab ke gereja meskipun jarang membacanya dengan tekun dan sungguh-sungguh menjadi pelaku Firman. Istilah populernya: Kristen Statistik alias Orang Kristen KTP)

Komentar bertahan »

Ketika Salah Ucap

KETIKA SALAH UCAP

 

            Seorang calon pendeta muda sedang menjalani magang di sebuah jemaat. Hari itu dia berkhotbah dengan mengutip cerita tentang Yesus memberi makan lebih dari lima ribu orang hanya dengan lima ketul roti dan dua ekor ikan.

            Namun, dalam kegugupannya dia keliru berkata, “Tuhan mengadakan mujizat yang luar biasa. Dengan lima ribu roti dan dua ribu ikan Dia dapat memberi makan lima orang sampai kenyang.”

            Pak Petrus, salah seorang anggota jemaat yang terkenal tukang kritik, langsung menimpali: “Ah, itu sih bukan mujizat namanya. Saya juga bisa kalau begitu.”

            Karena sudah tahu sifat anggota yang satu ini, pendeta tidak menggubrisnya dan terus berkhotbah.

            Minggu berikutnya, ketika melanjutkan bagian kedua dari seri pelajarannya, pendeta muda itu mengulangi kisah yang sama. Tapi kali ini dia menceritakannya dengan benar.

             “Bukan main, hanya dengan lima potong roti dan dua ekor ikan bisa memberi makan lebih dari lima ribu orang!” katanya.

            Lalu dia berpaling ke tempat duduk Pak Petrus. “Bagaimana, apakah anda bisa melakukan hal itu?”

            “Tentu saja bisa,” sahut pak Petrus.

            Sedikit terperangah pendeta bertanya, “Bagaimana caranya?”

            “Dengan sisa dari lima ribu roti dan dua ribu ikan yang pendeta ceritakan minggu lalu!” ujarnya.

 

(Pesan moral: Salah ucap dapat terjadi tanpa sengaja oleh siapa saja. Tetapi ada kebiasaan di suatu tempat yang bila mendengar pengkhotbah salah ucap sedikit saja maka seluruh jemaat langsung “gerrrr” tertawa, sekalipun di tengah khotbah yang khidmat dan menyentuh. Namun sering memang “salah ucap” terjadi akibat kedangkalan berpikir dan kebodohan. Padahal, “siapa bodoh bicaranya, akan jatuh.” Amsal 10:10.)

Komentar bertahan »

Kisah Sepuluh Perintah

KISAH SEPULUH PERINTAH

 

            Konon, Sepuluh Perintah (Sepuluh Hukum) Tuhan itu baru belakangan diturunkan melalui bangsa Yahudi. Sebelumnya itu ditawarkan dulu kepada beberapa bangsa lain.

            Mula-mula malaikat datang kepada leluhur bangsa Italia. “Kalian mau Sepuluh Perintah ini diturunkan melalui keturunanmu?”

            “Apa isinya?” tanya leluhur bangsa Italia.

            “Antara lain, jangan membunuh.”

            Sorry, sebagian keturunan kami mafia. Mustahil tidak membunuh.”

            Malaikat pergi ke Cina. “Kalian mau terima Sepuluh Perintah dari Tuhan?”

            “Isinya seperti apa?”

            “Di antaranya, jangan membuat dan menyembah patung.”

            “Wah, tidak mungkin. Di negeri kami di mana-mana ada patung.” Leluhur Cina menampik.

            Malaikat melanjutkan perjalanan ke Rusia, tapi mereka memilih untuk tetap pada doktrin ateis. Amerika dan Prancis juga langsung menolak begitu tahu ada hukum tentang larangan berzinah.

            Malaikat lalu mampir di Indonesia. “Kalian ‘kan mau jadi bangsa yang beragama, bukan bangsa sekuler.  Apakah bersedia kalau Sepuluh Perintah Tuhan diturunkan lewat kalian?”

            “Apa saja isinya?” tanya leluhur bangsa kita.

            “Antara lain, jangan mencuri, jangan berdusta.”

            Setelah merenung sejenak, “Susah itu. Keturunan kami banyak koruptor, mereka pasti melanggar kedua hukum itu sekaligus. Maaf, kami tidak bisa menerimanya.”

Malaikat hampir saja pulang kembali ke surga ketika melihat satu bangsa kecil yang sedang berkelana di padang gurun. “Sepuluh Perintah Tuhan akan diturunkan melalui kalian. Mau?”

            “Berapa harus membayar setiap perintah itu?” tanya leluhur Yahudi.

            “Gratis.”

            “Kalau begitu, berikan semuanya!”

 

(Pesan moral: Sandainya Sepuluh Perintah Tuhan itu boleh diamandemen, bagian manakah yang anda akan perjuangkan supaya diubah? Kecenderungan manusia, seperti sering terbukti, bukan hendak menyesuaikan diri dengan hukum [baca: peraturan], tetapi “merekayasa” hukum itu agar sesuai dengan keinginannya. Dan “Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.” Roma 1:24.)

Komentar bertahan »

Menghadirkan Taman dalam Rumah

Menghadirkan Taman dalam Rumah
 
Awalnya, taman dalam rumah atau yang kerap disebut patio ini banyak dibangun di negara padang pasir atau gurun. Sekarang patio sudah berkembang dan mengilhami perancang taman di seluruh dunia.

Di negara gurun seperti Arab, orang tidak bisa membuat taman di luar rumah. Tanaman akan kering dan mati, karena panasnya iklim gurun. Karena itu, taman dalam rumah adalah solusinya. Patio tersebut akan memberikan kesejukan di dalam rumah bak oasis di tanah gurun.

Siapa sangka, bila ide membuat taman dalam rumah tersebut kemudian menyebar, termasuk ke Indonesia. Masalah terbatasnya lahan bisa teratasi dengan membuat taman sederhana di lahan terbatas, karena lahan yang sempit bisa Anda berdayakan.

Keberadaan taman di dalam rumah justru bisa menambah nilai estetika ruang.

Ada tiga nilai estetika yang bisa diperoleh, yaitu:

Pertama, spatial surprise, nilai estetika yang memberi efek kejutan berupa perasaan yang sedikit terkejut dan menyenangkan yang dirasaka oleh tamu ketika tiba-tiba berhadapan dengan taman di tempat yang tak terduga. Hal ini bisa menyegarkan di tengah ruang tertutup

Kedua, spatial diversity, nilai estetika yang memberi keberagaman ruang. Setiap manusia selain membutuhkan ruang tertutup (ada dinding ada atap) juga membutuhkan tempat setengah tertutup (ada atap tidak ada dinding), setengah terbuka (ada dinding tidak ada atap), dan ruang sama sekali terbuka (hanya ada perkerasan) untuk menciptakan tempat berteduh yang nyaman di saat kondisi cuaca berubah-ubah.

Ketiga, spatial decompression, nilai estetika yang memberi pelegaan ruang berupa perasaan lega/ terlepas dari kungkungan ruang tertutup menuju ruang terbuka yang bisa dirasakan jika terdapat taman dalam rumah.

Selain menambah nilai estetika, banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan membuat patio atau inner courtyard ini. Seperti menambah keindahan dan kenyamanan dalam rumah. Di samping itu patio juga bisa dijadikan tempat untuk “mencuri’ matahari ke dalam rumah, sehingga penerangan alami bisa benar-benar dioptimalkan saat siang hari.

Manfaat lainnya adalah memperlancar aliran udara di dalam rumah. Karena ruang yang baik haruslah menganut sistem cross ventilation atau udara mengalir lurus dari satu sisi ke sisi yang lain. Dengan membuat patio, sistem tersebut akan mudah dilaksanakan. Jika udara mengalir lancar dalam rumah, maka rumah yang sehat akan otomatis tercipta.

Di rumah yang tak terlalu luas penghuni akan cepat merasa sumpek. Jika sejengkal tanahnya bisa direlakan untuk membuat sebuah taman mungil, suasananya tentu akan berbeda. Anda bisa punya tempat refreshing favorit di rumah dengan memandang sebuah taman yang asri.

Letak

Dimanakah patio cocok ditempatkan? Biasanya di ruang yang paling sering digunakan penghuni. Seperti ruang keluarga yang biasa digunakan untuk berkumpul dan menonton televisi. Namun penataannya diupayakan jangan sampai mengganggu fungsi utama ruang tersebut. Misalnya arah cahaya masuk matahari yang salah bisa membuat layar televisi Anda memantulkan cahaya dan tidak enak ditonton.

Ruang lain yang bisa dipilih untuk disatukan dengan patio adalah ruang makan dan dapur. Dengan asumsi bahwa ruang makan juga merupakan tempat paling sering berkumpul keluarga dengan bencanda ria sambil menyantap hidangan saat pagi dan malam hari. Pagi hari biasanya seluruh anggota keluarga langsung menyerbu ruang makan sebelum memulai aktivitas.

Tentu akan menyenangkan jika sarapan mendapat bonus pemandangan menawan dan kesegaran dari taman yang menyatu dengan ruang makan. Demikian juga saat malam, dinner romantis dan hangat dengan hidangan lezat plus lilin menyala dikelilingi indahnya taman yang menawan.

Dapur modern juga cocok disatukan dengan taman, karsena dapur bersih merupakan tempat ibu-ibu menghabiskan waktunya memasak untuk suami dan anak tercinta. Dapur merupakan salah satu ruang yang mem butuhkan sirkulasi udara yang baik. Salah satu piranti dapur, kompor gas, menuntut adanya sirkulasi udara yang maksimal sebab jika sewaktu-waktu terjadi kebocoran keberadaan taman di dapur bisa dijadikan solusi.

Jika berminat membangun taman dalam rumah, pertimbangkan kondisi sirkulasi udara dalam ruang, karena tumbuhan membutuhkan udara. Biarkan bagian atas taman terbuka, agar aliran udara dan cahaya matahari yang sangat diperlukan tanaman untuk proses fotosintesis bisa masuk dengan leluasa.

Perhitungkan juga proporsi ukuran taman dengan rumah. Idealnya ukuran patio minimal sekitar 3×4 meter. Namun jika rumah memang tak begitu luas, tetap bisa membuat ukuran yang lebih kecil. Perancangan taman dalam rumah perlu memperhatikan arah masuknya cahaya matahari dan sirkulasi udara yang sangat dibutuhkan bagi kelangsungan hidup tanaman.

Patio yang berukuran kecil sebaiknya diberi perkerasan penuh. Sehingga tanaman cukup ditempatkan di dalam pot-pot yang memiliki fleksibilitas dalam penataan juga pertumbuhannya, sehingga bisa dipindah-pindahkan sesuai dengan keinginan.

PRC | Global

Komentar bertahan »

Pertimbangan Penting Sebelum Membeli Wallpaper

Pertimbangan Penting Sebelum Membeli Wallpaper
 
Saat mendengar kata wallpaper, hal yang terlintas dalam pikiran adalah dinding yang ramai dengan corak warna-warni. Namun sekarang, wallpaper sangat beragam, mulai dari permukaannya yang mengkilap dan dove, warna-warna yang natural dan polos, hingga motif glow in the dark. Namun sebelum membeli dan memasang wallpaper, baiknya kenali dahulu benda yang satu ini.

Bahan Dasar Wallpaper
Awalnya wallpaper terbuat dari kertas. Namun karena bahan dasar kertas mudah robek dan tidak tahan air, wallpaper ini diganti dengan bahan dasar PVC atau vinyl. Selain lebih awet, wallpaper vinyl tahan terhadap air, mudah dibersihkan dengan lap basah, wallpaper ini harganya pun lebih murah dibandingkan wallpaper kertas. Tetapi perlu kita ketahui bahwa vinyl adalah bahan yang tidak ramah lingkungan karena tidak dapat didaur ulang.

Wallpaper menjadi menarik karena adanya motif-motif yang beragam. Motif ini dihasilkan oleh bahan pewarna semacam cat dan membutuhkan cairan pelarut. Cairan pelarut tersebut ada yang menggunakan air dan ada juga yang menggunakan tiner. Karena itu muncullah istilah wallpaper water based (untuk yang berbahan dasar air) dan solvent based (untuk yang berbahan dasar tiner).

Untuk membedakan antara water based dengan solvent based, dapat dicium dari baunya. Wallpaper solvent based akan berbau tiner.Selain itu, wallpaper water based biasanya terdapat nama negara yang memproduksinya, seperti Eropa dan Amerika karena di negara-negara tersebut tidak ada lagi yang memproduksi menggunakan bahan dasar tiner. Sedangkan wallpaper yang tidak tercantum nama negara yang memproduksinya biasanya adalah wallpaper yang masih berbahan dasar tiner.

Namun, perbedaan yang utama adalah pengaruhnya terhadap kesehatan jika digunakan. Wallpaper water based lebih aman digunakan dibandingkan solvent based, karena solvent based menimbulkan bau tiner dan bau tersebut akan dihirup setiap hari oleh kita dan akibatnya akan mengganggu kesehatan.

Apalagi jika memiliki anak kecil di rumah, dimana anak akan memegang wallpaper yang berbahan dasar tiner tersebut dan kemudian memasukan tangannya ke dalam mulut. Tentunya itu berbahaya bagi kesehatannya. Namun begitu, wallpaper berbahan dasar tiner ini masih saja banyak digunakan, karena harganya yang jauh lebih murah dibandingkan yang berbahan dasar air.

Dapat dipindah
Wallpaper vinyl adalah wallpaper yang lapisan atasnya adalah vinyl. Untuk lapisan bawahnya terdapat dua macam bahan yang digunakan, yaitu kertas dan kain. Wallpaper dengan lapisan bawahnya menggunakan kain memiliki keunggulan lain karena dapat dilepas dan dipindahkan ke tempat lain karena sifatnya yang tidak mudah robek. Jadi Anda masih bisa menggunakan wallpaper lama yang masih bagus ke ruangan lain jika sudah bosan.

BS | Global

Komentar bertahan »

Tips Merawat Spring Bed

Tips Merawat Spring Bed

Spring bed adalah tempat tidur yang paling banyak digunakan karena selain mempunyai per penahan yang dapat menjaga bentuk tulang punggung, busa spring bed juga lebih awet digunakan jika dibandingkan dengan kasur busa biasa dan kapuk. Namun begitu kita tetap harus merawatnya agar lebih awet digunakan. Kiatnya?

Umumnya, ujung spring bed adalah bagian yang mudah kotor. Untuk membersihkannya, tegakkan spring bed, kemudian semprotkan cairan pembersih dan luruhkan dari atas ke bawah pada bagian yang kotor tersebut. Usahakan dilakukan secara rutin.

Hindari terlalu banyak memberi beban pada tepi spring bed. Lebih baik di tengah. Sebaiknya posisi kasur dibolak-balik setiap sebulan sekali. Yang semula di atas bisa diganti ke bawah. Usaha ini perlu dilakukan agar bebannya merata dan per kasur tidak mati.

Hindarkan dari udara lembab. Bila spring bed terkena tumpahan air harus segara dikeringkan dengan cara dijemur. Tapi ingat, jangan jemur spring bed langsung di bawah terik matahari.

Jangan menjemur spring bed langsung di bawah terik matahari, tapi cukup diangin-anginkan saja. Lakukanlah 2 bulan sekali.

Jika tidak ada waktu untuk menjemur spring bed secara rutin, maka agar tidak mudah kotor, sebaiknya kasur spring bed digunakan di dalam kamar AC dan ditutup dengan bed cover.

Spring bed juga perlu dibersihkan dengan mengunakan vacuum cleaner untuk menyedot debu-debu halus dan tungau yang dapat mengganggu kesehatan. Usahakan sebisa mungkin terhindar dari kebanjiran karena sping bed mudah rusak jika terkena air. Per menjadi berkarat dan busanya menjadi lengket.

Komentar bertahan »

Kiat Membeli atau Menyewa Rumah?

Kiat Membeli atau Menyewa Rumah?

Kadang-kadang diperlukan beberapa pertimbangan khusus dalam memutuskan untuk memiliki sebuah tempat tinggal.

Selain kondisi lingkungan (keamanan dan kenyamanan), fasilitas dan kemudahan aksesbilitas, diperlukan juga pertimbangan untuk memutuskan apakah lebih baik menyewa atau membelinya.

Dengan menyewa rumah, memang kita tidak perlu mengeluarkan banyak biaya perawatan untuk rumah tersebut, namun bila dijumlahkan biaya sewa keseluruhan dan biaya penggunaan daya listrik dan air, maka bukan jumlah sedikit yang dikeluarkan.

Namun bila Anda hanya berencana untuk tinggal di suatu daerah dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama, misalnya Anda bekerja di sebuah instansi yang sering mengutus Anda berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain, maka menyewa rumah lebih baik karena tidak perlu mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk membelinya dan tidak perlu mengurus penjualan rumahnya ketika akan pindah ke daerah lain.

Dengan membeli rumah perlu mengeluarkan modal awal yang cukup besar, antara lain untuk perbaikan saat pertama kali membelinya, dan pembayaran jasa notaris. Dengan biaya yang hampir sama dikeluarkan dengan menyewa rumah, namun membeli rumah jauh lebih menguntungkan.

Kenapa? Karena dengan membeli rumah, berarti kita telah memperoleh hak milik atas rumah tersebut. Selain itu,dapat dijadikan suatu investasi yang nilainya terus naik dan dapat di tempati selamanya, tanpa perlu kuatir harga sewa semakin naik dan tanpa perlu berpindah tempat lagi jika masa sewanya telah habis. Sangat menguntungkan bukan?

Apalagi saat ini terdapat beberapa bank yang memberikan KPR, yaitu kredit dalam pembelian rumah dengan banyak pilihan jangka waktu mulai dari setengah tahun hingga 20 tahun, dan bunganya pun masih terjangkau.

Komentar bertahan »